<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905</id><updated>2012-02-17T02:31:44.253+07:00</updated><category term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><category term='My Mind'/><category term='Portoku....'/><category term='Marketing On The Move'/><category term='Keluargaku'/><category term='Inspired Movie'/><category term='Olah Digital'/><category term='Widya Mandala'/><category term='Sistem Informasi Manajemen'/><title type='text'>Area 100% Bebas Asap Rokok</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8149211051703969830</id><published>2009-11-06T09:12:00.001+07:00</published><updated>2009-11-06T09:13:47.890+07:00</updated><title type='text'>Meninjau Ulang Product Management</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SvOGUuL1e5I/AAAAAAAAAhM/XyuHt6YNK5Q/s1600-h/062643p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400808068700535698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SvOGUuL1e5I/AAAAAAAAAhM/XyuHt6YNK5Q/s320/062643p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Product management di era legacy sangat erat hubungannya dengan bagaimana pemasar mewujudkan ide menjadi produk yang siap dipasarkan. Dalam hal ini minimal ada tiga tahapan yang harus dilalui yakni melakukan scoping and building business case, development and testing, dan terakhir ditutup dengan product launching. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebagai tahapan pertama, scoping and building business case bertujuan untuk menilai dan mengukur aspek keuangan, aspek penerimaan pasar, aspek operasional teknik mewujudkan ide menjadi produk nyata, dan faktor-faktor lain yang berpotensi meningkatkan atau menurunkan tingkat kesuksesan produk di pasar. Secara tradisional, aktivitas utama dalam tahapan ini adalah melakukan riset primer (dengan metode interview dan focus group discussion (FGD) kepada pelanggan), dan melakukan riset sekunder (studi literatur, internet, dan dokumentasi internal yang dimiliki). Output yang dihasilkan dari tahapan ini adalah keputusan diteruskan atau tidak diteruskannya ide pengembangan produk baru ke tahapan yang selanjutnya. Karena di tahap ini, perusahaan menimbang banyak hal yang menyangkut tingkat penerimaan pasar, kemampuan keuangan dan teknis, dan faktor eksternal lain yang berpotensi mempengaruhi kesuksesan produk. Apabila setelah dinilai dari aspek pasar, keuangan, teknik, dan faktor eksternal semuanya positif, ide pengembangan produk baru akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya ke tahap development and testing. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tahapan development dan testing, perusahaan melakukan analisa lebih dalam mengenai empat aspek di atas. Ada lab test, in-house test, alpha-test untuk memastikan aspek teknis dari produk. Sedangkan di sisi pasar dilakukan berbagai analisa pasar dan analisa terhadap input dari pelanggan yang dilakukan secara paralel dengan aktivitas pre-test, test market, dan trial-sell agar sebelum produk diluncurkan semuanya telah sempurna; produknya sempurna, jaringan distribusi (channel) juga siap, dan kebijakan penjualan beserta harganya telah jelas. Apabila salah satu aspek tidak sempurna dan produk nekat diluncurkan, dengan berbagai pertimbangan misalnya karena tidak mau kalah cepat dengan pesaing, produk kemungkinan besar akan gagal di pasar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang sering ditemukan adalah produknya telah sempurna dan siap dipasarkan namun perusahaan belum selesai merancang strategi penjualan dan distribusinya. Product launching (peluncuran produk) adalah titik kulminasi dari dua proses sebelumnya, namun bukan proses terakhir menuju produk sukses. Product launching adalah awal dari proses komersialisasi produk baru yang kemudian akan dilanjutkan dengan tahapan-tahapan marketing taktis. Pada tahapan ini, manajemen minimal harus telah selesai merancang product positioning, differentiation dan brand (PDB produk), marketing-mix-nya dan taktik penjualan beserta channel management-nya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika elemen tersebut telah siap, maka product launching benar-benar akan menjadi moment of truth bagi kesuksesan produk di pasar, bukan sekedar memperlihatkan dummy product seperti yang telah umum terjadi. Di dalam marketing customer, product, dan brand management sangat penting. Customer management terkait dengan bagaimana pemasar mengelola sisi permintaan. Product management terkait dengan bagaimana pemasar mengelola sisi penawaran. Brand management adalah bagaimana pemasar menjembatani keduanya. Di era New Wave, praktek dan cara kita mengelola produk tentunya tidak bisa lagi se-tradisional atau se-legacy seperti yang di atas. Karena sisi demand-nya berubah. Praktek customer management yang dilakukan oleh pemasar juga berubah, seperti yang telah dijelaskan kemarin, harus berorientasi penuh pada komunitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Karena praktek komunitisasi menjadi sentral dalam New Wave ini, maka pemasar harus barenginya dengan product management yang bertumpu dan mengacu pada pendekatan komunal pula. Artinya pemasar harus melibatkan komunitas pelanggan dalam proses pengelolaan produknya, sehinga dapat menghasilkan co-creation yang meaningful bagi pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8149211051703969830?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/8149211051703969830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=8149211051703969830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8149211051703969830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8149211051703969830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/11/meninjau-ulang-product-management.html' title='Meninjau Ulang Product Management'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SvOGUuL1e5I/AAAAAAAAAhM/XyuHt6YNK5Q/s72-c/062643p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1874387458296406056</id><published>2009-11-06T09:09:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T09:11:25.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>Customer Management di Era New Wave</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SvOFwlnLgVI/AAAAAAAAAhE/BPvR-zUV6-U/s1600-h/1348124p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400807447924015442" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SvOFwlnLgVI/AAAAAAAAAhE/BPvR-zUV6-U/s320/1348124p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengelolaan pelanggan, jika dilakukan dengan benar akan membantu pemasar dalam meningkatkan efektifitas mendapatkan pelanggan baru (Get), mempertahankan pelanggan yang telah ada (Keep), dan meningkatkan wallet share tiap pelanggan (Grow). Pada intinya, pelanggan bukan hanya harus diakuisisi, tapi dipertahankan agar dapat memberikan nilai jangka panjang. Dan bukan itu saja, pengelolaan pelanggan ini akan membantu pula untuk menghasilkan pelanggan loyal yang lebih banyak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di era Legacy, pengelolaan pelanggan ini bisa dilakukan secara sistematis, lewat prinsip sembilan elemen pemasaran. Untuk mendapatkan pelanggan baru yang berpotensi untuk ditingkatkan loyalitasnya (keep dan grow), sejak awal perusahaan harus menyaring secara benar para suspek yang masuk menjadi prospek yang bernilai tinggi. Dengan demikian hanya diperlukan sumber daya yang minim untuk mengubahnya menjadi pembeli pertama (first time buyer). Suspek yang masuk disaring dengan strategi Segmentasi, Targeting, dan Positioning-disingkat STP. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tujuannya adalah agar suspek yang masuk menjadi prospek adalah suspek-suspek yang memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama dangan value proposition yang dimiliki produk.&lt;br /&gt;Kemudian untuk menarik prospek menjadi pembeli pertama digunakan strategi diferensiasi, marketing-mix, dan selling- disingkat menjadi DMS. Diferensiasi yang mendorong prospek memilih produk kita dibandingkan produk pesaing. Diferensiasi dikongkritkan lagi dalam marketing mix yang yakni product, price, promotion dan place, harganya mau dipatok pada angka berapa, bagaimana konsep iklan below the line (BTL) dan above the line (ATL)-nya dan mau memakai saluran distribusi apa saja. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Keputusan dalam marketing mix akan menentukan kredibilitas positioning yang telah dibangun sebelumnya. Misalnya produk telah diposisikan sebagai produk yang ekslusif namun ternyata pelanggan dapat menjumpainya di sembarang channel, maka jelas kesan ekslusif yang coba dibangun dengan promosi menjadi tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah mendapat first time buyer, tentunya perusahaan ingin mempertahankannya selama mungkin menjadi pelanggan loyal. Caranya dengan menjelaskan nilai dari brand, meningkatkan kualitas servis (Service), dan memperbaiki proses yang mendukung perbaikan servis (Process)- disingkat BSP.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk mendorong first time buyer melakukan pembelian berikutnya, pelanggan harus percaya pada nilai brand (brand value). Membangun brand yang kuat berkaitan dengan usaha untuk membuat pelanggan melihat brand kita sebagai brand yang paling kredibel yang dapat memberikan solusi terbaik. Brand harus menjadi bayung yang merepresentasikan produk dan servis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk meningkatkan brand value, sebuah brand membutuhkan dukungan servis yang baik. Peningkatan nilai produk melalui servis tidak akan terjadi tanpa adanya proses yang efektif dan efisien. Proses di sini yang dimaksud adalah proses penciptaan nilai bagi pelanggan yang tergambar pada kualitas produk, biaya yang dikeluarkan dan kualitas hantaran produk kepada pelanggan atau disingkat QCD-quality, cost, delivery.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Itu semua tentunya ajaran yang sesuai dengan konsep pemasaran yang Legacy di mana pemasar dibantu oleh sistem yang ‘canggih’ seperti CRM, ERP, atau lain sebagainya. Tentunya itu semua sudah semakin tidak relevan lagi seiring dengan masuknya kita ke era New Wave.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di dunia yang baru dan horizontal ini, kepanjangan dari CRM mungkin bukan lagi Customer Relationship Management, namun Customer Really-Managed. Karena konsumen semakin memegang kendali, mereka terhubung kemana-mana, dan lebih komunal. Sebagai mana yang akan dibahas dalam artikel selanjutnya, yang menjadi sentral dalam customer management di era New Wave ini adalah bagaimana pemasar mengelola pelanggan di komunitas mereka&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1874387458296406056?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1874387458296406056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1874387458296406056&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1874387458296406056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1874387458296406056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/11/customer-management-di-era-new-wave.html' title='Customer Management di Era New Wave'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SvOFwlnLgVI/AAAAAAAAAhE/BPvR-zUV6-U/s72-c/1348124p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6925784186131932887</id><published>2009-08-31T14:21:00.002+07:00</published><updated>2009-08-31T14:31:44.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Orang Bodoh VS ORang Pintar</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Spt8Qar8A_I/AAAAAAAAAg8/2PHyX58YwYE/s1600-h/427756-001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376027201680180210" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 117px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Spt8Qar8A_I/AAAAAAAAAg8/2PHyX58YwYE/s200/427756-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bodoh sering melakukan kesalahan,maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar, untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,sementara itu orang pintar percaya.Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkanpanjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar 'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskanwaktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit.Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group), adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;PERTANYAAN :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Mendingan jadi orang pintar atau orang bodoh?Pintaran mana antara orang pintar atau orang bodoh?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Mana yang lebih mulia antara orang pintar atau orang bodoh?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Mana yang lebih susah, orang pintar atau orang bodoh?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;KESIMPULAN:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Jangan lama-lama jadi orang pintar,lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Jadilah orang bodoh yang pintar dari pada jadi orang pintar yang bodoh..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Kata kunci nya adalah 'risiko' dan 'berusaha',karena orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang risikonya kecil,selanjutnya dia berusaha agar risiko betul-betul kecil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang risikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil risiko tersebut.Dan mengabdi pada orang bodoh...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Dimanakah posisi kitaa saat ini...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Berhentilah meratapi keadaan kita yang sekarang...Ini hanya sebuah refleksi dari semua retorika dan dinamika kehidupan.Semua pilihan dan keputusan ada di tangan kitaa untuk mengubahnya,Lalu perhatikan apa yang terjadi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;from: Mario Teguh&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6925784186131932887?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/6925784186131932887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=6925784186131932887&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6925784186131932887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6925784186131932887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/08/orang-bodoh-vs-orang-pintar.html' title='Orang Bodoh VS ORang Pintar'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Spt8Qar8A_I/AAAAAAAAAg8/2PHyX58YwYE/s72-c/427756-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-2996887509833572570</id><published>2009-06-18T11:38:00.002+07:00</published><updated>2009-06-18T11:45:43.545+07:00</updated><title type='text'>Masuki Sunset, Banyak Pabrik Rokok Dijual</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SjnGah6UGiI/AAAAAAAAAg0/OuOnFyrrtjM/s1600-h/Anti-smoking-sign-750110.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348524191561030178" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SjnGah6UGiI/AAAAAAAAAg0/OuOnFyrrtjM/s200/Anti-smoking-sign-750110.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Langkah British American Tobacco (BAT) mengakuisisi 85 persen saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk merupakan kejutan terbesar di pasar modal tahun ini. Akibat akuisisi ini, harga saham Bentoel melonjak 60 hingga sempat menembus level tertinggi 820. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengamat pasar modal Recapital Securities Poltak Hotredo mengaku tak kaget dengan akuisisi saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk oleh PT British American Tobacco. Sebab industri rokok Indonesia telah memasuki fase sunset. Penyebabnya, menurut Poltak, adalah kebijakan cukai pemerintah yang semakin tinggi dan pengeluaran perusahaan untuk pembelian pita rokok. "Tidak peduli harganya, cukai akan terus naik," ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kendati pita dibebankan kepada konsumen, lanjutnya, perusahaan tetap harus mengeluarkan biaya untuk membeli pita. Menurut dia, penjualan perusahaan nasional kepada asing atau multinasional merupakan refleksi dari masalah yang melilit industri rokok. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pilihan perusahaan rokok terbatas, menjual atau tak berkembang.Belum lagi perusahaan rokok nasional harus berhadapan dengan perusahaan rokok kecil yang tak membayar pajak. "Industri kecil dan menengah tak bisa diberantas karena selera lokal," ucapnya.Keadaan ini dimanfaatkan perusahaan rokok asing dan multinasional untuk mengembangkan pasarnya di Indonesia yang masih memiliki potensi dengan nilai cukai yang relatif tak tinggi bagi mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sementara pasar di negara maju semakin berkurang dengan nilai cukai yang sangat tinggi.Suramnya industri rokok juga dibenarkan Managing Director Bussiness Development Grup Rajawali, Darjoto Setyawan. Bisnis rokok, menurut Darjoto, sebenarnya masih prospektif. Sebab, penjulan kita secara nasional bisa mencapai 260 miliar batang. "Tetapi, ada tantangan yakni perubahan sistem cukai, kenaikan cukai, pajak daerah, dan rencana larangan iklan di media elektronik serta cetak karena alasan kesehatan," ujar Darjoto kemarin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;sumber &lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;http://www.jawapos.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-2996887509833572570?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/2996887509833572570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=2996887509833572570&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2996887509833572570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2996887509833572570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/06/masuki-sunset-banyak-pabrik-rokok.html' title='Masuki Sunset, Banyak Pabrik Rokok Dijual'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SjnGah6UGiI/AAAAAAAAAg0/OuOnFyrrtjM/s72-c/Anti-smoking-sign-750110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-9048821897335462413</id><published>2009-06-09T08:38:00.002+07:00</published><updated>2009-06-09T08:42:44.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>Kasus Prita dan Teknologi Marketing 2.0</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Si2-AVgNQSI/AAAAAAAAAgk/lbrbt1y7itI/s1600-h/1237186p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345137245740155170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Si2-AVgNQSI/AAAAAAAAAgk/lbrbt1y7itI/s400/1237186p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di dunia maya, kata kunci ”prita mulyasari” dan ”rs omni” kini sedang populer di mesin pencari. Kasus keluhan konsumen lewat e-mail pribadi itu memang memilukan yang berujung pada penahanan Prita Mulyasari. Terlepas siapa yang paling benar, dari pengalaman ini, tak ada pihak yang diuntungkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Prita Mulyasari (32), seperti terlihat di televisi, terguncang akibat penahanan ini. Pihak rumah sakit, di mata mesin pencari seperti Google dan Yahoo!, gugatan untuk menegakkan nama baik itu berbalik 180 derajat dari harapan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Buka saja Google dan masukkan kata kunci ”rumah sakit omni internasional”. Hitung berapa komentar positif dan komentar negatif di situ.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Google sebagai mesin pencari favorit telah mengindeks ribuan dan mungkin nanti bisa jutaan kecaman. Tak ada harapan bisa memulihkan kecaman itu menjadi pujian. Mesin pencari akan abadi menyimpan arsip itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selamat datang di dunia marketing 2.0. Kasus ini mengindikasikan, publik Indonesia ternyata melek internet dan siap menyongsong era baru. Suka atau tidak, bahasa baru marketing telah datang dan efektif bekerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dimotori para netter dan anggota situs jejaring sosial, terutama Facebook, tampak nyata sifat dari marketing 2.0. Jeritan satu e-mail itu berkumandang di jutaan komentar dukungan pada Prita. RS Omni Internasional yang tak aktif di dunia jejaring sosial diasosiasikan sebagai ”orang luar”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Teknologi marketing tak lagi menggunakan media konvensional. Marketing 2.0 justru bertumpu pada basis ”dari mulut ke mulut”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pemerhati marketing 2.0, Paul Beelen (&lt;a href="http://www.paulbeelen.com/"&gt;http://www.paulbeelen.com/&lt;/a&gt;), mengingatkan, tradisi word of mouth ini lebih berkuasa karena didukung para netter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mulut yang dimaksud adalah teknologi web atau menurut istilah pakar internet, Tim O’Reilly, sebagai web 2.0 yang merupakan generasi terbaru teknologi web interaktif seperti situs jejaring sosial, blog, RSS, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kini, paradigma baru bukan lagi publikasi dari perusahaan, melainkan partisipasi publik. Jutaan orang merelakan waktu berjam-jam nongkrong di situs jejaring sosial untuk berbagi.&lt;br /&gt;Data Nielsen NetView April 2009 menyebutkan, waktu yang dibutuhkan bersosialisasi di jejaring sosial nomor satu, Facebook, naik 700 persen dibandingkan dengan April tahun lalu. Twitter yang tahun lalu traffic-nya nomor lima setelah Facebook, MySpace, Blogger, dan Tagged, waktu yang dihabiskan user naik fantastis 3.712 persen daripada tahun lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ruang ”web”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Marketing 2.0 tak lagi menonjolkan iklan konvensional di publicsphere yang strategis, melainkan penetrasi websphere pada situs web dengan traffic tinggi. Tak hanya mengandalkan pembuat naskah iklan, melainkan pakar-pakar SEO atau Search Engine Optimization ulung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ahli marketing 2.0, Don Thorson, lewat situs donthorson.com menekankan materi iklan tak lagi sentralistik dari manajemen yang disaring humas ke konsumen. Materi marketing 2.0 beragam, bisa berasal dari siapa pun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Humas tak punya kontrol atas iklan yang beredar. Memilukan jika sampai ada materi buruk beredar. Namun, begitulah semangat berbagi, mereka akan membicarakan baik-buruknya layanan produk yang ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di era marketing 2.0, perusahaan tak bisa menghentikan konsumen membicarakan produknya. Menyakitkan memang, tetapi justru dari sini banyak peluang terbentang.&lt;br /&gt;Jika mau berpartisipasi, strategi ini bisa mudah digunakan. Pesan bisa tersebar layaknya virus, inilah viral marketing yang telah membuat banyak perusahaan melek internet berjaya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lari ke internet&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu para netter punya tradisi berbagi pengalaman pribadi atau mengulas produk. Ulasan atau komentar positif memang diyakini lebih efektif daripada iklan komersial.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang terbantu dengan tulisan atau review orang lain. Membaca komentar orang lain sebelum membeli laptop kini sudah menjadi kebiasaan kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang juga lari ke internet mencari segala sesuatu, misal terkait kesehatan. Konsumen makin pintar dan punya informasi yang dia peroleh dari membaca ulasan orang lain.&lt;br /&gt;Jika komunikasi dokter bermasalah, ini bisa memicu iklan buruk dan siap-siap saja menuai komentar negatif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah, gugatan terhadap komentar negatif tak akan efektif memadamkan ”bola api liar” di internet.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa solusinya? Tak ada cara lain kecuali dengarkan dan berkomunikasilah. Bagaimana jika tak berhasil? Ingat kata dokter: lipat gandakan dosisnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-9048821897335462413?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/9048821897335462413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=9048821897335462413&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9048821897335462413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9048821897335462413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/06/kasus-prita-dan-teknologi-marketing-20.html' title='Kasus Prita dan Teknologi Marketing 2.0'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Si2-AVgNQSI/AAAAAAAAAgk/lbrbt1y7itI/s72-c/1237186p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-513335944962202168</id><published>2009-05-28T10:54:00.006+07:00</published><updated>2009-05-28T11:09:25.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>World No Tobacco Day, 31 May 2009</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tobbaco Health Warnings "Showing The Truth"&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Sh4OIdQ0zJI/AAAAAAAAAgc/3rCKTkdzjx8/s1600-h/wntd09_poster_teeth_en.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340721746564926610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 283px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Sh4OIdQ0zJI/AAAAAAAAAgc/3rCKTkdzjx8/s400/wntd09_poster_teeth_en.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340721740318689138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 291px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Sh4OIF_mx3I/AAAAAAAAAgU/HqeSXskXmrE/s400/wntd09_poster_child_en.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Sh4NO4w07rI/AAAAAAAAAgE/7PKrmFFEhP8/s1600-h/wntd09_poster_child_en.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Klik &lt;a href="http://www.who.int/tobacco/wntd/2009/en/"&gt;http://www.who.int/tobacco/wntd/2009/en/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-513335944962202168?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.who.int/tobacco/wntd/2009/en/' title='World No Tobacco Day, 31 May 2009'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/513335944962202168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=513335944962202168&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/513335944962202168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/513335944962202168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/05/world-no-tobacco-day-31-may-2009.html' title='World No Tobacco Day, 31 May 2009'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Sh4OIdQ0zJI/AAAAAAAAAgc/3rCKTkdzjx8/s72-c/wntd09_poster_teeth_en.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1811595245198934125</id><published>2009-04-08T14:05:00.003+07:00</published><updated>2009-04-08T14:12:04.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Aku Meminta, Tuhan Menjawab</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SdxN9faNGfI/AAAAAAAAAf0/7FduVeTV34E/s1600-h/DivineMercyHeader.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322214578443852274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 90px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SdxN9faNGfI/AAAAAAAAAf0/7FduVeTV34E/s200/DivineMercyHeader.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SdxNkDR6EDI/AAAAAAAAAfs/ksSj52SZIEE/s1600-h/DivineMercyHeader.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku meminta kepada Tuhan untk menyingkirkan penderitaanku. Tuhan menjawab tidak. Itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak di hadiahkan, itu di pelajari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan. Tuhan menjawab tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan. Tuhan menjawab tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepadaKu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Rohku. Tuhan menjawab tidak. Kau harus menumbukannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Tuhan menjawab tidak. Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain seperti Ia mengasihiku. Tuhan menjawab, ah anak-KU akhirnya kau mengerti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;diambil dari &lt;a href="http://www.jawaban.com/"&gt;http://www.jawaban.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1811595245198934125?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1811595245198934125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1811595245198934125&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1811595245198934125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1811595245198934125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/04/aku-meminta-tuhan-menjawab.html' title='Aku Meminta, Tuhan Menjawab'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SdxN9faNGfI/AAAAAAAAAf0/7FduVeTV34E/s72-c/DivineMercyHeader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1175348973651156022</id><published>2009-03-21T12:30:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T12:31:26.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Love The Earth Shirt</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR7md6fISI/AAAAAAAAAfk/5xa193YvzqY/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315509360999211298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR7md6fISI/AAAAAAAAAfk/5xa193YvzqY/s320/6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR7leR7EYI/AAAAAAAAAfc/vc4DJhygCFw/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315509343917642114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR7leR7EYI/AAAAAAAAAfc/vc4DJhygCFw/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1175348973651156022?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1175348973651156022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1175348973651156022&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1175348973651156022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1175348973651156022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/03/love-earth-shirt.html' title='Love The Earth Shirt'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR7md6fISI/AAAAAAAAAfk/5xa193YvzqY/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-953552665215641730</id><published>2009-03-10T12:15:00.008+07:00</published><updated>2009-03-21T12:29:45.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Non Smoking Shirt Design</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64zFSCVI/AAAAAAAAAfU/H0gxwHxJvuo/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315508576407652690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64zFSCVI/AAAAAAAAAfU/H0gxwHxJvuo/s320/7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR643PookI/AAAAAAAAAfM/wkUB_5le_WQ/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315508577524818498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR643PookI/AAAAAAAAAfM/wkUB_5le_WQ/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64490YVI/AAAAAAAAAfE/kulCXAFa-ZQ/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315508577986961746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64490YVI/AAAAAAAAAfE/kulCXAFa-ZQ/s320/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64hMEq8I/AAAAAAAAAe8/moZi-4-D1dA/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315508571604298690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64hMEq8I/AAAAAAAAAe8/moZi-4-D1dA/s320/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64lfvyRI/AAAAAAAAAe0/54bNPzJUCNI/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315508572760557842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64lfvyRI/AAAAAAAAAe0/54bNPzJUCNI/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Semua kaos tersedia dalam ukuran s, m, l (men /women)&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;dengan bahan combat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;berminat? hubungi sms 081 21726334, email: &lt;a href="mailto:yosie_its@yahoo.com"&gt;yosie_its@yahoo.com&lt;/a&gt; atau chat box.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-953552665215641730?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/953552665215641730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=953552665215641730&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/953552665215641730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/953552665215641730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/03/non-smokers-buktiin-beli-kaos-ini.html' title='Non Smoking Shirt Design'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/ScR64zFSCVI/AAAAAAAAAfU/H0gxwHxJvuo/s72-c/7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8617705106215170107</id><published>2009-02-13T09:01:00.005+07:00</published><updated>2009-02-13T09:07:37.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Peduli Anti Rokok?? Klik alamat ini</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302097521202255906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 275px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SZTVmpO9WCI/AAAAAAAAAdc/XD4wwLmpdeo/s400/anti.bmp" border="0" /&gt;&lt;a href="http://www.lindungikami.org/"&gt;http://www.lindungikami.org/&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8617705106215170107?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/8617705106215170107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=8617705106215170107&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8617705106215170107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8617705106215170107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/02/peduli-anti-rokok-klik-alamat-ini.html' title='Peduli Anti Rokok?? Klik alamat ini'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SZTVmpO9WCI/AAAAAAAAAdc/XD4wwLmpdeo/s72-c/anti.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6421869283305747324</id><published>2009-02-12T08:08:00.003+07:00</published><updated>2009-02-12T08:15:41.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Seto Mulyadi: Semua Iklan Rokok Harus Distop</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301713198689682578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 273px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SZN4EITmBJI/AAAAAAAAAdM/PNlBjNfcDdE/s400/child.bmp" border="0" /&gt;Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mengatakan seluruh promosi dan iklan yang menjelaskan wujud rokok harus dihentikan. Sebab, berisi ajakan yang merugikan kepada anak yang secara langsung menjadi perokok generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;"Bentuk iklan dan promosi baik memperlihatkan atau tidak harus distop tanpa terkecuali," kata Seto ketika ditemui jelang sidang judicial review soal iklan rokok di Mahkamah Konstitusi Jakarta, Rabu (11/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seto mengatakan, saat ini hampir 25 persen seseorang usia 13-15 tahun adalah perokok. Bahkan, 3,2 persen diantaranya adalah perokok aktif. Selain itu, tahun 2001 sebanyak 0,4 persen anak-anak usia 5-9 tahun telah menjadi perokok. Angka itu meningkat tiga tahun kemudian menjadi 1,4 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angka ini memperlihatkan peningkatan yang tinggi dimana jumlah anaknya meningkat 100 persen lebih dalam waktu tiga tahun," tambah Seto.&lt;br /&gt;Regulasi pelarangan rokok, lanjut Seto, harus segera dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat sejalan dengan pelarangan iklan rokok jika nanti diberlakukan. Mengenai sanksi jika tetap ada yang memasang iklan berbau rokok, menurut Seto diserahkan secara yuridis yang diatur pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastinya kita tidak ingin anak-anak, terlebih yang umurnya 12 sampai 15 mulai menjadi perokok aktif akibat terbujuk rayuan rokok yang hanya merupakan keuntungan perusahaan rokok saja," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6421869283305747324?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/6421869283305747324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=6421869283305747324&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6421869283305747324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6421869283305747324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/02/seto-mulyadi-semua-iklan-rokok-harus.html' title='Seto Mulyadi: Semua Iklan Rokok Harus Distop'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SZN4EITmBJI/AAAAAAAAAdM/PNlBjNfcDdE/s72-c/child.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-9165902608231786644</id><published>2009-01-28T08:34:00.004+07:00</published><updated>2009-01-28T08:41:56.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Iklan Rokok Harus Ikut Dilarang !!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SX-3u6iN3jI/AAAAAAAAAc8/mENFlvOw51E/s1600-h/IMG_1616.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296153703425629746" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 254px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SX-3u6iN3jI/AAAAAAAAAc8/mENFlvOw51E/s320/IMG_1616.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tindak lanjut fatwa haram merokok bagi anak-anak, wanita hamil, ulama, dan di tempat umum yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus diikuti dengan larangan terhadap iklan rokok. Pasalnya, iklan rokok memiliki efektivitas yang tinggi untuk membujuk masyarakat, terutama anak-anak, untuk merokok.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), seperti disampaikan Sekjen Arist Merdeka Sirait, mendesak pemerintah pusat untuk segera melarang segala bentuk iklan, promosi maupun sponsor rokok. "Iklan memang strategi yang paling luar biasa untuk memengaruhi anak. Ketika iklan dihentikan tidak akan merugikan industri kok. Yang jelas, itu bisa mengundang anak merokok. Malaysia dan Thailand sudah membuktikannya kok," ujar Arist dalam pernyataan sikap Komnas Anak di Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Litigasi/Wakil Ketua Komnas Anak Muhammad Joni membenarkan pendapat Arist mengenai efektivitas iklan rokok bagi pola rokok anak-anak dan remaja. Menurut riset yang dikembangkan Komnas Anak bersama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka pada tahun 2007, sekitar 99,7 persen remaja yang merokok melihat iklan rokok di televisi, 86,7 persen melihat iklan rokok di media luar ruang, 76,2 persen melihat iklan rokok di koran dan majalah, serta 81 persen pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, 46,3 persen remaja berpendapat iklan rokok berpengaruh besar terhadap keputusan untuk mulai merokok dan 41,5 persen berpendapat keterlibatan dalam kegiatan yang disponsori rokok memiliki pengaruh untuk mulai merokok. "Jadi ada pembuktian akademik. Iklan mendorong anak merokok, berinisiasi, dan kemudian berpengaruh terhadap loyalitas anak terhadap rokok," ujar Joni.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-9165902608231786644?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/9165902608231786644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=9165902608231786644&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9165902608231786644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9165902608231786644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/01/iklan-rokok-harus-ikut-dilarang.html' title='Iklan Rokok Harus Ikut Dilarang !!!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SX-3u6iN3jI/AAAAAAAAAc8/mENFlvOw51E/s72-c/IMG_1616.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-373070929817918847</id><published>2009-01-20T15:41:00.003+07:00</published><updated>2009-01-20T15:50:06.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Menciptakan "Obama" di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SXWQJ-ySOgI/AAAAAAAAAcc/lkesxBhEPyc/s1600-h/barack_obama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293295438191016450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SXWQJ-ySOgI/AAAAAAAAAcc/lkesxBhEPyc/s320/barack_obama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Apa yang harus dilakukan kaum muda dan mahasiswa Indonesia jika suatu saat nanti tampil menjadi pemimpin bangsa, seperti Barack Obama? Kuncinya satu: aktiflah dalam kegiatan kemahasiswaan dan kemasyarakatan seperti yang pernah dilakukan Obama. Akan lebih baik jika calon pemimpin Indonesia, seperti halnya Obama, punya kepekaan lintas-budaya dan budaya lokal.Pendapat ini dikemukakan Prof Dr Bernadette N Setiadi (60), mantan Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pidatonya, ”Relevansi Psikologi Lintas-Budaya dalam Memahami Kepemimpinan Global”, relevan dengan situasi dunia yang baru menyaksikan kemenangan Obama sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) dan situasi Indonesia yang tahun depan menyelenggarakan pemilu legislatif dan presiden.”Obama itu unggul karena muda, inspiratif, dan pernah terekspos pada budaya lain sehingga ia punya kepekaan terhadap kesulitan masyarakat di negara berkembang. Perspektifnya menjadi lebih kaya,” ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Membandingkan AS dengan Indonesia memang kurang adil, katanya, karena kelas menengah di AS jumlahnya amat besar dan sistem demokrasinya jalan.”Indonesia pada zaman Soekarno, rasa menjadi satu bangsa amat kental. Walaupun kita miskin, tapi bangga menjadi orang Indonesia. Sekarang justru set back karena kita tak mengikuti perkembangan zaman dan pengetahuan. Aturan tak tertulis masih sering mengemuka bahwa untuk jadi gubernur atau bupati harus putra daerah, padahal harusnya kompetensi yang lebih penting.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bernadette tertarik masalah kepemimpinan secara umum, bukan hanya korporat. Karena itu, dia mencoba mencari jawaban mengapa hanya sedikit kaum muda dan sarjana Indonesia yang tampil menjadi pemimpin. Jawabnya, sistem pendidikan dan budaya kolektivisme kita tidak mendidik kaum muda kota untuk percaya diri.”Ia banyak mewawancarai tokoh-tokoh yang berhasil. Mereka umumnya tidak terlalu tinggi capaian akademiknya, tetapi aktif di kemahasiswaan sehingga memiliki kemampuan dalam persuasi dan keterampilan sosial.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Harusnya 10-15 persen mahasiswa kita nantinya bisa menjadi pemimpin jika sistem pendidikan kita sengaja dirancang agar siswa dan mahasiswa tidak hanya melulu belajar saja.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bernadette menyatakan, masyarakat dengan power distance yang tinggi menganggap wajar bahwa mereka yang memiliki status tinggi memiliki kekuasaan lebih besar dibandingkan orang dengan status rendah. Sebuah negara kolektivis dengan power distance tinggi, seperti Indonesia, ditandai kecenderungan untuk berorientasi pada pemegang kekuasaan dan relasi yang sifatnya hierarkis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kecenderungan ini menyebabkan individu yang dibesarkan pada budaya seperti itu menjadi takut untuk mengambil keputusan yang berbeda dari keinginan kelompok-dalamnya (in-group). Oleh karena itu, jauh lebih sulit bagi seorang pemimpin dalam budaya kolektivistik untuk melakukan tindakan yang benar tetapi tidak populer.Soeharto yang oleh sebuah parpol disandingkan dengan banyak pahlawan nasional dan guru bangsa, menurut Bernadette, dalam dua-tiga Pelita pertama memang dapat mendorong kemajuan ekonomi Indonesia dengan memanfaatkan dimensi power distance yang tinggi ini.Hanya, sayangnya, dalam perkembangan lebih lanjut, budaya kolektivisme dengan power distance tinggi ini tidak disikapi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil cenderung memprioritaskan kelompok-dalamnya saja, dan bukan kepentingan bersama yang mengatasi batas-batas kepentingan kelompoknya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tokoh seperti Obama, menurut dia, selain memiliki visi jauh ke depan dan sangat inspiratif, juga memiliki dua kualitas lain yang menentukan apakah orang-orang yang dipimpinnya mau memercayai dan mau mengikutinya. Ia memiliki integritas serta nilai menghargai martabat manusia dan nilai mendahulukan kepentingan yang lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dari &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-373070929817918847?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/373070929817918847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=373070929817918847&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/373070929817918847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/373070929817918847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/01/menciptakan-obama-di-indonesia.html' title='Menciptakan &quot;Obama&quot; di Indonesia'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SXWQJ-ySOgI/AAAAAAAAAcc/lkesxBhEPyc/s72-c/barack_obama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1039677374219532415</id><published>2009-01-16T08:29:00.001+07:00</published><updated>2009-01-16T08:30:44.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Obama, The First Wired President</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SW_jNRjAcPI/AAAAAAAAAcU/4Nzvim647yY/s1600-h/obama.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291697904371658994" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SW_jNRjAcPI/AAAAAAAAAcU/4Nzvim647yY/s320/obama.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;SEJAK belum dikenal banyak orang hingga menjadi presiden terpilih Amerika Serikat, Barack Obama telah menggunakan internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan warga Amerika.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja situs-situs sinergi yang dapat digunakan secara interaktif selama kampanye berkat tim website Obama dapat membantu warga AMerika untuk memberikan banyak masukan bagi presiden barunya. Obama sendiri dapat dikatakan telah memotong jalur komunikasi, tidak seperti yang terjadi pada media tradisional.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;"Inilah saatnya demokrasi kembali bangkitnya," ujar Andrew Rasiej, pendiri Forum Demokrat dan Blog techPresident. "(Obama) berpontesi besar mentransformasikan hubungan antara warga Amerika dan kehidupan demokrasi."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Selama Obama kampanye setidaknya beberapa situs jaringan patut diberi penghargaan seperti Facebook, MySpace dan MyBarackObama.com. Situs-situs menyampaikan agenda kegiatan, penggalangan dana, dan reli relawan. Facebook sendiri telah memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif dan rata-rata pengguna memiliki teman 100 dalam situs ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Obama memiliki lebih dari 1 juta teman di Myspace dan lebih dari 3,7 juta pendukung di halaman Facebook-nya--700.000 lebih saat dia dipilih di Bulan November. Sekitar 13 juta pendukung masuk dalam database beserta emailnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;"Obama telah menemukan sebuah model media alternatif,' ujar analis politik senior CNN Bill Schneider. "Jaman dulu presiden bicara pada rakyat lewat televisi dan rakyat menjawabnya dalam bentuk poling. Jaman sekarang, komunikasi berlangsung online dan dua arah."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Facebook, MySpece, YouTube dan Twitter belum ada di jaman George W Bush mulai memimpin delapan tahun lalu. Namun, sejak pemilihan akhir November lalu, Obama tidak membuang waktu menggunakan komunikasi online ini. Pekan terakhir, dia juga merekam sambutannya dalam sebuah video dan menayangkannya di YouTube, sehingga ratusan juta kali dapat dilihat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1039677374219532415?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1039677374219532415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1039677374219532415&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1039677374219532415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1039677374219532415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/01/obama-first-wired-president.html' title='Obama, The First Wired President'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SW_jNRjAcPI/AAAAAAAAAcU/4Nzvim647yY/s72-c/obama.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4669356662184233069</id><published>2009-01-15T08:54:00.002+07:00</published><updated>2009-01-15T08:57:35.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Merokok Tingkatkan Risiko Alzheimer</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SW6X8iEn6fI/AAAAAAAAAcM/XXT1vGabJD4/s1600-h/bc7492-002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291333678401055218" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 269px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SW6X8iEn6fI/AAAAAAAAAcM/XXT1vGabJD4/s320/bc7492-002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Merokok sudah terbukti tidak baik untuk kesehatan. Berbagai penyakit dalam tubuh bisa dipicu kebiasaan mengisap tembakau tersebut. Bahkan, dalam penelitian terbaru, kebiasaan merokok berisiko mengidap alzheimer. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lewat analisis yang dilakukan 24 penelitian sebelumnya, peneliti-peneliti dari Inggris menemukan bahwa merokok berisiko tinggi mengidap alzheimer dibandingkan bukan perokok. Ketika diperdalam, perokok memiliki 79 risiko lebih tinggi untuk kehilangan memori dibanding mereka yang bebas rokok. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tak hanya itu, ada bukti yang menyatakan bahwa smokers (perokok) berisiko mengidap tipe lain dari demensia. Serta, penurunan kemampuan mental yang berhubungan dengan usia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Intinya, dikutip Reuters Health, merokok sangat berhubungan dengan meningkatnya terjangkit alzheimer. "Dengan demikian, seharusnya orang harus menghentikan kebiasaan merokok. Bahkan, sama sekali tidak memulai merokok," ulas Dr Ruth Peters dari Imperial College London.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Peters dan rekan-rekannya yang merilis hasil penelitian itu di jurnal BMC Geriatrics menambahkan, merokok berkontribusi meningkatkan risiko demensia setara dengan pengaruh buruk rokok terhadap kesehatan jantung. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Caranya, rokok merusak pembuluh darah dan aliran darah. Seiring bertambahnya usia, hal itu (kerusakan pembuluh darah, Red) meningkatkan kerusakan jaringan otak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kabar baiknya, begitu seseorang berhenti merokok, risiko terjangkit alzheimer juga berkurang. "Memang masih butuh penelitian lanjutan. Namun, ada kemungkinan, risiko alzheimer merosot begitu smokers berhenti merokok," jelasnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4669356662184233069?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/4669356662184233069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=4669356662184233069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4669356662184233069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4669356662184233069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/01/merokok-tingkatkan-risiko-alzheimer.html' title='Merokok Tingkatkan Risiko Alzheimer'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SW6X8iEn6fI/AAAAAAAAAcM/XXT1vGabJD4/s72-c/bc7492-002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4155338230157828446</id><published>2009-01-13T13:27:00.005+07:00</published><updated>2009-01-13T13:57:44.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widya Mandala'/><title type='text'>Graduation MMWM XV 2008</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290666643072183794" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 239px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWw5R91TbfI/AAAAAAAAAcE/tOo24VLkbN4/s320/n598880700_2078873_619.jpg" border="0" /&gt;Teman2 yang Kurjar.. :)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWw4QC3IzwI/AAAAAAAAAb0/E2r2efi4wlc/s1600-h/IMG_0768s2v+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290665510550687490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWw4QC3IzwI/AAAAAAAAAb0/E2r2efi4wlc/s320/IMG_0768s2v+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;With My Wife and My Mother&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWw4Psmb3kI/AAAAAAAAAbs/6PvFMnE0NwE/s1600-h/foto+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290665504575053378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWw4Psmb3kI/AAAAAAAAAbs/6PvFMnE0NwE/s320/foto+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto bareng setelah wisuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4155338230157828446?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/4155338230157828446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=4155338230157828446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4155338230157828446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4155338230157828446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/01/graduation.html' title='Graduation MMWM XV 2008'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWw5R91TbfI/AAAAAAAAAcE/tOo24VLkbN4/s72-c/n598880700_2078873_619.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4475266040449014442</id><published>2009-01-13T13:18:00.003+07:00</published><updated>2009-01-13T13:24:43.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Berubahlah !!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWwzazmKZnI/AAAAAAAAAbk/gmxt-d_zMVY/s1600-h/6a00d8341c3d8353ef00e551d2f5c88834-640wi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290660197873378930" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWwzazmKZnI/AAAAAAAAAbk/gmxt-d_zMVY/s320/6a00d8341c3d8353ef00e551d2f5c88834-640wi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Supaya Anda siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi, terapkan konsep OCEAN yang diperkenalkan pakar manajemen Rhenald Kasali dalam bukunya, Change!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Opennes to experience&lt;/strong&gt; (keterbukaan terhadap hal-hal baru).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang yang punya cara berpikir terbuka cenderung imajinatif dan kreatif. Mereka bersifat fleksibel, menyukai keragaman, serta mengutamakan hal-hal yang sifatnya orisinil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Conscientiousness&lt;/strong&gt; (keterbukaan hati dan telinga).Mereka yang punya keterbukaan hati yang tinggi cenderung bergerak secara terpola, menghargai waktu, dapat diandalkan, disiplin, termotivasi, serta gigih mencapai tujuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Extroversion&lt;/strong&gt; (membuka diri pada orang lain).Orang yang extrovert cenderung senang berkawan dan bekerja dalam kelompok, lugas, berenergi, percaya pada orang lain, percaya diri, dan penuh keberanian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Agreeableness &lt;/strong&gt;(keterbukaan terhadap kesepakatan).Dalam setiap proses perubahan, akan ada sejumlah kesepakatan yang perlu dilakukan. Poin penting dalam mencapai kesepakatan adalah sifat kooperatif, kesediaan untuk melakukan pengorbanan bagi kepentingan yang lebih utama, serta kemampuan untuk mempercayai orang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Neuroticsm&lt;/strong&gt; (keterbukaan terhadap tekanan).Orang yang sudah terlatih menghadapi tekanan biasanya tidak terlalu sensitif dan memiliki kontrol emosi yang baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Jan 13th, 2009 -&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4475266040449014442?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/4475266040449014442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=4475266040449014442&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4475266040449014442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4475266040449014442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2009/01/berubahlah.html' title='Berubahlah !!!!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SWwzazmKZnI/AAAAAAAAAbk/gmxt-d_zMVY/s72-c/6a00d8341c3d8353ef00e551d2f5c88834-640wi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8245963698745744030</id><published>2008-12-24T13:50:00.003+07:00</published><updated>2008-12-24T14:00:54.119+07:00</updated><title type='text'>MERRY CHRISTMAS 2008</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SVHddkAPQII/AAAAAAAAAbc/fNlvXkSlKbs/s1600-h/fondo-papa-noel-merry-christmas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283247337832923266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SVHddkAPQII/AAAAAAAAAbc/fNlvXkSlKbs/s320/fondo-papa-noel-merry-christmas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; May your holidays&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;be happy days,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;filled with love&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;and laughter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;And may each day&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;bring joy your way&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;in the year&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;that follows after !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8245963698745744030?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/8245963698745744030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=8245963698745744030&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8245963698745744030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8245963698745744030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/12/merry-christmas-2008.html' title='MERRY CHRISTMAS 2008'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SVHddkAPQII/AAAAAAAAAbc/fNlvXkSlKbs/s72-c/fondo-papa-noel-merry-christmas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-5740253661657506963</id><published>2008-12-01T10:19:00.002+07:00</published><updated>2008-12-01T10:24:25.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>It's not Service anymore, It's Caring!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/STNY0jk7JEI/AAAAAAAAAbU/4U5-yVMrNHg/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274657248507536450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/STNY0jk7JEI/AAAAAAAAAbU/4U5-yVMrNHg/s320/4.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;“Services dominate the expanding world economy as never before, and nothing stands still.”&lt;/strong&gt; Itulah yang dikatakan kedua sahabat saya, almarhum Prof. Christopher Lovelock dan Prof. Jochen Wirtz. Mereka berdua menekankan pentingnya peranan servis dalam dunia bisnis saat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ya, Servis inilah yang merupakan elemen kedua dari Value Pemasaran untuk memenangkan heart share, selain merek dan proses. Yang dimaksud servis ini bukan sekadar layanan purna-jual (after-sales service), layanan pra-jual (before-sales service), atau layanan saat-jual (during-sales service). Servis juga bukan sekadar bicara soal nomor bebas pulsa bagi pelanggan, soal maintenance, atausoal customer service.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, Servis adalah value enhancer dari sebuah perusahaan. Servis adalah paradigma perusahaan untuk menciptakan sebuah value abadi bagi pelanggan melalui produk (“p” kecil) dan servis (“s” kecil). Jadi, Servis di sini mengacu kepada Servis dengan “S” besar, bukan “s” kecil. Inilah jawaban dari pertanyaan Peter Drucker, sang begawan manajemen, “What business are you really in?”. Satu-satunya jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, “We are in Service Business!” Jadi, hanya ada satu kategori bisnis, yaitu Bisnis Servis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tidak peduli apakah perusahaan tersebut bergerak di bidang restoran, hotel, atau manufaktur sepatu, satu-satunya kategori untuk seluruh bisnis haruslah hanya Bisnis Servis. Untuk menjadi sebuah Service Company yang sejati, sebuah perusahaan harus secara terus-menerus meningkatkan produk dan servis (dengan “p” dan “s” kecil). Untuk menciptakan value yang abadi dan membangun hubungan baik dengan pelanggan, apa yang ditawarkan oleh perusahaan harus memberikan value yang konstan kepada pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, untuk implementasinya sendiri dalam kegiatan operasional sehari-hari, dikenal apa yang disebut sebagai konsep Service Quality (ServQual). Konsep ini diperkenalkan oleh A. Parasuraman, Leonard L. Berry, dan Valarie A. Zeithaml untuk menganalisis sejauh mana tingkat layanan yang telah diberikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;ServQual ini terdiri dari lima elemen, yaitu &lt;strong&gt;Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness &lt;/strong&gt;yang biasa disingkat &lt;strong&gt;RATER&lt;/strong&gt;. Dalam risetnya, mereka bertiga menemukan bahwa dimensi Reliability dianggap sebagai elemen yang paling penting oleh pelanggan, disusul Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Jika kelima elemen tersebut terpenuhi, maka pelanggan akan merasa puas. Inilah dasar dari konsep customer satisfaction.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah konsep RATER ini, muncullah apa yang disebut sebagai Experience Economy yang diperkenalkan oleh Joseph Pine dan James Gilmore. Di sini perusahaan bukan sekadar melaksanakan excellent service, namun juga harus mampu memberikan pengalaman (stage experiences). Pada Experience Economy inilah pelanggan harus bisa merasakan sensasi, bukan sekadar merasa puas (customer sensation).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dan pada tingkat Servis yang terakhir, perusahaan harus bisa melakukan transformasi kepada pelanggannya. Pelanggan dilayani secara personal, satu per satu. Karena itulah, perusahaan harus bisa memberikan solusi bagi pelanggannya, bukan sekadar kepuasan atau sensasi (customer solution). Itulah sedikit tentang servis dalam era Legacy Marketing.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam era New Wave Marketing ini, istilah yang lebih tepat bukan lagi servis, namun Caring. Bagi saya, servis itu sudah taken for granted, sudah jadi sesuatu yang memang seharusnya ada. Semua perusahaan sudah melakukannya. Semua pelanggan juga sudah mengharapkannya. Bukan sesuatu yang luar biasa lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caring is beyond service&lt;/strong&gt;. Caring ini bukan sekadar servis yang mengandalkan RATER atau experience semata. Namun bagaimana pemasar bisa benar-benar memperhatikan pelanggan layaknya manusia. Jadi, kalau untuk servis kita belajar dari hospitality business, maka untuk Caring ini kita belajar dari hospital business. Inilah bedanya. Dalam hospitality industry, kalau kita tidak melakukan servis yang baik, akibat terjeleknya pelanggan akan merasa tidak puas dan mungkin saja menjadi tidak loyal kepada kita. Namun, dalam hospital industry, kalau kita tidak melakukan servis dengan baik, nyawa pasien-lah yang menjadi taruhannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara pandang seperti ini, New Wave Marketers akan benar-benar memperhatikan pelanggannya dengan sepenuh hati. Tiap-tiap orang akan berupaya menjadi “dokter” dan “perawat” bagi pelanggannya. Dan yang tak kalah penting, perusahaan akan membangun dirinya menjadi sebuah service organisation layaknya sebuah rumah sakit. Dengan menerima Caring, pelanggan bukan hanya akan merasa puas, namun juga bisa menjadi “manusia baru” layaknya seorang pasien yang baru selesai menjalani perawatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;-- Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas --&lt;br /&gt;Hermawan Kartajaya &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-5740253661657506963?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/5740253661657506963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=5740253661657506963&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/5740253661657506963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/5740253661657506963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/12/its-not-service-anymore-its-caring.html' title='It&apos;s not Service anymore, It&apos;s Caring!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/STNY0jk7JEI/AAAAAAAAAbU/4U5-yVMrNHg/s72-c/4.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-3640965282914725564</id><published>2008-11-26T11:21:00.002+07:00</published><updated>2008-11-26T11:25:47.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>It's not Brand anymore, It's Character!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SSzPpkBNE_I/AAAAAAAAAa4/tZLjkAlodTU/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272817576694322162" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 226px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SSzPpkBNE_I/AAAAAAAAAa4/tZLjkAlodTU/s320/2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TAHUKAH Anda, dari mana istilah opera sabun (soap opera) itu muncul? Ternyata istilah ini mulai ada sejak tahun 1930-an. Waktu itu Procter &amp;amp; Gamble (P&amp;amp;G) memproduksi dan mensponsori opera radio pertama. Nah, P&amp;amp;G ini sudah lama dikenal sebagai produsen sabun. Sabun Ivory misalnya, sudah dipasarkan P&amp;amp;G sejak tahun 1880-an. Pada tahun 1890-an, P&amp;amp;G bahkan sudah memproduksi lebih dari 30 jenis sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika P&amp;amp;G mensponsori opera radio tadi, orang pun lantas menyebutnya dengan istilah “opera sabun.” Opera radio ini memang ditujukan untuk ibu-ibu rumah tangga, sehingga disiarkan pada siang hari. Ketika televisi mulai populer pada tahun 1950-an sampai 1960-an, opera sabun ini pun pindah ke media televisi dan tetap secara rutin disponsori merek-merek dari P&amp;amp;G seperti deterjen ”Tide”, shampo ”Prell”, pasta gigi ”Crest”, pelembut pakaian ”Drowny”, atau popok bayi ”Pampers”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempopulerkan merek-mereknya secara massal seperti ini, maka bisa dibilang bahwa P&amp;amp;G-lah yang menjadi pelopor dalam konsep Brand Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand Management ini merupakan bagian dari Marketing Trilogy selain Product Management dan Customer Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Product Management menjadi konsep pertama yang lahir. Ketika itu orang belum terlalu mengenal pentingnya pengelolaan merek karena pesaing masih sedikit. Product Management ini membahas antara lain tentang product lifecycle (PLC). Jadi, di sini intinya adalah bagaimana caranya sebuah perusahaan mengelola produknya sehingga tidak menurun penjualannya (decline).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, orang mulai bicara soal Brand Management. Pesaing mulai bermunculan, media massa juga mulai tumbuh dan berkembang. Karena itulah perusahaan memerlukan pengelolaan merek untuk menjadikan produknya lebih dikenal orang; seperti yang dilakukan P&amp;amp;G tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir, seiring dengan perkembangan teknologi, lahirlah Customer Management. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mengenali pelanggannya dengan lebih detil. Dengan demikian perusahaan juga bisa melakukan up-selling dan cross-selling kepada pelanggan sesuai dengan profil pelanggan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah mulai dikenal konsep customer-centric yang pada intinya produsen berupaya menyediakan produk-produk yang dibutuhkan pelanggan, bukan lagi menyodorkan produk kepada pelanggan dengan anggapan bahwa pelanggan akan membelinya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas tentang apa yang disebut sebagai Marketing Trilogy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kembali ke soal Brand Management. Perusahaan melakukan langkah pengelolaan merek ini untuk meningkatkan value terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Merek inilah yang pada akhirnya akan menjadi ”pembeda” antara satu produk dengan produk lainnya di mata pelanggan sesuai value-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya ulangi, value ini—atau lengkapnya customer value karena ditinjau dari sudut pandang pelanggan—definisinya adalah hal-hal yang diterima pelanggan ketika membeli produk dibandingkan apa yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang diterima ini berupa manfaat fungsional dan manfaat emosional. Sementara pengeluaran pelanggan berupa harga produk tersebut dan pengeluaran-pengeluaran lain yang harus dikeluarkan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau dibilang sebuah produk memiliki value tinggi, artinya manfaat yang diterima lebih besar dibanding pengeluaran yang harus dibayar pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja sejumlah produk manfaat fungsionalnya sama atau tidak jauh berbeda, namun karena manfaat emosional yang dirasakan pelanggan berbeda, maka sebuah produk harganya bisa jauh lebih mahal ketimbang yang lain. Nah, merek inilah yang bisa meningkatkan manfaat emosional kepada sebuah produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada era New Wave Marketing, istilah yang lebih tepat bukan lagi brand atau merek, tapi Character.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya manusia, karakter ini pada dasarnya sama dan tetap, sesuai dengan DNA-nya. Seseorang bisa gonta-ganti baju, mengubah potongan rambut, atau bahkan melakukan operasi plastik, namun tetap saja DNA-nya tidak bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga merek. “Baju” atau kemasannya bisa berganti-ganti, namun kita tetap akan bisa mengenali karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja logo MTV. Tidak ada logo yang baku, selalu berubah-ubah. Namun, kita tetap bisa mengenali bahwa itu merupakan merek dari MTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah avatar kita yang ada di Yahoo! Messenger. Avatar ini bisa kita ganti setiap saat dengan gambar apa saja, namun tetap saja teman chatting akan mengenali kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, mungkin tidak lagi diperlukan brand book atau brand manual. Biarkan kemasan merek kita berubah-ubah, yang penting karakternya tetap. Kedinamisan ini sekaligus menunjukkan semangat muda kita. “Muda” dan “dinamis” inilah yang menunjukkan paradigma horisontal di era New Wave Marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas --Hermawan Kartajaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-3640965282914725564?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/3640965282914725564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=3640965282914725564&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3640965282914725564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3640965282914725564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/11/its-not-brand-anymore-its-character.html' title='It&apos;s not Brand anymore, It&apos;s Character!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SSzPpkBNE_I/AAAAAAAAAa4/tZLjkAlodTU/s72-c/2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1991557891972432992</id><published>2008-11-18T09:03:00.003+07:00</published><updated>2008-11-18T09:22:26.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>It's not Promotion anymore, It's Conversation!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SSImwm5twwI/AAAAAAAAAZo/7xBuukIwf9I/s1600-h/ea8561-001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269817130495099650" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SSImwm5twwI/AAAAAAAAAZo/7xBuukIwf9I/s320/ea8561-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;INILAH elemen terakhir atau keempat dari Marketing-Mix, Promosi, atau yang dikenal juga sebagai Marketing Communications. Bagi saya, Promosi dan Saluran Distribusi masih bisa dikelompokkan lagi menjadi apa yang disebut “Access”, karena lewat kedua elemen Marketing-Mix inilah pelanggan bisa mengakses apa yang ditawarkan kita. Sementara kedua elemen 4P lainnya, Produk dan Harga, disebut “Offer” karena kedua elemen itulah yang sebenarnya merupakan penawaran kita ke pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Promosi&lt;/strong&gt; ini secara garis besar memiliki tiga tujuan, yaitu untuk &lt;strong&gt;menginformasikan&lt;/strong&gt;, untuk &lt;strong&gt;membujuk&lt;/strong&gt;, atau untuk &lt;strong&gt;mengingatkan&lt;/strong&gt; pelanggan. Promosi bisa dipakai untuk menginformasikan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya. Promosi juga bisa dipakai untuk membujuk pelanggan untuk membeli sekarang juga atau supaya pelanggan melakukan brand switching. Promosi sering juga digunakan untuk mempertahankan brand awareness, mengingatkan pelanggan di mana harus membeli produk, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, secara tradisional, promosi ini terdiri dari lima elemen yang disebut &lt;strong&gt;marketing communications-mix&lt;/strong&gt;, yaitu &lt;strong&gt;advertising&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;public relations&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;personal selling&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;direct marketing&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;sales promotion&lt;/strong&gt;. Belakangan, terutama setelah era Internet, marketing communications-mix ini menjadi bertambah banyak. Ada &lt;strong&gt;event marketing&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Internet marketing&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;SMS marketing&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;multimedia marketing&lt;/strong&gt;, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Karena cara dan media untuk berpromosi semakin beragam, tidak jarang terjadi ketidakkonsistenan pesan. Iklan di televisi bisa berbeda pesannya dengan apa yang disampaikan lewat penyelenggaraan event. Hal ini bisa menyebabkan kebingungan di mata pelanggan. Karena itulah, muncul kesadaran untuk mengintegrasikan semua bentuk promosi yang ada. Maka, lahirlah apa yang disebut &lt;strong&gt;Integrated Marketing Communications &lt;/strong&gt;(IMC).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya IMC ini, maka pesan yang disampaikan oleh perusahaan bisa lebih konsisten dan relevan. Perusahaan yang pertama kali menerapkan konsep IMC ini salah satunya adalah Disney pada era 1950-1960-an. Disney melakukan sinergi terhadap semua aktivitas promosi lewat televisi, media cetak, film, merchandise, dan theme park-nya sehingga secara keseluruhan mampu memperkuat merek Disney.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas tentang masalah Promosi atau Marketing Communications yang ada dalam era Legacy Marketing. Nah, dalam era &lt;strong&gt;New Wave Marketing, istilah yang lebih tepat bukan lagi promosi, namun Conversation&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Promotion&lt;/strong&gt; itu sifatnya &lt;strong&gt;searah, top-down, &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;one-to-many. Semua itu sifatnya vertikal.&lt;/strong&gt; Sementara &lt;strong&gt;Conversation&lt;/strong&gt; itu sifatnya &lt;strong&gt;horisontal: dua arah, peer-to-peer, &lt;/strong&gt;dan&lt;strong&gt; many-to-many.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Sebagian besar bentuk promosi yang dilakukan sekarang datangnya dari perusahaan dan ditujukan kepada pelanggan. Hampir tidak ada interaksi sama sekali antara perusahaan dan pelanggan ataupun antar pelanggan sendiri. “Kebenaran” yang ada hanya satu versi, yaitu versi perusahaan. Sementara Conversation berarti terjadi diskusi alias interaksi antara dua pihak yang kedudukannya setara. Di sini “kebenaran”-nya merupakan kebenaran bersama (common truth).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pelanggan akan lebih bisa menerima kebenaran bersama itu ketimbang kebenaran satu versi saja. Hal ini karena dalam Conversation pelanggan bisa meng-Clarify hal-hal yang diutarakan oleh perusahaan. Maka, dari sisi penerimaan pelanggan terhadap informasi yang disampaikan perusahaan, Conversation akan menjadi lebih dipercaya ketimbang promosi. Lalu, dari sisi anggaran sendiri, Conversation merupakan praktik low-budget high-impact marketing. Sementara promosi adalah high-budget high-impact marketing, dan kalau tidak hati-hati malah bisa jadi high-budget low-impact marketing.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Promosi dalam era Legacy Marketing masih didominasi oleh media televisi yang biayanya mahal. Media televisi memang merupakan media yang bisa menjangkau masyarakat secara luas dalam waktu cepat. Namun, efektivitasnya sampai saat ini masih dipertanyakan. Seperti pernah saya bilang, langkah promosi seperti ini ibaratnya seorang Rambo, bukan sniper.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Anda harus bisa mengubah promosi menjadi Conversation. Pertama-tama Anda melakukan Communitization, dan pada akhirnya membiarkan terjadinya Conversation di dalam komunitas tersebut.Cara seperti ini lebih efisien dan efektif. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya dan upaya yang terlalu besar, karena aktivitas selanjutnya dilakukan oleh komunitas itu sendiri. Selain itu juga lebih efektif karena adanya “kebenaran bersama” tadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa iklan televisi tidak diperlukan lagi. Namun tentu dengan syarat bahwa Anda punya budget yang besar. Selain itu, iklan televisi Anda juga harus bisa memancing timbulnya Conversation lebih lanjut di antara pelanggan sehingga tidak berhenti sebatas ditonton orang semata.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;-- Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas --Hermawan Kartajaya &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1991557891972432992?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1991557891972432992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1991557891972432992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1991557891972432992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1991557891972432992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/11/its-not-promotion-anymore-its.html' title='It&apos;s not Promotion anymore, It&apos;s Conversation!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SSImwm5twwI/AAAAAAAAAZo/7xBuukIwf9I/s72-c/ea8561-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-5669404397464568855</id><published>2008-11-12T16:07:00.002+07:00</published><updated>2008-11-12T16:13:24.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Ratifikasi Konvensi Antitembakau, Segera!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SRqeHYYL0oI/AAAAAAAAAZc/-J_SuG53ED8/s1600-h/ist2_4978148-isolatet-cigarett-and-ash-on-a-white-background.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267696563803378306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SRqeHYYL0oI/AAAAAAAAAZc/-J_SuG53ED8/s320/ist2_4978148-isolatet-cigarett-and-ash-on-a-white-background.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;JAKARTA, RABU — Semakin meningkatkan konsumen rokok di Indonesia melahirkan rasa prihatin pada sejumlah kalangan masyarakat, terutama para pemerhati masalah kesehatan. Mereka lantas mendesak Pemerintah untuk segera meratifikasi kebijakan yang dikeluarkan WHO (Badan Kesehatan PBB) tentang pengurangan atau pembatasan rokok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menurut salah seorang peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonsia Abdillah Ahsan, hingga saat ini sudah ada 168 negara yang meratifikasi kerangka konvensi pengendalian tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). "Namun Indonesia tidak termasuk di dalamnya karena belum mendapat pengesahan dari Pemerintah, padahal sudah berulangkali kami desak," kata Ahsan di sela acara Pembacaan Petisi Anti-Rokok di Jakarta, Rabu (12/11). Pembacaan petisi ini didukung 133 tokoh masyarakat dan publik figur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Meskipun sudah ada peraturan daerah dan peraturan gubernur DKI Jakarta, yang mengatur tentang larangan merokok di areal publik, namun kenyataannya tak sesuai dengan yang ada di lapangan. "Sebab dari data yang dikeluarkan oleh WHO pada 2008 menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara pengguna rokok terbesar ketiga setelah China dan India," lanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sedangkan berdasarkan data yang dimiliki Ahsan, sebanyak 400 ribu orang per tahun di Indonesia meninggal dunia akibat rokok, dan 60 juta lainnya tercemar karena asap rokok. "Untuk konsumsi di kalangan remaja meningkat 144 persen dari tahun 1995, sampai tahun 2004," jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena itu, pihaknya akan terus mendesak Presiden dan anggota DPR untuk segera meratifikasi FCTC dan membuat UU yang mengatur pengendalian dampak tembakau karena sifatnya yang mendesak. "Walaupun Pemerintah Indonesia turut menyusun FCTC, namun sampai saat ini belum ikut meratifikasinya, padahal itu merupakan suatu kebutuhan yang mendesak," tutur Ahsan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt; / Rabu, 12 November 2008  14:26 WIB&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-5669404397464568855?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/5669404397464568855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=5669404397464568855&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/5669404397464568855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/5669404397464568855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/11/ratifikasi-konvensi-antitembakau-segera.html' title='Ratifikasi Konvensi Antitembakau, Segera!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SRqeHYYL0oI/AAAAAAAAAZc/-J_SuG53ED8/s72-c/ist2_4978148-isolatet-cigarett-and-ash-on-a-white-background.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1026808411639553911</id><published>2008-10-29T09:37:00.004+07:00</published><updated>2008-10-29T10:00:55.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>It's not Positioning anymore, It's Clarifying!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQfRi1CfmTI/AAAAAAAAAYk/v0-rUr974JI/s1600-h/ist2_5436463-red-peon-leader.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262405085889009970" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQfRi1CfmTI/AAAAAAAAAYk/v0-rUr974JI/s320/ist2_5436463-red-peon-leader.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam Legacy Marketing, Positioning dilakukan setelah kita melakukan Segmentasi dan Targeting. Positioning ini maksudnya bukan peringkat produk itu di pasar. Masih ada yang keliru soal ini. Dikiranya kalau bicara soal positioning berarti bicara soal ada di posisi nomor berapa produk itu di pasar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu definisi positioning. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja Volvo, BMW, dan Mercedes-Benz. Ketiganya merupakan produk yang berada dalam satu kategori dan juga menyasar segmen pasar yang relatif sama. Namun, positioning-nya bisa berbeda. Kalau ingat Volvo kita ingat ”safety”, sementara BMW adalah ”the ultimate driving machine” dan Mercedes-Benz merupakan ”a symbol of luxury”. Itulah positioning dari ketiga brand mobil mewah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Positioning inilah yang melekat di benak pelanggan. Karena itulah, jarang ada orang yang punya BMW terus menggunakan sopir misalnya, beda dengan orang yang punya Volvo dan Mercy. Pemilik BMW ingin merasakan sendiri sensasi mengendarai BMW. Juga, ketika seseorang merasa sudah mapan hidupnya, biasanya akan lebih memilih Mercy sebagai simbol status kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bisa dilihat bahwa produk yang hampir sama bisa punya positioning yang berbeda. Lebih jauh, positioning ini sebenarnya merupakan strategi untuk membangun kredibilitas di mata pelanggan. Kalau sudah memiliki kredibilitas, pelanggan akan lebih mudah mengikuti dan membeli apa-apa yang kita tawarkan. Dengan adanya kredibilitas, pelanggan bisa merasakan “kehadiran” brand kita dalam benak mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Profesor Yoram Wind dari Wharton University of Pennsylvania mendefinisikan positioning sebagai Reason for Being. Menurutnya, positioning adalah tentang mendefinisikan identitas dan kepribadian brand ke dalam benak pelanggan. Hal ini karena kita sudah ada dalam Era of Choices. Pelanggan sudah punya banyak pilihan. Karena itu, perusahaan tidak dapat lagi memaksa pelanggan untuk membeli produk mereka; perusahaan tidak lagi dapat mengelola pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam era seperti ini, perusahaan harus memiliki kredibilitas dalam benak pelanggan. Karena pelanggan tidak dapat dikelola, mereka harus dipimpin. Agar sukses dalam memimpin pelanggan, perusahaan harus memiliki kredibilitas. Jadi, positioning bukan hanya tentang membujuk dan menciptakan citra dalam benak pelanggan. Positioning adalah tentang mendapatkan kepercayaan pelanggan. Positioning adalah tentang pencarian kepercayaan. Tentang menciptakan suatu ’being’ dalam benak pelanggan dan memimpin mereka secara kredibel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebab mengapa saya menyebut positioning sebagai “being strategy”. Inilah raison d’être brand Anda. Kalau Kijang mengatakan bahwa positioning-nya adalah “mobil keluarga”, maka sesungguhnya ia sedang membangun kepercayaan kepada setiap pelanggannya bahwa Kijang memang betul-betul menjadi mobil keluarga. Kijang bisa memuat banyak orang (mulai dari ibu-bapak, nenek-kakek, anak-cucu, semua terangkut). Kijang juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan: bisa untuk dipakai pergi ke kantor, mengantar anak-anak sekolah, dipakai ibu untuk berbelanja, atau dipakai oleh semua anggota keluarga saat mudik lebaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;era New Wave Marketing saat ini, yang harus dilakukan bukanlah melakukan Positioning lagi, tapi Clarifying&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Jadi, kita bukan lagi melakukan positioning brand kita pada target market, namun melakukan Clarifying pada Confirmed-Community. Clarifying bermakna memperjelas sesuatu. Dengan melakukan klarifikasi, berarti kita memperjelas persona atau karakter kita kepada komunitas yang sudah kita confirm sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam Clarifying ini, kita harus bisa menjawab, siapa diri kita yang sebenarnya, what is our color. Hal ini perlu dilakukan karena persepsi atau positioning tentang diri kita bisa terbentuk dari beragam pihak: dari perusahaan kita sendiri, dari pelanggan, dari media massa, dan bahkan dari pesaing kita.&lt;br /&gt;Positioning yang ada dalam benak konsumen bisa berubah sepanjang perjalanan waktu karena adanya pengaruh dari berbagai pihak tadi, baik yang disengaja maupun tidak. Karena itu, bisa-bisa pelanggan punya persepsi yang kabur atau tidak jelas terhadap kita. Dengan melakukan Clarifying, kita memperjelas makna karakter kita kepada suatu komunitas. Setelah itu, klarifikasi ini akan berjalan di antara para anggota komunitas itu dengan sendirinya tanpa perlu melibatkan kita lagi.&lt;br /&gt;Jadi, dalam era New Wave Marketing saat ini, bukan lagi masanya Positioning yang bersifat vertikal. Marketer harus bisa melakukan Clarifying yang sifatnya horisontal. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1026808411639553911?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1026808411639553911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1026808411639553911&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1026808411639553911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1026808411639553911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/its-not-positioning-anymore-its_29.html' title='It&apos;s not Positioning anymore, It&apos;s Clarifying!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQfRi1CfmTI/AAAAAAAAAYk/v0-rUr974JI/s72-c/ist2_5436463-red-peon-leader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4551555306263754579</id><published>2008-10-29T09:25:00.002+07:00</published><updated>2008-10-29T09:33:32.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>"It's Not Targeting Anymore, It's Confirming!"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQfLaDZX5QI/AAAAAAAAAYU/N-Ns5q8Tq4w/s1600-h/ist2_5051911-target-man.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262398338054481154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQfLaDZX5QI/AAAAAAAAAYU/N-Ns5q8Tq4w/s320/ist2_5051911-target-man.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;DALAM legacy marketing, setelah melakukan segmentasi, langkah berikutnya adalah memilih segmen mana yang akan Anda layani. Inilah yang disebut targeting. Segmen yang Anda layani ini namanya target market. Target market ini bisa terdiri atas satu segmen, bisa juga beberapa segmen.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu melakukan targeting? Ya, karena sumber daya kita yang terbatas. Kita harus mengalokasikan sumber daya kita tersebut secara tepat. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Targeting adalah tentang bagaimana kita menempatkan dengan tepat perusahaan kita ke dalam segmen yang sudah dipilih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Karena itu, saya menyebutnya sebagai fitting strategy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ada empat kriteria yang biasa dipakai untuk menilai menarik-tidaknya sebuah segmen pasar untuk dijadikan target market. Kriteria itu, yaitu &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ukuran pasar, pertumbuhan pasar, situasi persaingan, dan keunggulan daya saing&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Secara singkat, penjelasannya sebagai berikut. Ukuran pasar yang semakin besar menunjukkan jumlah konsumen yang semakin banyak juga. Hal ini tentu ini akan semakin menarik minat perusahaan untuk masuk ke pasar tersebut. Kemudian, walaupun ukurannya saat ini kecil, namun kalau pertumbuhan pasarnya terus meningkat, berarti prospek pasar tersebut di masa depan juga cukup cerah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan juga harus melihat situasi persaingan, apakah pemain di pasar tersebut masih sedikit atau sudah terlalu banyak. Kalau sudah terlalu banyak, tentu pasar tersebut jadi kurang menarik karena berarti perusahaan harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk masuk ke situ. Nah, kriteria yang terakhir yang sebenarnya paling penting, yaitu keunggulan daya saing. Ketiga kriteria sebelumnya bisa saja diabaikan kalau Anda benar-benar punya daya saing yang kuat.&lt;br /&gt;Jadi, bisa saja target market Anda saat ini ukurannya masih kecil dan pertumbuhannya juga tidak terlalu pesat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun, karena Anda benar-benar punya produk yang unggul, Anda yakin bahwa produk Anda akan diterima oleh pelanggan dan membuat pasar itu semakin membesar. Anda juga tidak perlu khawatir dengan para pemain lainnya karena Anda yakin bahwa mereka tidak dapat meniru keunggulan produk Anda itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Itulah penjelasan singkat tentang targeting dalam legacy marketing. Namun, dalam era new wave marketing saat ini, yang harus dilakukan bukanlah melakukan targeting, tapi confirming. Confirming ini sejalan dengan langkah awal dalam Strategi yang sudah kita lakukan sebelumnya, yaitu communitization. Setelah kita bisa mengidentifikasi sejumlah komunitas, kita akan meng-confirm ke komunitas mana kita akan bergabung (join). Dengan melakukan konfirmasi, berarti kita berupaya menguji kebenaran dari sesuatu. Kita berupaya menghilangkan semua keraguan yang ada dengan mencari fakta-fakta yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi ini kita lakukan untuk menemukan apa yang disebut sebagai ”sweet spot.” Jadi, kita harus menemukan komunitas yang mampu memberikan manfaat kepada kita secara optimum. Sama seperti pada segmentasi vs communitization, pada confirming ini prosesnya juga berlangsung secara sejajar, bersifat horisontal. Beda dengan targeting yang lebih bersifat top-down alias vertikal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, targeting dilakukan oleh perusahaan. Jadi, suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, seseorang bisa menjadi target market sebuah perusahaan. Hal ini memang karena sedari awal, sejak proses segmentasi, orang tersebut tidak pernah menjadi subyek, hanya obyek semata.&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam confirming, kalau ada yang mau bergabung dengan suatu komunitas, entah itu individu atau perusahaan, komunitas tersebut punya dua pilihan, apakah mau meng-confirm atau meng-ignore-nya. Orang atau perusahaan ini tidak bisa berbuat apa-apa kalau di-ignore oleh komunitas tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebaliknya, kalau kita tergabung dalam suatu komunitas, kita juga bisa meng-confirm atau meng-ignore orang-orang yang mau bergabung dengan kita.&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa sebuah komunitas tersebut sama powerful-nya dengan sebuah perusahaan. Semua pihak berdiri sejajar. Seth Godin dalam bukunya Permission Marketing sebenarnya sudah membahas secara prinsip pentingnya menempatkan pelanggan sebagai subyek, bukan lagi obyek. Bedanya, dalam Permission Marketing pelanggan masih dianggap sebagai individu, sementara pelanggan dalam Confirming adalah suatu komunitas. Juga, ketika Godin menulis Permission Marketing tersebut belum lahir Web 2.0 yang berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan dan peranan komunitas online.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jadi, perlakukanlah pelanggan Anda sebagai subyek, sebagai manusia yang sama dengan Anda. Dalam era new wave marketing saat ini, bukan lagi masanya targeting yang bersifat vertikal. Marketer harus bisa melakukan confirming yang sifatnya horizontal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4551555306263754579?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/4551555306263754579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=4551555306263754579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4551555306263754579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4551555306263754579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/its-not-targeting-anymore-its.html' title='&quot;It&apos;s Not Targeting Anymore, It&apos;s Confirming!&quot;'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQfLaDZX5QI/AAAAAAAAAYU/N-Ns5q8Tq4w/s72-c/ist2_5051911-target-man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1693767858539594326</id><published>2008-10-25T13:13:00.002+07:00</published><updated>2008-10-25T13:16:22.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Negosiasi, Kunci Sukses Toko Tionghoa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQK5phXLlTI/AAAAAAAAAYM/DTT4XEV4_8E/s1600-h/880312-001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260971437703533874" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 212px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQK5phXLlTI/AAAAAAAAAYM/DTT4XEV4_8E/s320/880312-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Siapapun yang sedang berbelanja pasti menginginkan barang tersebut diperoleh dengan harga yang murah, bahkan kalau bisa dengan harga serendah-rendahnya. Ada prinsip-prinsip negosiasi yang harus Anda kuasai untuk bisa mewujudkanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip negosiasi yang diungkapkan oleh Istijanto Oei dalam peluncuran bukunya 'Rahasia Sukses Toko Tionghoa' dapat dipakai, mulai dari negosiasi pembelian rumah, mobil, hingga barang ketebelece di grosiran misalnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pria berdarah Tionghoa ini mengatakan, prinsip pertama yang perlu diingat adalah semua hal bisa dinegosiasikan. Kemudian, jangan pernah langsung menjawab 'ya'.&lt;br /&gt;"Sama seperti seorang wanita ketika ditembak pria, jangan langsung jawab 'ya'. Nilainya bisa turun. Pikirkan apakah sesuatu itu terbaik untuk Anda atau di tempat lain ada yang terbaik," ujar Istijanto. Pertimbangkan juga tawaran yang lebih baik ada di tempat lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan barang yang Anda cari, selalu lakukan percobaan menawar dengan penjualnya. Namun, jangan terburu-buru menawar harga. Tunjukkan terlebih dulu ketidaktertarikan pada benda yang Anda inginkan itu dengan mengatakan sesuatu yang tidak ada pada dia hingga membuat penjual merasa tertekan. Istijanto mengatakan, prinsip ini merendahkan nilai barang penjual.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, awali tawaran dengan bidikan kita tertinggi. Misalnya bila barang ditawarkan Rp 100.000, jangan malu menawar hingga Rp 30.000. "Jangan malu menawar gila-gilaan. Jangan mudah menyerah," tandas Istijanto.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Selalu pegang kendali hingga Anda menilai si penjual tak mau tuurn harga lagi karena harga itu adalah harga terendahnya. Ketika sudah ada harga kesepakatan, selalu minta lebih, misalnya minta bonus selain barang yang Anda beli.&lt;br /&gt;Istijanto mengatakan, pada dasarnya dalam negosiasi, ada win-win solution antara pembeli dan penjual.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1693767858539594326?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1693767858539594326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1693767858539594326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/negosiasi-kunci-sukses-toko-tionghoa.html' title='Negosiasi, Kunci Sukses Toko Tionghoa'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SQK5phXLlTI/AAAAAAAAAYM/DTT4XEV4_8E/s72-c/880312-001.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-3259453014318757583</id><published>2008-10-23T10:26:00.004+07:00</published><updated>2008-10-25T13:17:50.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Perda Pembatasan Rokok Disahkan DPRD Surabaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP_vOayNgcI/AAAAAAAAAYE/tDljymoONYc/s1600-h/ist2_7207245-stop-smoking.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260185920779157954" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP_vOayNgcI/AAAAAAAAAYE/tDljymoONYc/s320/ist2_7207245-stop-smoking.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Asap rokok tak lagi bebas bertebaran di Surabaya. Sebab, peraturan daerah (perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan kawasan terbatas merokok (KTM) telah disahkan di DPRD Surabaya kemarin. Perda tersebut juga mencantumkan sanksi cukup berat bagi siapa pun yang melanggar KTR maupun KTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan perda KTD dan KTM sebenarnya memakan waktu cukup lama, yakni sembilan bulan. Bahkan, masa kerja panitia khusus yang membahas raperda tersebut harus diperpanjang hingga empat kali. Ketua Pansus Raperda KTR dan KTM Retna Wangsa Bawana juga mengakui bahwa pihaknya sempat terbelit perdebatan alot saat membahas poin-poin krusial perda. "Ada yang berpendapat bahwa di daerah tertentu boleh merokok, ada yang tidak. Karena saling ngotot, prosesnya menjadi lama," katanya kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, perda tersebut bakal menciptakan perubahan luar biasa jika dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Minimal, keluhan masyarakat tentang gangguan asap rokok di tempat-tempat umum teratasi. Misalnya, di dalam angkutan atau gedung tertutup yang ber-AC. "Efektif atau tidaknya perda ini bergantung pemkot sebagai pelaksana. Apa mau dilaksanakan, atau hanya pajangan," ujarnya. Politikus Partai Damai Sejahtera itu menjelaskan, perda KTR diberlakukan di lima jenis lokasi. Yakni, sarana kesehatan, tempat belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, dan angkutan umum. Menurut Retna, lima kawasan itu adalah ruang publik yang akan sangat terganggu jika ada asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas menjual, membuat, mempromosikan, dan menggunakan rokok. Tidak hanya itu, menyelenggarakan iklan rokok juga dilarang. "Karena sama saja menawarkan agar orang merokok. Pokoknya, di daerah itu sama sekali tidak boleh merokok," tuturnya.Lain halnya dengan kawasan terbatas merokok. Pria yang juga menjabat ketua Komisi A itu menerangkan, merokok tetap diizinkan di KTM selama ada ruang khusus yang disediakan. Misalnya, di gedung perkantoran maupun pasar. Ruang khusus disediakan pihak yang bertanggung jawab di lingkungan tersebut. "Kalau kantor ya kepala kantor, kalau dinas ya kepala dinas," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sanksi terhadap pelanggar perda? Sesuai pasal 11, masyarakat yang melanggar KTR bisa dikenai kurungan maksimal tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Hanya, lanjut Retna, tindak pidana yang dimaksud bukan kejahatan, tapi pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masuk Sosialisasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah disahkan, perda tersebut tidak dapat langsung diberlakukan. Sebelum menerapkan, pemkot diberi waktu delapan bulan untuk menyosialisasikan aturan-aturan itu kepada masyarakat. "Kalau tiba-tiba langsung diberlakukan, masyarakat bisa kaget," ucap Wakil Wali Kota Arif Afandi setelah sidang paripurna.Dalam waktu dekat pemkot juga akan menyusun peraturan wali kota untuk melaksanakan perda itu. Isinya penjelasan lebih detail tentang poin-poin perda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, daerah-daerah mana yang masuk kategori KTR maupun KTM.Untuk penindakan, Wawali menjelaskan bahwa wewenang tersebut diserahkan ke Satpol PP. Menurut dia, Satpol PP adalah penyidik pegawai negeri sipil yang bertugas menegakkan perda. Jika ada yang tertangkap, diserahkan ke pengadilan untuk dijatuhi sanksi oleh hakim. "Yang memutuskan hukuman tetap hakim," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;http://www.jawapos.com/&lt;/a&gt; - 23 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-3259453014318757583?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3259453014318757583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3259453014318757583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/perda-pembatasan-rokok-disahkan-dprd.html' title='Perda Pembatasan Rokok Disahkan DPRD Surabaya'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP_vOayNgcI/AAAAAAAAAYE/tDljymoONYc/s72-c/ist2_7207245-stop-smoking.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7153657188248217818</id><published>2008-10-23T09:20:00.002+07:00</published><updated>2008-10-23T09:23:36.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>From Segmentation to Communitization</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP_gBd2OaDI/AAAAAAAAAXw/82i-vhr0BYk/s1600-h/ao7879-001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260169205588584498" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 289px; CURSOR: hand; HEIGHT: 276px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP_gBd2OaDI/AAAAAAAAAXw/82i-vhr0BYk/s320/ao7879-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;DALAM Legacy Marketing, langkah pertama untuk menyusun strategi marketing adalah dengan melakukan segmentasi. Segmentasi ini bisa dilakukan berdasarkan sejumlah variabel, yang umum digunakan adalah variabel geografis, demografis, psikografis, dan perilaku (behavioral).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis misalnya, bisa dibuat segmen pasar perkotaan dan pedesaan. Kemudian secara demografis, bisa dibuat segmen pelanggan berusia di bawah 20 tahun dan di atas 20 tahun. Secara psikografis, ada segmen yang suka produk-produk bermerek walaupun mahal, ada juga segmen yang lebih suka produk-produk yang harganya terjangkau. Kemudian, secara perilaku (behavioral), ada pelanggan yang membeli produk secara rutin, ada yang sesekali saja tergantung kebutuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit bahasan tentang segmentasi yang mungkin sudah sangat Anda pahami. Namun, dalam era New Wave Marketing saat ini, yang harus dilakukan bukanlah melakukan segmentasi, tapi Communitization. Ya, New Wave Marketer harus bisa membentuk suatu komunitas atau memanfaatkan komunitas yang ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Definisi komunitas sendiri ada macam-macam. Namun, definisi yang paling tepat adalah definisi yang terdapat dalam buku The Cluetrain Manifesto. Di dalam buku ini, komunitas didefinisikan sebagai sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya.&lt;br /&gt;Jadi, dalam komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Beda dengan segmentasi yang anggota segmennya bisa tidak peduli satu sama lain. Inilah salah satu perbedaan yang jelas antara segmentasi dengan Communitization. Kemudian, dalam segmentasi, pembentukannya dilakukan oleh perusahaan sehingga sifatnya vertikal. Prosesnya berlangsung dari atas ke bawah. Pelanggan dan calon pelanggan dianggap berada di bawah produsen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam Communitization, pembentukannya dilakukan oleh orang per orang yang setara sehingga bersifat horisontal. Juga, kalau dalam &lt;strong&gt;Segmentasi &lt;/strong&gt;yang terjadi adalah &lt;strong&gt;high-budget high-impact marketing&lt;/strong&gt;, maka dalam &lt;strong&gt;Communitization&lt;/strong&gt; yang terjadi adalah &lt;strong&gt;low-budget high-impact marketing.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Ya karena sifat segmentasi yang inisiatifnya dari perusahaan. Untuk melakukan segmentasi biasanya sebuah perusahaan harus melakukan riset pasar terlebih dahulu atau membeli laporan riset pasar yang harganya mahal. Segmentasi ini juga tidak ada yang ”merawat”, karena memang antar anggota segmen tersebut bisa tidak kenal satu sama lain, dan kita juga tidak peduli akan hal ini. Sementara dalam Communitization, perusahaan tidak harus melakukan riset pasar. Cukup mengidentifikasi komunitas yang sudah ada. Kalau ternyata tidak menemukan komunitas yang dianggap cocok, maka barulah perusahaan tersebut mempelopori berdirinya suatu komunitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah komunitas ini terbentuk, perusahaan tersebut sebenarnya sudah bisa ”lepas tangan”, karena komunitas tersebut akan ”dirawat” sendiri oleh para anggota komunitasnya. Maka, kalau komunitas sudah terbentuk, praktis perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya apapun.&lt;br /&gt;Komunitas ini bisa berbentuk komunitas online, komunitas offline, atau hibrida dari keduanya, seperti yang sudah saya jelaskan juga dalam tulisan saya yang berjudul ”A Tale of Three Communities: Harley-Davidson, Facebook and HTML”. Dalam komunitas online, karena memang berbasis Internet, orang-orang yang ada di komunitas tersebut bisa lintas demografis, lintas geografis, lintas agama, dan seterusnya. Yang penting, sekali lagi, adalah adanya kesamaan interest di antara para anggota komunitas tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Contohnya di Facebook. Kalau Anda punya account di Facebook, pasti Anda sering mendapat undangan (invitation) untuk bergabung (join) dengan suatu komunitas (group). Kalau komunitas itu kita anggap sesuai dengan interest kita, pastilah kita akan langsung bergabung, walaupun kita mungkin belum mengenal orang yang mengundang kita. Setelah bergabung, barulah kita bisa saling mengenal anggota komunitas tersebut dan bisa cepat akrab karena memang punya interest yang sama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, yang namanya komunitas ini sebenarnya bukan barang baru. Sudah sejak dulu kita berkomunitas secara offline. Kalau Anda bapak-bapak, mungkin sering bermain kartu sambil ngobrol-ngobrol dengan tetangga Anda di pos ronda pada malam hari. Ini komunitas. Kalau Anda ibu-ibu, pastilah Anda sering mengikuti arisan atau pengajian. Ini juga komunitas.&lt;br /&gt;Jadi, dalam era New Wave Marketing saat ini, bukan lagi masanya segmentasi yang bersifat vertikal. Marketer harus bisa melakukan Communitization yang sifatnya horisontal. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7153657188248217818?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7153657188248217818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7153657188248217818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/from-segmentation-to-communitization.html' title='From Segmentation to Communitization'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP_gBd2OaDI/AAAAAAAAAXw/82i-vhr0BYk/s72-c/ao7879-001.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6675416625195444295</id><published>2008-10-22T09:29:00.002+07:00</published><updated>2008-10-22T09:34:27.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>How to Win Customer`s Mind Share??</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP6REU5FFeI/AAAAAAAAAXQ/XY74SI-OUIU/s1600-h/bc7867-004.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259800918328940002" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP6REU5FFeI/AAAAAAAAAXQ/XY74SI-OUIU/s320/bc7867-004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika tidak bisa jadi yang pertama, Anda bisa membuat kategori baru sehingga secara otomatis Anda jadi yang pertama. Dan, jangan dilupakan, Anda harus berani mengklaim dan mengkomunikasikan posisi Anda sebagai yang pertama tadi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Nah, perang menguasai benak orang alias konsumen (mind share) inilah yang menjadi isu utama dalam bagian Strategi dari marketing. Dalam riset pemasaran, Strategi ini berhubungan dengan aspek Cognitive dari konsumen. Cognitive ini maksudnya adalah persepsi konsumen terhadap suatu brand. Karena itu, mind share dari suatu brand diukur berdasarkan hal-hal seperti brand awareness, brand associations, dan brand image. Dari sinilah nanti dihasilkan apa yang dikenal sebagai Top of Mind (TOM).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Strategi merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam perumusan strategic marketing. Karena pentingnya peran Strategi, perumusannya dilakukan pada level strategic business unit (SBU) dari sebuah perusahaan. Strategi ini dalam Legacy Marketing terdiri dari tiga elemen, yaitu Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP). Segmentasi disebut sebagai mapping strategy, karena di sini kita melakukan pemetaan pasar. Pemetaan ini merupakan proses yang kreatif, karena pasarnya sebenarnya sama, namun cara pandang kita terhadap pasar itulah yang membedakan kita dengan pesaing.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah ruangan kantor Anda sebagai pasar. Nah, segmentasi pasarnya bisa bermacam-macam: bisa dari jenis kelamin, dari segi umur, dari yang punya laptop atau tidak, dari segi kebiasaan makan siang di luar kantor atau membawa makanan sendiri dari rumah, dan sebagainya. Bisa Anda lihat walaupun pasarnya tetap, namun cara segmentasinya bisa macam-macam. Setelah pasar dipetakan dan disegmentasi menjadi kelompok-kelompok pelanggan potensial dengan karakteristik dan perilaku serupa, perusahaan perlu memilih segmen mana yang mau dimasukinya. Inilah yang disebut Targeting.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Targeting didefinisikan sebagai cara mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, yaitu dengan memilih target market yang tepat. Targeting disebut sebagai fitting strategy karena kita menyamakan (fitting) sumber daya perusahaan Anda dengan kebutuhan target pasar yang dipilih. Dan unsur terakhir dari Strategy adalah Positioning. Setelah memetakan pasar, dan menyesuaikan sumber daya perusahaan Anda dengan segmen yang dipilih, maka kemudian Anda harus memiliki posisi yang kredibel dalam benak mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Positioning ini harus tepat memposisikan merek Anda di dalam benak pelanggan, yaitu apa sesungguhnya yang Anda tawarkan. Positioning sangat penting karena merupakan raison d’être merek Anda. Jadi, kalau Anda sudah berhasil merumuskan STP yang tepat, Anda akan bisa memenangkan perang di mind share. Bisa saja Anda saat ini kalah di market share, namun jika mind share dan apalagi heart share Anda masih kuat, peluang Anda untuk meraih market share yang hilang terbuka lebar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada era New Wave Marketing, elemen-elemen dari Strategy yang dalam Legacy Marketing adalah Segmentasi, Targeting, dan Positioning, berubah menjadi Communitization, Confirming, dan Clarification. Walaupun prinsipnya mirip, namun ada perbedaan definisi dalam istilah-istilah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;diambil dari &lt;a href="http://www.kompas.com/%20new"&gt;http://www.kompas.com/%20new&lt;/a&gt; wave marketing&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6675416625195444295?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6675416625195444295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6675416625195444295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/how-to-win-customers-mind-share.html' title='How to Win Customer`s Mind Share??'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SP6REU5FFeI/AAAAAAAAAXQ/XY74SI-OUIU/s72-c/bc7867-004.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7985187824655364067</id><published>2008-10-18T10:49:00.009+07:00</published><updated>2008-10-27T14:40:39.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Iklan Sampoerna Mild - pilihangua.com</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;UP TO YOU&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPllbtDYjqI/AAAAAAAAAXE/xt13biVOOPs/s1600-h/sampoerna.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258345566556425890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPllbtDYjqI/AAAAAAAAAXE/xt13biVOOPs/s400/sampoerna.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7985187824655364067?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7985187824655364067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7985187824655364067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/wwwpilihanguacom.html' title='Iklan Sampoerna Mild - pilihangua.com'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPllbtDYjqI/AAAAAAAAAXE/xt13biVOOPs/s72-c/sampoerna.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-3989165053320783563</id><published>2008-10-18T10:06:00.002+07:00</published><updated>2008-10-18T10:10:06.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Jangan Merokok Dekat Anak Usia Dini</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlTfPUTUuI/AAAAAAAAAW0/1YAKjJP0w7Y/s1600-h/untitled.jpg.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258325836084499170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlTfPUTUuI/AAAAAAAAAW0/1YAKjJP0w7Y/s320/untitled.jpg.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Jawa Timur, Dra. Siti Fatimah Soenaryo M.Pd mengimbau, agar para perokok tidak merokok di dekat anak yang masih berusia dini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"Mohon dengan segala kerendahan hati, orang tua yang merokok agar tidak merokok di dekat anak usia dini karena, anak itu masih sangat rentan," katanya di Surabaya, Jumat (26/9).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Siti perlu mengemukakan hal itu demi membentengi anak-anak sebagai generasi penerus menjadi generasi yang sehat. Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menambahkan bahwa menghentikan kebiasaan memang tidak mudah. Namun, hal itu perlu dimulai dengan gerakan yang skalanya mungkin kecil."Kalau saling menunggu, maka akan menjadi persoalan tersendiri. Ini di satu sis memang pahit, tapi di sisi kalau gerakan ini berhasil akan menjadi manis. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mungkin kita butuh waktu 25 tahun agar perokok ini peduli pada anak dan orang lain," katanya.Ia mengemukakan, kalau dia menemukan ada orangtua merokok yang memangku anak, maka akan langsung diingatkan dengan cara yang baik dan menggunakan cara yang sangat sopan."Alhamdulillah tanggapannya selalu positif. Tidak ada yang menanggapi negatif. Bahkan saya banyak berkenalan dengan orang gara-gara asap rokok itu," katanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ia memiliki niat untuk membuat stiker yang akan ditempelkan di lokasi-lokasi strategis dengan tulisan, "Terima kasih Anda tidak merokok di dekat anak usia dini".&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;diambil dari Kompas.com 26 September 2008 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-3989165053320783563?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3989165053320783563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3989165053320783563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/jangan-merokok-dekat-anak-usia-dini.html' title='Jangan Merokok Dekat Anak Usia Dini'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlTfPUTUuI/AAAAAAAAAW0/1YAKjJP0w7Y/s72-c/untitled.jpg.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4838986263354322516</id><published>2008-10-18T10:00:00.002+07:00</published><updated>2008-10-18T10:03:31.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Berpikir Positif itu ASYIK, walaupun berat dilakukan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlR1qVe9GI/AAAAAAAAAWs/Pi6IK9LECIE/s1600-h/bc4040-003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258324022271079522" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlR1qVe9GI/AAAAAAAAAWs/Pi6IK9LECIE/s320/bc4040-003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah nyata...&lt;br /&gt;Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &amp;amp; kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih &amp;amp; teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &amp;amp; berkata kepada sang ibu :&lt;br /&gt;"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.&lt;br /&gt;"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu &amp;amp; kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.&lt;br /&gt;"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"&lt;br /&gt;Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder &amp;amp; John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.&lt;br /&gt;Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya BERSYUKUR :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain&lt;br /&gt;2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.&lt;br /&gt;3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan&lt;br /&gt;4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi&lt;br /&gt;5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman&lt;br /&gt;6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan&lt;br /&gt;7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras&lt;br /&gt;8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat&lt;br /&gt;9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup&lt;br /&gt;10. Untuk dst...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;diambil dari milis sebelah...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4838986263354322516?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4838986263354322516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4838986263354322516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/berpikir-positif-itu-asyik-walaupun.html' title='Berpikir Positif itu ASYIK, walaupun berat dilakukan'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlR1qVe9GI/AAAAAAAAAWs/Pi6IK9LECIE/s72-c/bc4040-003.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-2341310597444279757</id><published>2008-10-18T09:39:00.006+07:00</published><updated>2008-10-18T09:54:34.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Happily Ever After or DIE YOUNG?? (2)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNtHq8o4I/AAAAAAAAAWk/KJzJypqY82o/s1600-h/IMG_1616.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258319477480399746" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNtHq8o4I/AAAAAAAAAWk/KJzJypqY82o/s400/IMG_1616.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;LARANG TOTAL IKLAN, PROMOSI DAN SPONSOR ROKOK&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNl4DK7jI/AAAAAAAAAWc/0MAb7xNIDbc/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258319353027948082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNl4DK7jI/AAAAAAAAAWc/0MAb7xNIDbc/s400/image003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; NGGAK ADA LOE, NGGAK RAME... (keren nih iklan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNVXN59PI/AAAAAAAAAWM/5SCQf5J2rAk/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258319069336696050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNVXN59PI/AAAAAAAAAWM/5SCQf5J2rAk/s400/image001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;MASIH BANYAK CELAH BUAT ISEP ROKOK...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNVutF5LI/AAAAAAAAAWU/TGpB8Wg_nV0/s1600-h/image002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258319075641517234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNVutF5LI/AAAAAAAAAWU/TGpB8Wg_nV0/s400/image002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ENJOY YOUR MISERY... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iklan anti rokok nih ternyata ga kalah keren dari aslinya..salut dua jempol buat yang bikin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-2341310597444279757?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2341310597444279757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2341310597444279757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/happily-ever-after-or-die-young-2.html' title='Happily Ever After or DIE YOUNG?? (2)'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlNtHq8o4I/AAAAAAAAAWk/KJzJypqY82o/s72-c/IMG_1616.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1137425249821013922</id><published>2008-10-16T13:46:00.017+07:00</published><updated>2008-10-18T09:38:48.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Tanpa Rokok'/><title type='text'>Happily Ever After or DIE YOUNG?? (1)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK4iVESAI/AAAAAAAAAVE/qpLvq3oeZ3U/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257964531359172610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK4iVESAI/AAAAAAAAAVE/qpLvq3oeZ3U/s400/3.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;WORLD 911 KILLER &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257964530835128594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK4gYIARI/AAAAAAAAAVM/M7MfAg-AYM4/s400/no.smoking-life.is.precious.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ERASER&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK47SwsRI/AAAAAAAAAVU/0rIwsw8USfI/s1600-h/poster_english_boy_46x64.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257964538060386578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK47SwsRI/AAAAAAAAAVU/0rIwsw8USfI/s400/poster_english_boy_46x64.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BE FREE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK47_-nOI/AAAAAAAAAVc/sUcBTHi7eSo/s1600-h/Shotgun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257964538250042594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK47_-nOI/AAAAAAAAAVc/sUcBTHi7eSo/s400/Shotgun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; CIGARETTE SHOTGUN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPbnNENNWQI/AAAAAAAAAU8/4ERH2bci6zQ/s1600-h/postren1.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257643826655090946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPbnNENNWQI/AAAAAAAAAU8/4ERH2bci6zQ/s400/postren1.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;MARAILORO - I`VE GOT CANCER&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258317048373955282" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPlLfui1ytI/AAAAAAAAAVk/CsPca9tBC8o/s400/Mariusnastacigarette.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPbltF7MPxI/AAAAAAAAAUc/ipXwCRxz_Zk/s1600-h/10_01502_World_No_Tobacco_Day.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DEATHLY ASHES&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPbltFhdcLI/AAAAAAAAAUk/KoPU-IGN3AE/s1600-h/tobacco_ad__1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257642177741025458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPbltFhdcLI/AAAAAAAAAUk/KoPU-IGN3AE/s400/tobacco_ad__1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DEATH COMES IN TOO MANY FACES &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;this ad dedicated to people that quit from their smoke habit, if you`d like to join, you`ve come to the right place...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1137425249821013922?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1137425249821013922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1137425249821013922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/iklan-rokok-kreatif-1.html' title='Happily Ever After or DIE YOUNG?? (1)'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SPgK4iVESAI/AAAAAAAAAVE/qpLvq3oeZ3U/s72-c/3.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-906074519221272463</id><published>2008-10-09T09:15:00.004+07:00</published><updated>2008-10-09T09:24:00.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>Experiential Connector - What`s That??</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SO1rAX0a1eI/AAAAAAAAAQg/m1y8J0TLWEQ/s1600-h/886680-001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254973994349286882" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SO1rAX0a1eI/AAAAAAAAAQg/m1y8J0TLWEQ/s200/886680-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain mobile connector yang bersifat online, yang tidak kalah pentingnya adalah membangun intimacy lewat acara-acara offline. Inilah yang disebut experiential connector. &lt;strong&gt;Experiential Connector&lt;/strong&gt; ini sendiri bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu &lt;strong&gt;Event-based, Screen-based, dan Identity-based.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Event-based&lt;/strong&gt; adalah jenis experiential connector yang paling banyak dipakai oleh para marketers saat ini. Sementara, &lt;strong&gt;Screen-based&lt;/strong&gt; mencoba membangun pengalaman (experience) lewat media layar, baik itu berupa layar komputer, layar ponsel, layar bioskop, layar video game, atau layar lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Sisomo: The Future of Screen, Kevin Roberts, CEO Worldwide Saatchi &amp;amp; Saatchi, mengatakan bahwa kehidupan manusia saat ini sudah terkepung oleh berbagai layar sehingga bisa dikatakan sekarang adalah The Screen Age. Berbagai layar ini menciptakan pengalaman unik bagi para pemirsanya (viewer). Jika dulu kita hanya mengenal layar televisi dan layar bioskop yang lebih bersifat komunal, sekarang kita mengenal layar komputer dan layar ponsel yang sifatnya lebih personal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jenis experiential connector ketiga, &lt;strong&gt;Identity-based&lt;/strong&gt;, merupakan koneksi yang dibangun oleh marketer untuk memberikan identitas kepada merek atau perusahaannya lewat berbagai aktivitas pemasaran yang dilakukan. Bentuk identity-based ini sangat beragam. Bisa berupa event yang sudah merupakan signature program dari sebuah merek, misalnya saja program I Like Monday dari Hard Rock Café Jakarta atau Victoria’s Secret Fashion Show. Bisa juga berupa sponsorship seperti yang dilakukan Ferrari di lomba balap mobil Formula 1. Atau berbagai aksi nyeleneh dari Sir Richard Branson—misalnya saja ketika ia hampir telanjang bulat ketika meluncurkan Virgin Mobile di Times Square di New York—yang memberikan identitas yang unik kepada Virgin Group.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita lihat, Experiential Connector lewat program-program offline ini lebih bisa membangun intimacy, yang mungkin agak sulit dibangun dalam dunia online (mobile connector) yang biasanya lebih bersifat excitement. Jadi, Experiential Connector inilah—selain Mobile Connector—yang pada dasarnya berfungsi sebagai penghubung (connector) antara berbagai elemen lainnya yang ada di lanskap New Wave.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dicuplik dari &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;www.kompas.com/&lt;/a&gt; new wave marketing&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-906074519221272463?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/906074519221272463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/906074519221272463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/experiential-connector-whats-that.html' title='Experiential Connector - What`s That??'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SO1rAX0a1eI/AAAAAAAAAQg/m1y8J0TLWEQ/s72-c/886680-001.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8848151973901382386</id><published>2008-10-04T10:25:00.003+07:00</published><updated>2008-10-04T10:29:29.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>YESUS nonton Sepak-bola</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SObi25BMAQI/AAAAAAAAAQY/dt4C4CWoU6s/s1600-h/3000154.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253135448020877570" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SObi25BMAQI/AAAAAAAAAQY/dt4C4CWoU6s/s200/3000154.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Yesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepak-bola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajakNya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik.Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Jesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu giliran kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Yesus dan bertanya: 'Saudara bersorak untuk pihak yang mana?''Saya?' jawab Yesus, yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. 'Oh, saya tidak bersorak bagi salah-satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini.'Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Yesus: 'Atheis!'&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sepulangnya, Yesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. 'Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan,' kata kami. 'Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.'Jesus mengangguk setuju, 'Itulah sebabnya &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya,' katanya. 'Orang lebih penting ketimbang agama. Manusia lebih penting ketimbang hari Sabat.''Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu,' kata salah seorang di antara kami dengan was-was. 'Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu.' 'Ya —dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama,' kata Yesus sambil tersenyum kecewa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;~ Anthony de Mello SJ. Dari: Burung Berkicau&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8848151973901382386?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8848151973901382386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8848151973901382386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/10/yesus-nonton-sepak-bola.html' title='YESUS nonton Sepak-bola'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SObi25BMAQI/AAAAAAAAAQY/dt4C4CWoU6s/s72-c/3000154.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-5816973140536625689</id><published>2008-09-30T12:11:00.009+07:00</published><updated>2008-09-30T12:28:52.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspired Movie'/><title type='text'>Laughter is Contagious</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251678731245990194" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOG1-0JkMTI/AAAAAAAAAQI/1ekPlkuIuRs/s320/Patch_Adams.jpg" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Good Health is Laughing Matter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Patch Adams adalah film drama komedi tahun 1998 yang disutradarai oleh Tom Shadyac dan berdasar kisah nyata dari Hunter "Patch" Adams.&lt;br /&gt;Film ini sangat sukses di Amerika dan menjadi box office dengan pendapatan 2x biaya pembuatannya dan menjadi nominasi  Academy Award untuk Best Music, Original Musical or Comedy Score&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Patch Adams&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dia seorang dokter. Tetapi, dia tak pernah mengenakan jas putih berkalung stetoskop. Dia berbaju badut, mengenakan hidung palsu bundar merah, meloncat-loncat di antara pasien seperti seorang aktor komedian di atas panggung. Para pasien tertawa terbahak-bahak, merasa dunia menjadi lebih menyenangkan, dan mereka merasa lebih sehat karena dia. Nama aslinya Hunter Adams, tetapi dia lebih suka dipanggil Dokter Patch Adams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Good Health is Laughing Matter&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah tentang sebuah sosok unik yang hidup dalam alam nyata nun di Virginia, AS, sana. Patch Adams adalah seorang dokter yang percaya bahwa tugas dokter bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menyembuhkan manusia. Pendekatan kepada pasien bukan sebagai bagian dari warga rumah sakit yang diingat dengan nomor kamar saja, tetapi dengan menyebut nama, dengan sapaan lembut, dengan belaian, bahkan dengan humor. Puluhan tahun Dokter Adams mendirikan klinik gratis bagi mereka yang tak mampu dengan metode penyembuhan kemanusiaan sebuah pendekatan yang sangat ditentang lembaga medis konvensional. Untuk perkembangan institut yang didirikannya itulah, akhirnya Patch merelakan kisah hidupnya yang unik, dan menarik itu ditulis dalam sebuah buku berjudul Good Health is a Laughing Matter, yang kemudian dijadikan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;The Beginning&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, aktor Robin Williams, seorang aktor komedian terkemuka, sangat cocok memerankan tokoh nyata ini. Film ini dibuka dengan kisah Adams muda, yang ingin bunuh diri. Ia membatalkan niatnya dan secara sukarela masuk ke rumah sakit jiwa untuk dirawat. Alih-alih menjalani perawatan, Patch Adams malah mendapatkan berbagai pengalaman yang menimbulkan inspirasi pada dirinya. Empati! Dia kemudian memutuskan bergabung di Fakultas Kedokteran University of Virginia, dan menjadi salah satu mahasiswa terkemuka. Tetapi, yang membuatnya populer tentu saja bukan karena ia mudah mendapatkan angka tinggi tanpa pernah belajar, melainkan karena gairahnya yang luar biasa untuk menyembuhkan pasien dengan humor hingga ia harus mendobrak sistem fakultas dan rumah sakit yang rigid. Adams nyaris dipecat dari fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;New Journey&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ia muncul sebagai seseorang yang penuh gairah, berpakaian terang benderang, dan dengan nafsu yang menggelegak untuk menyelamatkan dunia. Meski Patch Adams adalah sebuah kisah nyata berdasarkan kehidupan nyata seorang dokter tentu saja sutradara tak bisa melepaskan citra rasa Hollywood yang melodramatis. Adegan pengadilan Adams, yang teatrikal—dia berceramah hingga para hadirin terpesona—dan para pasien serta suster yang ikut mendukungnya (hingga penonton melelehkan air mata) tentu sebuah resep yang tak boleh ditinggalkan. Dan karena itu, film yang sesungguhnya menarik ini jatuh pada arena kecengengan. Untung saja, adegan akhir, saat Adams diwisuda, tidak diromantisasi. Ia menjadi sebuah adegan segar yang mengejutkan, yang menggelikan (bagi mereka yang menangkap humor itu dengan santai). Patch bersama rekannya telah membangun Gesundheit! Institute. Fasilitas kesehatan yang memiliki luas 147 hektar ini berada di Pocahontas County, West Virginia, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Siapapun boleh datang kesini –anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang kaya (yang kekurangan rasa cinta di rumah sakit lainnya), para korban perang yang diabaikan oleh negara- dan kabar baiknya tidak dipungut bayaran alias gratis.&lt;br /&gt;Gratis ? Ya, gratis. Patch ingin menunjukkan bahwa dengan tidak memungut bayaran, ia bisa memberikan cinta dan kasih sayang kepada para pasiennya. Memang sudah sepantasnya rumah sakit dan dokter tidak melibatkan bisnis dalam praktek kedokteran. Patch melihat hal itu sebagai hal yang salah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOG3gJQ-lHI/AAAAAAAAAQQ/F_UdUhteRmI/s1600-h/225px-080515patch.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251680403361535090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOG3gJQ-lHI/AAAAAAAAAQQ/F_UdUhteRmI/s200/225px-080515patch.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Gesundheit, Patch tak hanya menyediakan fasilitas kesehatan, ia juga menyediakan sebuah lahan yang penuh dengan tanaman. Siapa saja boleh menanam dan memakannya. Para pasien boleh tinggal disitu dan bercocok tanam. Yang hasilnya bisa dimakan bersama-sama dengan pasien lainnya.&lt;br /&gt;Tak ayal lagi, hal ini lah yang membuat banyak pasien sembuh. Rasa cinta dan penuh perhatian yang diberikan oleh seluruh praktisi kesehatan di Gesundheit membuat tubuh pasien menghasilkan kesembuhan yang alami.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Mengambil Makna&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Do The Best, and God Take The Rest - berbuatlah yang terbaik dalam hidupmu, dan serahkan segalanya ke dalam tanganNya.&lt;br /&gt;2. Sayangilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-5816973140536625689?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/5816973140536625689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/5816973140536625689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/laughter-is-contagious.html' title='Laughter is Contagious'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOG1-0JkMTI/AAAAAAAAAQI/1ekPlkuIuRs/s72-c/Patch_Adams.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-800705008696011895</id><published>2008-09-29T14:06:00.016+07:00</published><updated>2008-09-29T14:50:45.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspired Movie'/><title type='text'>Sometimes Shit Happens !!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOCH6-QctfI/AAAAAAAAAP4/_3vFhw4EA2E/s1600-h/412px-Forrest_gump.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251346612728149490" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOCH6-QctfI/AAAAAAAAAP4/_3vFhw4EA2E/s320/412px-Forrest_gump.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;"Mama said Life is Like a Box of Chocolate".... &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Forrest Gump adalah sebuah film drama tahun 1994 berdasarkan &lt;/span&gt;&lt;a title="Novel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Novel"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;novel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; tahun &lt;/span&gt;&lt;a title="1986" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1986"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1986&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; oleh &lt;/span&gt;&lt;a title="Winston Groom (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Winston_Groom&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Winston Groom&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Film ini sukses secara komersial dan menjadi film terlaris di Amerika Utara pada tahun rilisnya. Film ini meraih total 13 nominasi &lt;/span&gt;&lt;a title="Academy Awards" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Academy_Awards"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Academy Awards&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan memenangkan enam diantaranya, termasuk &lt;/span&gt;&lt;a title="Film Terbaik (Oscar)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film_Terbaik_(Oscar)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Film Terbaik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Sutradara Terbaik (Oscar)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutradara_Terbaik_(Oscar)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sutradara Terbaik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a title="Robert Zemeckis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Robert_Zemeckis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Robert Zemeckis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;), dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Aktor Terbaik (Oscar)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktor_Terbaik_(Oscar)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Aktor Terbaik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a title="Tom Hanks" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tom_Hanks"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tom Hanks&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sang IQ Rendah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Film ini menceritakan tentang seorang pria dengan &lt;/span&gt;&lt;a title="IQ" href="http://id.wikipedia.org/wiki/IQ"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;IQ&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; bernama Forrest Gump yang berasal dari sebuah &lt;/span&gt;&lt;a title="Keluarga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;keluarga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang berantakan di mana orang tuanya bercerai dan ibunya memiliki hubungan lagi dengan pria lain. Forrest sering diejek dan dijauhi oleh kawan-kawannya karena kecerdasannya yang di bawah rata-rata. Namun di luar ketidakmampuannya itu, ia memiliki kemampuan lari yang cepat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;The Beginning - Possesif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pada hari pertama sekolahnya, ia bertemu dengan Jenny, seorang anak perempuan dekat tempat tinggalnya yang dikenalnya sejak taman kanak-kanak, tapi menjadi &lt;/span&gt;&lt;a title="Cinta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; tak berbalas. Ketika lulus SMA, ia mendaftar masuk ke &lt;/span&gt;&lt;a title="Militer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;militer&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; dan dikirim ke &lt;/span&gt;&lt;a title="Vietnam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, di mana ia dengan segera berteman dengan seorang pria negro bernama Bubba, yang meyakinkan Forrest untuk ikut dalam bisnis udang bersamanya setelah perang usai. Forrest menjadi seorang yang sangat berjasa dalam peletonnya dengan kemampuan lari cepatnya. Ia menjadi penyelamat banyak &lt;/span&gt;&lt;a title="Tentara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tentara"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;tentara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; yang terluka dan juga menolong &lt;/span&gt;&lt;a title="Komandan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komandan"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;komandannya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, sehingga dia menerima &lt;/span&gt;&lt;a title="Medali Kehormatan Kongres (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Medali_Kehormatan_Kongres&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Medali Kehormatan Kongres&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; atas kepahlawanannya. Saat penyembuhan dari tembakan peluru yang bersarang di bokongnya, ia menemukan kemampuan terpendamnya dalam &lt;/span&gt;&lt;a title="Pingpong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pingpong"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;pingpong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Ia pun menjadi atlet tenis meja yang terkenal dan membawa negaranya ke ajang internasional dalam sebuah pertandingan melawan tim &lt;/span&gt;&lt;a title="Republik Rakyat Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Dalam sebuah demonstrasi anti perang di &lt;/span&gt;&lt;a title="Washington, DC" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Washington,_DC"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Washington, DC&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, ia bertemu dengan Jenny, yang telah bergaya hidup &lt;/span&gt;&lt;a title="Hippie (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hippie&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;hippie&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Forrest Gump &lt;/span&gt;&lt;a title="Dewasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewasa"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;dewasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; menghabiskan waktunya untuk melakukan pencarian teman kecil perempuannya yang hilang. Ia mengeluarkan uang tabungannya untuk membeli kapal penangkap udang seperti yang dijanjikannya pada Bubba. Pada awalnya, usahanya selalu gagal tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, dan dibantu oleh komandannya yang telah pensiun karena &lt;/span&gt;&lt;a title="Cacat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cacat"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;cacat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, ia pun menjadi seorang yang sukses dan mampu untuk membiayai keluarga Bubba.Suatu hari, Jenny kembali dan menemui Forrest, yang kemudian melamarnya. Jenny menolak, tetapi merasa harus membuktikan cintanya kepada Forrest dengan tidur bersamanya. Jenny kemudian pergi pagi-pagi benar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Sang Impulsif&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tanpa berpikir panjang, Forrest memilih untuk melakukan perjalanan. Mungkin secara impulsif, ia memutuskan untuk berlari mengelilingi &lt;/span&gt;&lt;a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;, selama lebih dari tiga setengah &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOCIF85vUbI/AAAAAAAAAQA/2d5hMW75tOo/s1600-h/forrest.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251346801343025586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 151px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" height="209" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOCIF85vUbI/AAAAAAAAAQA/2d5hMW75tOo/s320/forrest.jpg" width="125" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tahun, dan menjadi terkenal. Sekembalinya di kemudian hari, ia mendapatkan surat dari Jenny, yang melihatnya sedang berlari di televisi, memintanya untuk datang. Setelah bertemu, Forrest menyadari bahwa Jenny telah memiliki seorang anak laki-laki, yang adalah anak mereka berdua. Jenny memberitahu Forrest bahwa Jenny sedang sakit karena virus. Ketiganya kemudian kembali ke Greenbow, Alabama. Jenny dan Forrest akhirnya menikah, tetapi tak lama kemudian Jenny meninggal dunia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mengambil Makna&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan rendah diri, kelemahan dapat menjadi kekuatan jika mau bekerja keras.&lt;br /&gt;2. Bahwa setiap manusia pasti memiliki talenta yang harus dikembangkan.&lt;br /&gt;3. Mau melihat ke depan, jangan hanya berpikir ke masa lalu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;diambil dari wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-800705008696011895?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/800705008696011895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/800705008696011895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/forrest-gum-shit-happens.html' title='Sometimes Shit Happens !!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SOCH6-QctfI/AAAAAAAAAP4/_3vFhw4EA2E/s72-c/412px-Forrest_gump.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7703363571690914529</id><published>2008-09-23T10:09:00.003+07:00</published><updated>2008-09-23T10:21:42.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>TUHAN TIDAK PINTAR MATEMATIKA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNhgrJdTfrI/AAAAAAAAAPo/lN-LSe_smU0/s1600-h/j0177750.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249051660089786034" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="189" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNhgrJdTfrI/AAAAAAAAAPo/lN-LSe_smU0/s320/j0177750.jpg" width="288" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini. Saya pernah berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota dan ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya.Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus ketimbang dia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini? Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? Wah, ya dari berbagai sumber. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin.Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus hidup.Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman. Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung. Aneh bukan?Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan.Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ah, saya cuma bercanda kok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia, Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;X= Y di mana:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;X = pemberian Tuhan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Y = kebutuhan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta pun, Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang "sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan saya?Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7703363571690914529?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7703363571690914529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7703363571690914529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/tuhan-tidak-pintar-matematika.html' title='TUHAN TIDAK PINTAR MATEMATIKA'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNhgrJdTfrI/AAAAAAAAAPo/lN-LSe_smU0/s72-c/j0177750.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7709685412805286622</id><published>2008-09-19T13:59:00.008+07:00</published><updated>2008-09-22T14:50:55.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>Customers Are Not Always Right, but They Are Still Important!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNNPw1llafI/AAAAAAAAAPY/iJBC5IAd35U/s1600-h/jby0182l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247625691253795314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 202px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px" height="217" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNNPw1llafI/AAAAAAAAAPY/iJBC5IAd35U/s320/jby0182l.jpg" width="232" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;PERNAH dengar slogan seperti ini?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rule #1: The customer is always right.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rule #2: If the customer is wrong, please re-read rule number one! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Itulah slogan yang sangat klasik di kalangan marketers. Slogan ini pun dipakai di mana-mana dan sudah menjadi semacam pelajaran pertama dalam “Customer 101”. Slogan tersebut mulai dipakai di toko-toko ritel sejak awal abad ke-20. Tidak terlalu jelas, siapa yang pertama kali mengucapkan kalimat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Amerika, yang pertama kali menggunakannya adalah toko serba ada atau toserba (department store) Marshall Field di Chicago yang didirikan pada akhir abad ke-19. Sementara kalau di Inggris, Harry Gordon Selfridge Sr.-lah yang mempopulerkannya. Ia memakainya untuk toserba Selfridge-nya yang ada di London yang dibuka pada tahun 1909.&lt;br /&gt;Selfridge sendiri, yang orang Amerika, sebelumnya pernah bekerja di Marshall Field. Jadi, kemungkinan salah satu di antara Field atau Selfridge-lah yang menciptakan slogan tadi. Sebenarnya, ada lagi pernyataan yang mirip yang berasal dari pebisnis hotel asal Perancis, César Ritz. Pada tahun 1908 ia mengatakan “Le client n’a jamais tort” atau “The customer is never wrong”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari siapa yang pertama kali mengatakannya, sebenarnya pernyataan tersebut ingin mengatakan bahwa “customer is important”. Tapi, hal ini salah diterjemahkan orang. Banyak yang secara letterlijk (literal) menerjemahkannya, jadinya malah keliru. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu bukan berarti bahwa pelanggan selalu benar. Ungkapan tersebut lebih merupakan filosofi bagaimana cara melayani pelanggan dengan menempatkan pelanggan sebagai prioritas utama. Buat saya, interpretasi seperti inilah yang lebih tepat.&lt;br /&gt;Di Singapore Airlines, mereka tidak setuju pendapat “customer is always right” karena kenyataannya memang begitu. Namun, siapa yang bisa menyangkal kualitas layanan ala Singapore Girl yang legendaris tersebut? Ini membuktikan bahwa slogan tadi tidak harus ditelan secara mentah-mentah begitu saja. Singapore Airlines menempatkan penumpang sebagai yang terpenting, namun bukan berarti bahwa penumpang selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih di zaman New Wave Marketing ini, belum tentu semua pelanggan bisa bersikap fair dan jujur. Saat ini orang bisa komplain tentang kita dengan memakai nama samaran dan media apapun. Bukan cuma lewat media konvensional seperti surat pembaca di koran. Tapi juga bisa lewat e-mail atau blog atau forum-forum diskusi online.&lt;br /&gt;Jadi, mau tidak mau para marketers sekarang harus rajin-rajin membuka Internet dan meng-googling berita-berita terbaru yang berkaitan dengan merek atau perusahaannya. Karena, kalau ada pelanggan yang komplain dan nggak dijawab dengan sopan bisa meluas ke mana-mana. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ada satu contoh menarik bagaimana penanganan customer complaint secara keliru bisa tersebar luas lewat Internet. Pada tahun 2006, ada seorang blogger asal New York yang namanya Vincent Ferrari. Usianya sekitar 30-an tahun. Ia adalah pelanggan provider Internet &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNdOJfZVEdI/AAAAAAAAAPg/XD7t8hgLn70/s1600-h/aol.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248749815677129170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNdOJfZVEdI/AAAAAAAAAPg/XD7t8hgLn70/s320/aol.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;AOL di Amerika.&lt;br /&gt;Ferrari ini ingin membatalkan langganan AOL-nya, karena sejak setahun sebelumnya ia sebenarnya sudah tidak menggunakan layanan AOL lagi. Ia lalu menelepon customer service AOL, dan diterima oleh seseorang yang bernama John. John ini tidak serta-merta menuruti permintaan Ferrari, karena catatan yang ada di AOL menunjukkan bahwa Ferrari masih menggunakan layanan AOL sampai saat Ferrari menelepon itu.&lt;br /&gt;Namun, Ferrari merasa bahwa catatan yang ada di AOL itu tidak benar. Ketika Ferrari bersikeras, John pun minta untuk bicara dengan ayah Ferrari, yang tercatat sebagai nama pelanggan di AOL. Ferrari tidak mau. Percakapan ini berlangsung semakin sengit, karena masing-masing pihak merasa benar. Sampai-sampai Ferrari berulang kali berteriak, “Cancel the Account!”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Serunya, percakapan ini ternyata direkam oleh Ferrari dan dimuat di blog-nya pada 13 Juni 2006. Tak pelak, rekaman ini pun tersebar luas dan bahkan sempat ditayangkan di stasiun TV CNBC. AOL kemudian memecat John, dan menyatakan permintaan maaf kepada Ferrari secara terbuka. Inilah salah satu contoh bahwa pelanggan tidak selalu benar, namun tetap yang terpenting.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, belum tentu Ferrari ini benar, karena catatan AOL menunjukkan bahwa ia masih menggunakan layanan AOL. Namun, nama AOL sudah terlanjur tercemar. Di era New Wave Marketing, kesalahpahaman yang tidak diselesaikan dengan segera seperti ini bisa melebar kemana-mana, merambah tidak terkendali, dan menimbulkan market damage yang biayanya tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau pelanggan yang salah, memang harus ditanggapi dengan cepat secara humble,. Tapi tidak perlu minta maaf dan memberikan recovery kalau memang Anda tidak salah. Lantas, bagaimana kalau Anda yang salah? Wah, harus cepat-cepat minta maaf, memberikan recovery dan janji bahwa hal seperti itu tidak akan terulang kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Diadopsi dari &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7709685412805286622?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7709685412805286622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7709685412805286622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/customers-are-not-always-right-but-they.html' title='Customers Are Not Always Right, but They Are Still Important!'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNNPw1llafI/AAAAAAAAAPY/iJBC5IAd35U/s72-c/jby0182l.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7950073603852292230</id><published>2008-09-17T11:59:00.006+07:00</published><updated>2008-09-17T12:29:44.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>Ulang Tahun Mario Ke-2</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7SnSXHI/AAAAAAAAAO4/FSl0tI_Mr08/s1600-h/P1010790.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246855113193184370" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7SnSXHI/AAAAAAAAAO4/FSl0tI_Mr08/s320/P1010790.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Digendong Suster di Panti Asuhan Anak-anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7lgGKkI/AAAAAAAAAPA/E-T_qiRW-V8/s1600-h/P1010792.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246855118263298626" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7lgGKkI/AAAAAAAAAPA/E-T_qiRW-V8/s320/P1010792.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Melihat Aktivitas Teman-teman di Panti Asuhan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246854145356924258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCSC9JJBWI/AAAAAAAAANg/4GBxdmL-T7c/s320/DSCN2972.JPG" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Halo, namaku Rio...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246855119931065746" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7rtuRZI/AAAAAAAAAPI/MUdfcDQVn6c/s320/P1010803.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Foto Bareng Oma Opa di Panti Jompo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCSDIxmZQI/AAAAAAAAANo/d6krWxV7o8c/s1600-h/DSCN2979.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246854148479411458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCSDIxmZQI/AAAAAAAAANo/d6krWxV7o8c/s320/DSCN2979.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt; &lt;strong&gt;Kue Black Forest !!! Hmmm..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246857419407551602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCVBh7o7HI/AAAAAAAAAPQ/Y4RQXnizSAk/s320/IMG_0102.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Mejeng Bentar Ahh...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS64M635I/AAAAAAAAAOo/YZJT8fuTH-Y/s1600-h/IMG_0113.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246855106103271314" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS64M635I/AAAAAAAAAOo/YZJT8fuTH-Y/s320/IMG_0113.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Panjang Umurnya 2x!!! &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;1....2.....3.....huffff!!!!!&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246855112066673170" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7OatKhI/AAAAAAAAAOw/Jp69CNEBuqo/s320/IMG_0121.JPG" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Siap-siap Bagi-bagi Kue ke Teman-teman&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7950073603852292230?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7950073603852292230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7950073603852292230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/ulang-tahun-mario-ke-2.html' title='Ulang Tahun Mario Ke-2'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCS7SnSXHI/AAAAAAAAAO4/FSl0tI_Mr08/s72-c/P1010790.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-2354996781432701553</id><published>2008-09-17T11:49:00.005+07:00</published><updated>2008-09-17T11:58:36.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widya Mandala'/><title type='text'>Kuliah MM</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCNcvKEPsI/AAAAAAAAANQ/lg6CwXHOPsE/s1600-h/Natalan+MM+XV+UWM+034.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246849090721169090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCNcvKEPsI/AAAAAAAAANQ/lg6CwXHOPsE/s320/Natalan+MM+XV+UWM+034.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt; Natalan Bersama 2007&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCNEMhaKlI/AAAAAAAAANI/iP0-6gHi_dI/s1600-h/DSC05461.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246848669106973266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCNEMhaKlI/AAAAAAAAANI/iP0-6gHi_dI/s320/DSC05461.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Gong Xi Fat Choy 2008&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCMsxF1xvI/AAAAAAAAANA/d5kmECTk0To/s1600-h/ABCD0014.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246848266606593778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCMsxF1xvI/AAAAAAAAANA/d5kmECTk0To/s320/ABCD0014.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Kuliah Terakhir Bareng Pak Hadi Satyagraha&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-2354996781432701553?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2354996781432701553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2354996781432701553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/kuliah-mm.html' title='Kuliah MM'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCNcvKEPsI/AAAAAAAAANQ/lg6CwXHOPsE/s72-c/Natalan+MM+XV+UWM+034.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8955191897408432261</id><published>2008-09-16T09:59:00.004+07:00</published><updated>2008-09-16T10:08:34.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspired Movie'/><title type='text'>Coach Carter - It Begins On The Streets, It Ends Here</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8h-Q7ncrI/AAAAAAAAALM/8_MaTuxKtFM/s1600-h/Coach_Carter_poster.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246449444490539698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8h-Q7ncrI/AAAAAAAAALM/8_MaTuxKtFM/s320/Coach_Carter_poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;YOUNG MEN...the journey of a thousand miles, begins with a first step.""AVERAGE is just not good enough. Period." "These are STUDENT ATHLETES..STUDENT comes first."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;THE STORY&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SMU Richmond memiliki tim bola basket yang cukup tangguh, namun keberhasilan mereka sebagai sebuah tim bola basket tidak disertai dengan prestasi belajar yang gemilang. Para anggota tim ini lebih memperhatikan prestasi basket dibandingkan dengan prestasi belajar mereka, hal serupa ditunjukan pula oleh pihak sekolah. Hingga suatu ketika, muncullah seorang pelatih basket baru bernama Ken Carter. Berbeda dengan pelatih sebelumnya, Carter meminta para anggota tim basket untuk menandatangani surat kontrak yang menyatakan bahwa mereka bermain basket sekaligus akan mencapai nilai GPA sebesar 2,3 dalam mata pelajaran mereka. Tak ayal, hal ini membuat beberapa anggota tim memeutuskan untuk keluar dari tim basket SMU Richmond. Cara Carter melatih mereka pun penuh dengan disiplin tinggi dan tak pandang bulu, terbukti, putera Carter sendiri, Damien yang baru saja bergabung dalam tim basket tersebut tidak mendapatkan perlakukan khusus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan demi kemenangan pun berhasil diraih oleh tim basket Richmond, namun betapa sedihnya Carter karena hal tersebut tidak disertai dengan peningkatan prestasi belajar mereka. Melihat hal ini, Carter pun melakukan tindakan ekstrim, mengunci ruang gym sekolah dan meniadakan pertandingan basket hingga para anggota timnya mencapai indeks prestasi seperti yang tertulis didalam surat kontrak. Hal ini sempat mendapat reaksi dari para orang tua murid serta pihak sekolah. Namun, Carter tetap mempertahankan keputusannya. Toh, setelah mereka mencapai indeks prestasi yang sesuai harapan, Carter pun berhasil membawa tim Richmond ke turnamen basket nasional berhadapan dengan tim basket paling tangguh dari SMU St.Francis. Lalu, akankah tim Richmond berhasil memenangkan turnamen tersebut, dan mengapa Carter begitu bersikukuh agar para anggota timnya memiliki indeks prestasi yang tinggi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;A TRUE STORY ABOUT A TOUGH COACH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang dibuat menjadi sebuah film menarik oleh duo produser Brian Robbins dan Mike Tollin. Sebenarnya, Robbins lebih dikenal sebagai seorang sutradara yang piawai membesut film-film dengan latar belakang olahraga mulai dari Varsity Blues, Hardball, dan Ready to Rumble. Namun, untuk film ini, Robbins lebih memilih rekannya, Thomas Carter untuk menyutradarainya. Carter sendiri sudah pernah membuat film berlatar belakang dunia tari, Save The Last Dance yang dibintangi Julia Stiles dan Sean Patrick Thomas. Tokoh si pelatih Ken Carter sendiri, diperankan oleh aktor Samuel L. Jackson yang menunjukan performa aktingnya yang cukup bagus. Sementara untuk para anggota tim bola basketnya sendiri dipilih para aktor muda seperti Robert Ri`chard (House of Wax) sebagai Damien Carter, Rick Gonzalez, Rob Brown, dan Antwon Tanner. Plus penampilan penyanyi Ashanti yang berperan sebagai Kyra, pacar salah seorang anggota tim basket Richmond.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Film ini bisa dibilang sebuah film drama sport yang menarik untuk ditonton, terutama bagi mereka yang gemar akan olah raga bola basket. Adegan-adegan dramanya pun berhasil ditampilkan dengan baik oleh Carter selaku sutradara film ini. Akting para pemainnya sendiri cukup bagus dan natural. Sedikit banyak, film ini mengingatkan gue pada film Remember The Titans, mungkin karena sosok pelatihnya yang adalah seorang kulit hitam dan ilustrasi musiknya yang digarap oleh komposer yang sama (dalam hal ini Trevor Rabin). Secara keseluruhan, film ini saya bisa nilai menarik dari segi penggarapan serta ceritanya, terutama bagi mereka yang gemar akan film drama sport, khususnya olahraga bola basket. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;MENGAMBIL MAKNA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1. Jangan cepat puas diri, harus terus improvement continuous&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Champion never give up, Champion hold their head high&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Be a champion not a winner ! jangan terlena dengan kemenangan tapi harus dapat  mempertahankan semangat juara.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8955191897408432261?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8955191897408432261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8955191897408432261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/coach-carter-it-begins-on-streets-it.html' title='Coach Carter - It Begins On The Streets, It Ends Here'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8h-Q7ncrI/AAAAAAAAALM/8_MaTuxKtFM/s72-c/Coach_Carter_poster.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1659103392917737463</id><published>2008-09-16T09:43:00.012+07:00</published><updated>2008-09-19T14:12:25.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>The Never-Ending Cola War: Coke vs Pepsi</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246444801203593314" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="223" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8dv_VvYGI/AAAAAAAAAK8/4Z0jQ3RwDeE/s320/coke_vs_pepsi.jpg" width="166" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;PERANG antara Coca-Cola (Coke) dan Pepsi memang merupakan salah satu perang klasik dalam dunia pemasaran. Kedua merek ini di zaman Legacy Marketing dulu saling menyerang lewat iklan.&lt;br /&gt;Salah satu iklan Pepsi pada era 1980-an ada yang berjudul “Earth: Sometime in the Future”. Digambarkan seolah-olah kondisi bumi di masa depan. Ada seorang guru yang membawa murid-muridnya berjalan-jalan ke sebuah situs arkeologi. Sambil berjalan-jalan, murid-murid tersebut minum Pepsi. Di sana mereka menemukan berbagai benda yang merupakan artifak dari masa lalu. Benda pertama adalah bola bisbol. Yang kedua adalah gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, benda ketiga yang ditemukan tidak jelas bentuknya karena sudah tertutup debu dan tanah. Sang guru lalu membersihkan benda tersebut, dan akhirnya benda tersebut menampakkan wujudnya yang asli. Murid-muridnya bertanya, benda apa itu? Dijawab oleh sang guru, “I have no idea.”Anda tahu benda apa itu? Ternyata itu adalah sebuah botol Coke! Iklan tersebut kemudian diakhiri dengan tulisan “Pepsi: The Choice of a New Generation.”&lt;br /&gt;Kurang ajar, bukan? Memang, dari dulu Pepsi itu selalu membuat iklan-iklan komparasi yang “menghantam” Coke. Pepsi ingin mereposisi Coke sebagai kola yang kuno, kola-nya orang tua. Tapi, Coke juga tidak tinggal diam. Coke pernah membuat iklan untuk merespon kampanye “Pepsi Challenge” pada tahun 1985.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Pepsi pernah melakukan blind test. Orang diminta memilih, mana yang lebih mereka sukai dari dua minuman kola tanpa merek yang mereka minum. Kedua minuman itu nantinya diketahui masing-masing adalah Pepsi dan Coke. Hasilnya? Pepsi mengklaim bahwa kebanyakan orang lebih suka minum Pepsi ketimbang Coke.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, selain merespon dengan mengeluarkan “New Coke” yang menjadi salah satu marketing failure paling terkenal itu, Coke juga sempat mengeluarkan iklan. Isinya membandingkan “Pepsi Challenge” dengan kisah dua ekor simpanse yang sedang memutuskan, bola tenis mana yang bulunya lebih banyak! Kurang ajar, bukan? Memang, perang antar kedua kola ini sudah berlangsung turun-temurun dan bahkan jadi menarik untuk dinikmati.&lt;br /&gt;Saya sendiri pernah berkunjung ke museum Coke di Atlanta, Amerika Serikat. Museum yang namanya “The World of Coca-Cola” ini menampilkan sejarah Coke lengkap dengan iklan-iklannya yang terkenal dari masa ke masa. Iklan-iklan tersebut berasal dari seluruh dunia. Di sini juga ada botol Coke dari berbagai negara. Ditampilkan juga bagaimana pengaruh Coke terhadap pop culture. Ada benda-benda seni yang terbuat dari botol dan kaleng Coke, yang salah satunya adalah karya artis terkenal Andy Warhol.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa Coke menghargai keragaman budaya lokal dari masing-masing bangsa. Di China, nama Coca-Cola bahkan sengaja disesuaikan dan ditulis dengan empat karakter huruf Mandarin yang dieja sebagai “ke kou ke le” yang bisa diartikan sebagai “delicious happiness”.&lt;br /&gt;Dalam soal budaya, Coke memang dianggap lebih berpengaruh ketimbang Pepsi. Tokoh Santa Claus yang kita kenal sekarang misalnya—seorang kakek tua berkumis dan berjanggut panjang berwarna putih dengan pakaian merah-putih—disebut-sebut dipopulerkan pertamakalinya oleh Coke pada tahun 1930-an lewat iklan-iklannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pepsi selalu berupaya menampilkan citra sebagai kola yang lebih muda daripada Coke. Pepsi selalu memanfaatkan selebritis yang dekat dengan anak muda pada masanya. Selebritis mulai dari Michael Jackson, Madonna, Britney Spears, David Beckham, Spice Girls, F4 sampai ke Jay Chow sempat menjadi brand endorsers Pepsi.&lt;br /&gt;Perang kola ini terus berlanjut di era Internet. Pepsi meluncurkan kembali program “Pepsi Stuff” pada tahun 2005 lalu, yang kemudian direspon Coke dengan meluncurkan program “Coke Rewards”. Keduanya adalah loyalty program yang memberikan hadiah kepada pelanggan yang berhasil mengumpulkan sejumlah poin secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kisah di atas menunjukkan bahwa kedua merek sama-sama hebat. Mereka sama-sama ingin jadi merek yang horisontal. Kalau Coke menempuh cara lewat pendekatan budaya lokal, Pepsi ingin memposisikan dirinya sebagai mereknya anak muda yang selain merupakan simbol masa depan, juga merupakan simbol horisontal.&lt;br /&gt;Tidak ada yang mau jadi Legacy Brand. Tidak ada yang mau jadi Vertical Brand. Inilah contoh produk komoditas. Produk yang bukan hanya low-technology, namun malah no-technology. Kedua produk ini juga sudah sangat kuno. Mereka sudah ada sejak tahun 1890-an. Jadi usianya sudah lebih dari 100 tahun. Walaupun demikian, mereka tetap terus berebut untuk jadi Horisontal Brand.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8eDXK7qOI/AAAAAAAAALE/z3axLTSz9Ds/s1600-h/Coke-vs-Pepsi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246445134018226402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8eDXK7qOI/AAAAAAAAALE/z3axLTSz9Ds/s320/Coke-vs-Pepsi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa yang menang? Buat saya, it’s a never-ending war. Hal ini karena mereka bermain traditional boxing, bukan Thai boxing atau American Wrestling seperti pernah saya bahas. Mereka tidak melakukan perang harga atau main curang.&lt;br /&gt;Jadi, mari terus kita nikmati perang klasik antara kedua merek ini!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;diambil dari new wave marketing &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1659103392917737463?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1659103392917737463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1659103392917737463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/never-ending-cola-war-coke-vs-pepsi.html' title='The Never-Ending Cola War: Coke vs Pepsi'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8dv_VvYGI/AAAAAAAAAK8/4Z0jQ3RwDeE/s72-c/coke_vs_pepsi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8819037371286596075</id><published>2008-09-16T09:33:00.008+07:00</published><updated>2008-09-19T14:10:51.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing On The Move'/><title type='text'>The Man Who Has Eaten 23,000 Big Macs</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8bh5Gv50I/AAAAAAAAAKs/W7_mgVFEP_s/s1600-h/gorske.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246442359988676418" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8bh5Gv50I/AAAAAAAAAKs/W7_mgVFEP_s/s320/gorske.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PERCAYA atau tidak, ini fakta, bukan sensasi belaka. Ada orang yang namanya Don Gorske yang tinggal di Wisconsin, Amerika. Sepanjang hidupnya, ia sudah makan lebih dari 23 ribu hamburger Big Mac!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Gorske pertama kalinya makan Big Mac ketika berusia 17 tahun, tepatnya pada 17 Mei 1972. Waktu itu ia membeli tiga buah Big Mac saat makan siang di salah satu restoran McDonald’s. Kemudian ia kembali ke restoran tersebut dua kali lagi untuk memesan total sembilan Big Mac pada hari itu juga. Nah, sejak saat itulah Gorske jadi keranjingan Big Mac. Ia makan sembilan Big Mac sehari, walaupun belakangan ia telah menguranginya menjadi dua buah saja per hari.&lt;br /&gt;Gorske ini hampir-hampir tidak makan makanan lain selain Big Mac. Minumnya juga Coke terus. Ia bilang selama 36 tahun ini ia hanya satu hari saja tidak makan Big Mac, yaitu ketika ibunya meninggal, untuk menghormati ibunya itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Big Mac-nya yang ke-23 ribu dimakannya pada 17 Agustus lalu. Lantas, bagaimana ia bisa tahu jumlah Big Mac yang telah dimakannya selama ini? Gorske ternyata menyimpan setiap nota pembelian Big Mac-nya sejak tahun 1972 itu. Diperkirakan ia telah menghabiskan sekitar 50 ribu dollar AS untuk Big Mac selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Gorske bahkan melamar istrinya, Mary, di tempat parkir McDonald’s. Resepsi pernikahannya juga dilangsungkan di McDonald’s, di mana di situ ia makan sebelas buah Big Mac! Bagi Gorske, Big Mac memang seperti sudah menjadi bagian dari raison d’être-nya. Katanya, “I promised myself I would eat a Big Mac every day no matter how bad things got. The best thing of the whole day was the Big Mac.”!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Edan, bukan? Gorske ini memang seorang “Big Mac enthusiast”. Namanya sangat populer. Selain tercatat dalam Guinness Book of Records tahun 2005, ia juga muncul dalam film dokumenter “Super Size Me” pada tahun 2004 lalu. Inilah contoh nyata dari lifetime customers yang saya ceritakan pada tulisan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Gorske secara harfiah memang adalah pelanggan seumur hidup McDonald’s. Ia bahkan tidak pernah berpaling ke kompetitor McDonald’s satu kali pun sepanjang hidupnya! Sementara bagi McDonald’s sendiri, cerita Gorske ini menjadi PR (public relations) yang bagus. Bagaimana tidak, McDonald’s selama ini dipersepsi banyak orang sebagai penyedia junk food yang tidak sehat.&lt;br /&gt;Namun, walaupun makan Big Mac terus-terusan, ternyata fisik Gorske tetap sehat. Kadar kolesterolnya juga relatif normal, hanya 140. Gorske dan McDonald’s tidak sendiri. Lifetime customers seperti ini juga ada di tempat lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di Southwest Airlines misalnya, ada penumpang yang namanya Ann McGee-Cooper. McGee-Cooper ini kebetulan adalah seorang public speaker dan konsultan. Jadi, ia termasuk frequent flyer Southwest Airlines karena sering terbang kemana-mana.&lt;br /&gt;Seperti yang dikisahkan dalam buku Creating Customer Evangelists karya Ben McConnell dan Jackie Huba, pasca terjadinya peristiwa 9/11 tahun 2001, tepatnya pada Oktober 2001, McGee-Cooper mengirim surat ke maskapai penerbangan bertarif murah tersebut.&lt;br /&gt;Mau tahu isinya? McGee-Cooper bilang kalau ia bertekad kuat untuk mendukung Southwest Airlines. Ia akan membujuk klien, teman, dan anggota keluarganya untuk terbang dengan Southwest Airlines. Agar orang-orang tadi lebih tertarik, McGee-Cooper bahkan akan membelikan tiketnya untuk mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, McGee-Cooper juga bilang kalau ia akan membeli lebih banyak saham maskapai penerbangan tersebut. Bahkan, ia menyisipkan cek senilai 500 dollar AS ke dalam suratnya itu, seraya mengatakan bahwa maskapai penerbangan itu lebih membutuhkannya ketimbang dia!&lt;br /&gt;Luar biasa, bukan? Bagi Southwest Airlines, ini merupakan dukungan moral yang tidak ternilai &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8chOc6FBI/AAAAAAAAAK0/OqEPE9W9rps/s1600-h/southwest_airlines_logo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246443448050521106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8chOc6FBI/AAAAAAAAAK0/OqEPE9W9rps/s320/southwest_airlines_logo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;harganya. Bagaimana tidak, masa-masa itu industri penerbangan sedang terpukul. Banyak orang yang takut naik pesawat gara-gara peristiwa 9/11 itu. Namun, surat McGee-Cooper tadi mampu membangkitkan semangat para karyawan Southwest Airlines.&lt;br /&gt;Nah, pelanggan seperti inilah yang merupakan valuable customers bagi perusahaan. Mereka bukan sekadar pelanggan biasa. Mereka ini pelanggan loyal dan lifetime customers. Dalam marketing, pelanggan seperti ini sangat penting karena mampu meningkatkan value perusahaan secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ada alat untuk menghitung nilai pelanggan, namanya customer lifetime value (CLV). Intinya, alat ini memperkirakan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk menjalin relasi jangka panjang dengan seorang pelanggan. Kalau biaya akuisisi lebih kecil daripada lifetime value-nya, maka pelanggan tersebut dinilai profitable dan layak untuk menjadi pelanggan kita.&lt;br /&gt;Jadi, seperti saya bilang kemarin, Anda pun bisa memilih pelanggan, mana yang valuable, mana yang tidak. Maka, jadikanlah pelanggan Anda sebagai lifetime customers. Mereka akan membawa tangible dan intangible value yang tidak terhitung nilainya bagi perusahaan Anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(diambil dari new wave marketing &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;http://www.kompas.com/&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8819037371286596075?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8819037371286596075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8819037371286596075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/man-who-has-eaten-23000-big-macs.html' title='The Man Who Has Eaten 23,000 Big Macs'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SM8bh5Gv50I/AAAAAAAAAKs/W7_mgVFEP_s/s72-c/gorske.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6882021841587145417</id><published>2008-09-09T13:02:00.012+07:00</published><updated>2008-09-09T13:11:08.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspired Movie'/><title type='text'>Erin Gruwell - Sang Guru</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243898982790307218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMYSV2s_nZI/AAAAAAAAAKc/gmuXc7D4fhA/s320/teaser_freedom_writer.jpg" border="0" /&gt;Film yang becerita tentang keberanian dan kasih sayang. Aku tonton pas acara Break &amp;amp; Fun di kantor. Film ini bercerita tentang kisah sukses Erin Gruwell (Hilary Swank) dalam mengatasi para siswa-siswinya yang tidak peduli pada pendidikan merupakan tontonan yang menarik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;ERIN GRUWELL – SANG GURU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Opening film ini diawali dengan adegan salah satu murid kelas 203, Eva (April Lee Hernandez) yang memiliki darah Amerika Latin ketika masih kecil.&lt;br /&gt;Dibesarkan di lingkungan yang keras, Eva menyaksikan seorang pria ditembak di seberang rumahnya ketika dia sedang duduk di depan pintu. Karena ikatan suku yang kuat dan membela orang segolongannya, akhirnya ayah Eva yang menanggung risiko untuk di penjara. Ketika remaja pun akhirnya Eva memutuskan untuk bergabung dengan salah satu geng.&lt;br /&gt;Kehidupan di Long Beach pada saat itu benar-benar penuh dengan peperangan antar geng. Setiap golongan memiliki geng, ada geng Negro, geng Amerika Latin, geng Kamboja, dan geng Asia. Setiap geng saling membenci satu sama lain, lingkungan mereka dipenuhi dengan baku tembak antar geng. Erin datang ke Long Beach untuk mengajar, dan dia mendapatkan kelas yang merupakan bagian dari program untuk membaurkan remaja antar golongan ini. Tetapi keadaan di kelas benar-benar penuh dengan kebencian, dan mereka pun duduk saling berkelompok sesuai dengan golongannya. Bahkan Ben (Hunter Parrish) sebagai satu-satunya siswa kulit putih menjadi terkucilkan.&lt;br /&gt;Atasan Erin mengatakan bahwa seandainya Erin datang dua tahun sebelumnya tentunya dia menemukan sekolah itu penuh dengan siswa-siswi pandai yang memang memenuhi kelas sebagai sekolah unggulan. Namun justru Erin merasa tertantang untuk mengatasi perpecahan antar golongan ini. Dengan pendekatan yang manusiawi, Erin benar-benar merasa bertanggung jawab untuk dapat memberikan pendidikan pada siswa-siswinya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;METODE BARU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Dengan tidak menggunakan cara pengajaran yang konservatif dengan materi-materi yang membosankan, Erin berusaha menggunakan metode-metode hasil eksperimennya sendiri. Pelajaran bahasa dan sastra yang menggunakan contoh seniman modern seperti lirik lagi Tupac Shakur, seorang rapper kulit hitam. Erin pun mendapat cercaan sebagai kulit putih yang mau mengajari rap dan hip hop. Tanpa menyerah Erin terus berusaha untuk dapat menembus ke hati siswa-siswinya dengan cara memberi mereka masing-masing buku tulis, agar mereka mau menulis jurnal atau apapun yang ingin mereka tulis sebagai ekspresi dari diri mereka. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMYSc07mLrI/AAAAAAAAAKk/uQixhhXIz-M/s1600-h/freedomwriters2007-xx.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243899102573768370" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMYSc07mLrI/AAAAAAAAAKk/uQixhhXIz-M/s320/freedomwriters2007-xx.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Erin tidak memaksa untuk membaca tulisan mereka, dia mengatakan bila memang siswa-siswinya menghendaki dirinya membaca tulisan mereka, maka dia menyediakan lemari untuk meletakkan buku-buku tersebut. Dan alangkah senangnya Erin ketika melihat isi lemari penuh dengan buku-buku yang berisi curahan hati mereka. Walaupun pertengkaran antar geng masih berlanjut, bahkan salah satu teman Eva secara tidak sengaja membunuh salah satu remaja Kamboja ketika ingin menembak salah satu anggota geng kulit hitam. Eva sebagai saksi mata, tidak ingin berkhianat terhadap golongannya, maka dia justru bersaksi bahwa pelaku penembakan adalah salah seorang kulit hitam temannya.&lt;br /&gt;Karena Supervisor Erin tidak mau mendukung Erin untuk memberikan fasilitas berupa buku-buku materi sebagai bahan pengajaran Erin, maka Erin juga mencari pekerjaan tambahan untuk dapat membelikan siswa-siswinya buku yang pantas untuk dibaca. Salah satunya adalah buku The Diary of Anne Frank, para siswa-siswi pun penasaran akan kisah Anne Frank tersebut. Bagaimana gadis seumuran mereka mencoba bertahan hidup pada jaman Nazi. Tidak hanya sampai di situ, Erin terus berusaha agar para muridnya dapat saling membaur dan berdamai satu sama lain. Dengan cara membawa mereka tur, dan mengadakan makan bersama dengan beberapa pelarian di jaman Nazi yang selamat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;NEW BEGINNING&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kisah berlanjut dengan persahabatan antar golongan yang mulai terjalin, bahkan seorang Ben pun sudah dapat diterima untuk bergaul dengan Marcus (Jason Finn) salah seorang anggota geng kulit hitam yang diusir dari rumah oleh ibunya. Marcus diusir karena bergabung dengan geng, namun dia adalah salah satu murid yang sangat mengagumi perjuangan Anne Frank dan berkeinginan untuk bertemu dengan Miep Gies (Pat Carroll), yaitu orang yang membantu menyembunyikan keluarga Anne Frank dalam menghadapi Nazi. Para murid ingin sekali dapat bertemu langsung dengan Miep Gies.&lt;br /&gt;Karena sekolah tidak mau membiayai untuk mendatangkan Miep Gies, maka persahabatan antar murid pun semakin terjalin dengan ide-ide mereka untuk mengumpulkan sumbangan agar dapat mendatangkan Miep Gies ke sekolah mereka. Banyak media yang meliput kejadian-kejadian tersebut, tentu saja hal ini semakin membuat kesal supervisor Erin. Dan betapa bangganya para murid ketika dapat berhadapan langsung dengan Mip Gies, yang juga telah membaca jurnal mereka, dan menganggap mereka semua adalah pahlawan. Pahlawan dari kehidupannya masing-masing. Namun kesuksesan Erin dalam perjuangannya menyatukan perpecahan antar golongan tidak diimbangi dengan kesuksesannya membina keluarga. Suami Erin yang selama ini mendukung Erin tiba-tiba meninggalkannya begitu saja.&lt;br /&gt;Eva pun tiba-tiba berani bersaksi yang jujur, walaupun akhirnya dibenci oleh golongannya. Konflik pun bertambah ketika Erin tidak diijinkan kembali mengajar mereka karena mereka sudah harus pindah kelas. Ketika dia memperjuangkan untuk dapat mengajar mereka, karena permintaan murid-muridnya yang sudah merasa sebagai satu keluarga, malah supervisornya membawa-bawa masalah pribadinya untuk menjatuhkan.&lt;br /&gt;Bagaimana akhirnya apakah Erin dapat kembali mengajar mereka? Hal ini akan terjawab pada akhir dari film ini. Film ini cukup bagus dalam promosi menjauhkan perpecahan SARA. Terutama bagi bangsa yang sudah saling membenci satu sama lain… Sekali lagi memang ini salah satu film terbaik yang dimainkan Hilary Swank setelah Boy’s Don’t Cry. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MENGAMBIL MAKNA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Berani mengambil sikap positif meskipun lingkungan sekitar tidak mendukung adalah cara menunjukkan kasih sayang kepada lingkungan kita.&lt;br /&gt;2. Persitiwa masa lalu adalah proses pembelajaran yang baik karena dengan pengalaman tersebut kita memiliki pedoman dan pegangan untuk menghadapi masa depan kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(form film "Freedom Writers" August, 2008)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6882021841587145417?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6882021841587145417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6882021841587145417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/erin-gruwell-sang-guru.html' title='Erin Gruwell - Sang Guru'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMYSV2s_nZI/AAAAAAAAAKc/gmuXc7D4fhA/s72-c/teaser_freedom_writer.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-9099429552602314821</id><published>2008-09-09T10:16:00.009+07:00</published><updated>2008-09-09T10:27:11.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspired Movie'/><title type='text'>Bill Potter - Unstoppable Man</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMXraF2M5rI/AAAAAAAAAKM/0mCd4YZ0BGI/s1600-h/parenting.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243856174621451954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMXraF2M5rI/AAAAAAAAAKM/0mCd4YZ0BGI/s320/parenting.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;CACAT SEJAK LAHIR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bill Porter seorang pemuda cacat. Waktu ibunya melahirkan Bill, dokter menggunakan alat vacuum yang meleset, sehingga merusak sebagian syaraf otak Bill. Akibatnya dia jalan seperti orang mabuk, tangan kanannya bergantung begitu saja, dan bicaranya pun tidak jelas. Film diawali dengan percakapan antara Bill dan ibunya. Karena Bill tidak bisa memakai dasi sendiri, ibunyalah yang mengerjakan itu. Sambil mematut diri, Mrs. Porter bilang ke anaknya, “Pasti membutuhkan waktu untuk orang-orang mengenalmu. Tapi ingat: &lt;strong&gt;sabar dan gigih (patient and persistence)!”&lt;/strong&gt;Bill memulai pekerjaannya di bulan Oktober 1955 sebagai pedagang berbagai jenis sabun secara door to door. Mamanya mengantar dengan mobil sampai di sudut jalan. Rumah pertama yang dimasukinya langsung ditinggalkannya karena seekor anjing besar menunggunya di sana. Rumah kedua dibuka oleh pria setengah mabuk. Pria ini membanting pintu begitu Bill mulai mengenalkan dirinya. “Semacam orang peminta-minta,” kata laki-laki itu kepada perempuan yang berteriak “siapa itu?” dari dalam. Di rumah ketiga, Bill belum sempat bicara ketika penghuni rumah memulai pertengkaran dengan tetangganya karena pohon kesayangan tetangganya merusak atap rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;PANTANG MENYERAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanpa putus asa, Bill berjalan terhuyung-huyung memasuki rumah yang lain. Dia disambut oleh perempuan yang sedang berteriak kepada dua anaknya. Salah seorang anaknya langsung kabur melihat penampilan Bill. Di rumah berikutnya dia masuk dan menjelaskan produk Watkins yang dijualnya. Nyonya rumah menolak membeli, tetapi mengatakan, “Saya mengharg&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMXrgyldN-I/AAAAAAAAAKU/MoBbIbBG38Q/s1600-h/Bill_PorterShellyBrady.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243856289710028770" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMXrgyldN-I/AAAAAAAAAKU/MoBbIbBG38Q/s320/Bill_PorterShellyBrady.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ai usahamu,” sambil memberi sejumlah uang. Bill bangkit dan berkata, “Saya tidak membutuhkan belas kasihan. Tetapi Anda perlu pembersih untuk sofa Anda yang jorok!”Ny. Sullivan adalah pembeli pertamanya. Dia membayar hampir 50 dolar untuk dua pemutih dan sabun. “Hari ini aku dapat komisi $ 4,25”, Bill bersorak ketika ibunya menjemputnya sore itu. Di rumah, Ny. Porter bilang pada Bill, “Kamu seorang penjual. Ayahmu juga penjual yang berhasil. Dia berprofesi penjual selama 38 tahun. Saya tahu kamu akan berhasil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;IBU,SANG PEMBERI SEMANGAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sangat menarik melihat Ny Porter menyemangati anaknya. Di hari pertama Bill bekerja, Ny. Porter menuliskan dua kata mujarab dengan saus tomat pada roti makan siang Bill: patient and persistence. Dia juga memasangkan dasi dan kancing manset Bill. Hubungan dia dan ibunya juga sangat baik. Setelah beberapa bulan Ny. Porter kena parkinson dan harus tinggal di rumah jompo. Ny. Porter kian murung karena merasa menjadi beban untuk anaknya. “Kalau begitu, kita impas,” seloroh Bill.Bill konsisten dengan profesinya. Ketika syaraf tulang punggung bermasalah karena dia terus menerus menjinjing tas berat, dokter menyuruhnya berhenti menjual. Tapi Bill menolak. Dia menyewa tenaga orang lain. Dalam hal ini, Shelly sungguh berperan dalam hidupnya. Shelly beserta suami dan dua puteri mereka menjadi keluarga baru untuk Bill. Dia memelihara hubungan dengan semua pelanggan. Dia berhasil mendamaikan tetangga yang bertengkar soal pohon cemara. Dia juga memenangkan cinta anak kecil yang pernah takut melihat penampilannya. Sangat jelas digambarkan bagaimana seorang Bill Porter bukan hanya penjual. Dia mampu memperkaya kehidupan orang lain, bahkan dengan pelanggan yang tingkah lakunya aneh dan menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;MENJADI INSPIRASI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1989, Bill Porter meraih penghargaan dari perusahaan Watkins sebagai penjual terbanyak. Dia berhasil menjual produk Watkins sebanyak $ 42.460 dalam setahun. Prestasinya ini melebihi orang-orang muda yang yang berpenampilan normal pada masa itu. Di acara Watkins Annual Gathering, Bill mempersembahkan penghar-gaannya untuk kedua orangtuanya, “Aku suka menjadi penjual. Ayahku juga dulu seorang penjual; dan ibuku mengajariku kesabaran dan kegigihan. Dia takkan membiarkan aku merasa malu….” Bill mengalami depresi ketika cara jual door to door tidak lagi populer. Manajemen baru Watkins memilih menjual lewat iklan di TV, membuat katalog, dan menerima pesanan lewat telepon. Dia meninggalkan tas Watkinsnya di gudang penjualan door to door. Perubahan terjadi ketika anak kecil yang pernah takut padanya (yang sekarang sudah dewasa dan berprofesi sebagai wartawan), menjumpainya dan menulis sejarah keberhasilannya sebagai penjual. Bill tidak suka membaca puji-pujian orang di suratkabar. Tetapi ketika semua orang mengatakan, tulisandi koran itu sangat bagus dan memberi inspirasi, Bill tergugah. Dia menghubungi manajemen Watkins dan kembali menjadi penjual door to door.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;MENGAMBIL MAKNA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang saya pelajari dari film ini, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Penting sekali orangtua memberi teladan bagaimana berjuang. Ini membentuk konsep anak mengenai kerja keras.&lt;br /&gt;2. Selain itu, orangtua perlu membangun semangat anak melalui kata-kata, perhatian, dan perbuatan yang baik.&lt;br /&gt;3. Teladan dan kata-kata kita tidak akan lalu begitu saja. Inilah bekal baginya ketika dia dewasa dan menghadapi kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(from film "Door To Door" &lt;a href="http://www.billpotter.com/"&gt;http://www.billpotter.com/&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-9099429552602314821?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9099429552602314821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9099429552602314821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/09/bill-potter-unstoppable-man.html' title='Bill Potter - Unstoppable Man'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SMXraF2M5rI/AAAAAAAAAKM/0mCd4YZ0BGI/s72-c/parenting.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-300217091378220723</id><published>2008-08-29T09:56:00.017+07:00</published><updated>2008-09-01T15:28:49.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Mind'/><title type='text'>Who Move My Cheese</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLd-7g7ODBI/AAAAAAAAAJU/1T6MIY-X0wQ/s1600-h/22845156.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239796252384562194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLd-7g7ODBI/AAAAAAAAAJU/1T6MIY-X0wQ/s320/22845156.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis. Singkat cerita, suatu hari keju habis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempatlain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah,dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ing&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLd_rxoTpcI/AAAAAAAAAJc/bE8DkYP3RDw/s1600-h/j0316960.jpg"&gt;&lt;/a&gt;in berdiri sendiri.Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Ba&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240966516292575426" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="232" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLunR1tV4MI/AAAAAAAAAJk/wFLr_qGZMMg/s320/ar6172-001.jpg" width="140" border="0" /&gt;hkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang --dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yangdicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitugembira dalam menikmati hidup. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-300217091378220723?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/300217091378220723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/300217091378220723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/08/who-move-my-cheese.html' title='Who Move My Cheese'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLd-7g7ODBI/AAAAAAAAAJU/1T6MIY-X0wQ/s72-c/22845156.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7492562171882292682</id><published>2008-08-25T11:23:00.008+07:00</published><updated>2008-09-17T09:37:22.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>Bapak Ibuku Tercinta</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLI07bj8XnI/AAAAAAAAAI0/S4UEkXnvtl0/s1600-h/7a.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238307512200748658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLI07bj8XnI/AAAAAAAAAI0/S4UEkXnvtl0/s320/7a.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt; Foto bersama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIz8eaaVvI/AAAAAAAAAIk/3sd-oG9atus/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238306430634317554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIz8eaaVvI/AAAAAAAAAIk/3sd-oG9atus/s320/8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; The Wedding Day&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238307865189769362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLI1P-jFYJI/AAAAAAAAAI8/9WzXxrysi_s/s320/bapak+ibu+.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Happily Ever After&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7492562171882292682?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7492562171882292682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7492562171882292682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/08/bapak-ibuku-tercinta.html' title='Bapak Ibuku Tercinta'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLI07bj8XnI/AAAAAAAAAI0/S4UEkXnvtl0/s72-c/7a.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-9027500203888950482</id><published>2008-08-25T11:14:00.006+07:00</published><updated>2008-09-17T11:49:17.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>Playing with Brothers</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIzC2FPmpI/AAAAAAAAAIc/iKNn39hLq58/s1600-h/IMG_2908.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238305440555571858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIzC2FPmpI/AAAAAAAAAIc/iKNn39hLq58/s320/IMG_2908.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kiri ke kanan: Noah, Sebastian, Yu ten, Rio, Mbak Ririn&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIyThIKShI/AAAAAAAAAIU/a6DderTGzHc/s1600-h/IMG_0823.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238304627476810258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIyThIKShI/AAAAAAAAAIU/a6DderTGzHc/s320/IMG_0823.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;kiri ke&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;kanan: Oma, Mbak Ririn, Sebastian, Noah, Rio and Mama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246846995183996626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNCLiwrEjtI/AAAAAAAAAM4/QKuhUFQ7-yA/s320/bersama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bareng Mas dan Mbak Sepupu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-9027500203888950482?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9027500203888950482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/9027500203888950482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/08/playing-with-brothers.html' title='Playing with Brothers'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SLIzC2FPmpI/AAAAAAAAAIc/iKNn39hLq58/s72-c/IMG_2908.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8426153459016489553</id><published>2008-08-22T15:16:00.005+07:00</published><updated>2008-09-17T09:38:58.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>Rio And Oma Opa</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNBtpmL0gwI/AAAAAAAAAMw/WvTWLRHKgSk/s1600-h/baptis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246814127278818050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNBtpmL0gwI/AAAAAAAAAMw/WvTWLRHKgSk/s320/baptis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Rio Bareng Oma Opa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8426153459016489553?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8426153459016489553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8426153459016489553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/08/rio-and-family.html' title='Rio And Oma Opa'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SNBtpmL0gwI/AAAAAAAAAMw/WvTWLRHKgSk/s72-c/baptis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-7582537104548451545</id><published>2008-08-21T10:34:00.006+07:00</published><updated>2008-08-21T10:42:30.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>Smile Up..</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SKzitzJlzAI/AAAAAAAAAHs/YtFufeNIe_E/s1600-h/ketawa-ketiwi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236809743177468930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SKzitzJlzAI/AAAAAAAAAHs/YtFufeNIe_E/s320/ketawa-ketiwi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Smile Up!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236810377854769554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SKzjSvgc2ZI/AAAAAAAAAH0/8bmruCMfNbE/s320/leyeh-leyeh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Leyeh-leyeh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236811024886851218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SKzj4Z465pI/AAAAAAAAAH8/9sJSRa5tOTM/s320/pakai+blangkon+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pakai Blangkon&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-7582537104548451545?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/7582537104548451545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=7582537104548451545&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7582537104548451545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/7582537104548451545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/08/smile-up.html' title='Smile Up..'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/SKzitzJlzAI/AAAAAAAAAHs/YtFufeNIe_E/s72-c/ketawa-ketiwi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4691630367689356141</id><published>2008-04-07T09:42:00.004+07:00</published><updated>2008-04-07T09:58:03.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>my hero pillow hat...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mMDbCe3UI/AAAAAAAAAHk/SN6J0p5CVf0/s1600-h/DSCN2855.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mMDbCe3UI/AAAAAAAAAHk/SN6J0p5CVf0/s200/DSCN2855.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186330436319501634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;strong&gt;  are you in trouble?? just call me then..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mLdbCe3TI/AAAAAAAAAHc/c0Sa-NpVFdA/s1600-h/DSCN2875.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mLdbCe3TI/AAAAAAAAAHc/c0Sa-NpVFdA/s200/DSCN2875.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186329783484472626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;strong&gt;what are you looking at..??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mKkrCe3SI/AAAAAAAAAHU/-vog0VUjDEg/s1600-h/pahlawan+bertopi+bantal2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mKkrCe3SI/AAAAAAAAAHU/-vog0VUjDEg/s200/pahlawan+bertopi+bantal2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186328808526896418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;strong&gt;        helo my name is mario&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4691630367689356141?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4691630367689356141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4691630367689356141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2008/04/pahlawan-bertopi-bantal.html' title='my hero pillow hat...'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/R_mMDbCe3UI/AAAAAAAAAHk/SN6J0p5CVf0/s72-c/DSCN2855.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-3721523887059044620</id><published>2007-11-09T14:26:00.001+07:00</published><updated>2007-11-09T14:37:43.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>transformasi diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQOFl4J9CI/AAAAAAAAAHM/28ao7qg-iXA/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQOFl4J9CI/AAAAAAAAAHM/28ao7qg-iXA/s200/15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130741364711617570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQN6V4J9BI/AAAAAAAAAHE/UyEPsobi_NU/s1600-h/12.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQN6V4J9BI/AAAAAAAAAHE/UyEPsobi_NU/s200/12.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130741171438089234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQNm14J9AI/AAAAAAAAAG8/_s6YvCaQYtI/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQNm14J9AI/AAAAAAAAAG8/_s6YvCaQYtI/s200/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130740836430640130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQNbV4J8_I/AAAAAAAAAG0/DVPNXxuhsUc/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQNbV4J8_I/AAAAAAAAAG0/DVPNXxuhsUc/s200/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130740638862144498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQMu14J8-I/AAAAAAAAAGs/JBnQq_8tHII/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQMu14J8-I/AAAAAAAAAGs/JBnQq_8tHII/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130739874357965794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQMYl4J89I/AAAAAAAAAGk/gSb2g1ibJqI/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQMYl4J89I/AAAAAAAAAGk/gSb2g1ibJqI/s200/3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130739492105876434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQL214J88I/AAAAAAAAAGc/LSUtRR8MexY/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQL214J88I/AAAAAAAAAGc/LSUtRR8MexY/s200/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130738912285291458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-3721523887059044620?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3721523887059044620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3721523887059044620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/11/transformasi-diri.html' title='transformasi diri'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RzQOFl4J9CI/AAAAAAAAAHM/28ao7qg-iXA/s72-c/15.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6843774057521488945</id><published>2007-05-26T12:30:00.000+07:00</published><updated>2007-05-26T12:37:58.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Informasi Manajemen'/><title type='text'>Marketing Information System: Making the Decision to Build or Buy</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Overview&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Organizations seeking marketing information systems are often faced with&lt;br /&gt;making the decision to either buy an application package or to&lt;br /&gt;design a custom system using in-house or 3rd party software developer.&lt;br /&gt;This white paper examines the trade-offs and considerations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Analysis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Choosing to build versus buy is a strategic decision with lots of&lt;br /&gt;ramifications. The decision-maker needs to weigh a number of factors to&lt;br /&gt;be able to make the right decision. This white paper makes a strong case&lt;br /&gt;for the purchase of an application package.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Action&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Use this white paper as a starting point to help you evaluate all the&lt;br /&gt;factors involved in making the build versus buy decision, and to develop&lt;br /&gt;a rationale for your choice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Until recently, you had little choice.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Packaged marketing information systems didn’t exist. An organization&lt;br /&gt;wanting a marketing information system had to build it from scratch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, an organization that wishes to get a marketing information system&lt;br /&gt;can build a custom solution or buy a packaged software application. Many&lt;br /&gt;marketing executives are also getting pressure from their IT organization&lt;br /&gt;to consider developing a custom solution. While&lt;br /&gt;building a custom solution may seem the best approach, it is a course of&lt;br /&gt;action fraught with complexities that are difficult to anticipate, unless&lt;br /&gt;you have done it before.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, many marketing executives are appropriately unsure of whether they&lt;br /&gt;should build or buy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preliminary Considerations and Due Diligence&lt;br /&gt;Whether or not to build an in-house marketing information system solution&lt;br /&gt;boils down to an honest assessment of the needs of the organization and&lt;br /&gt;what it will take to meet those needs. Evaluate the following factors with&lt;br /&gt;respect to your proposed project:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Availability of in-house resources, including both marketing and software development staff.&lt;br /&gt;• Complexity and purpose of the project.&lt;br /&gt;• Needs of the organization.&lt;br /&gt;• Time to deployment.&lt;br /&gt;• Is your development staff large and skilled enough to build a marketing&lt;br /&gt;information system in-house?&lt;br /&gt;• Are your resources best spent developing homegrown marketing software?&lt;br /&gt;• Are marketing process automation and marketing operations best practices&lt;br /&gt;the core competency of your IT staff?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Still considering a custom-built solution? The next section details some of&lt;br /&gt;the problems you might encounter with developing a marketing information&lt;br /&gt;system in-house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Challenges with Custom Software Development&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;The complexity of today’s computing environments only magnifies the&lt;br /&gt;difficulties of implementing custom marketing information systems. Problems&lt;br /&gt;inherent in building marketing information systems from scratch include:&lt;br /&gt;• Too expensive to develop&lt;br /&gt;• Too expensive to maintain&lt;br /&gt;• Too time consuming&lt;br /&gt;• No real process improvements&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Too Expensive to Develop &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Often home-grown solutions appear to have no real cost. After all, your&lt;br /&gt;in-house programmers’ time is already paid for. In-house development can be&lt;br /&gt;much more costly than it appears though—far more so than that seemingly&lt;br /&gt;expensive software package. Don’t just think about the&lt;br /&gt;salaries of your development team; be sure to include the opportunity&lt;br /&gt;cost of the marketing department in design meetings, planning meetings,&lt;br /&gt;application testing, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While marketing is a strategic business function, there are far fewer users&lt;br /&gt;of marketing information systems than other core business applications. The&lt;br /&gt;ratio of users per developer-hour will be far higher if the software&lt;br /&gt;has thousands of users rather than dozens or hundred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Too Expensive to Maintain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Applications must be maintained. Maintaining a custom-built marketing&lt;br /&gt;information system and keeping it running on the current platform or a&lt;br /&gt;succession of platforms can be an expensive proposition. And, what happens&lt;br /&gt;when the programmers who developed the original application move on to&lt;br /&gt;other projects and other jobs? The maintenance of custom applications is&lt;br /&gt;complex, time-intensive and fraught with undocumented functions. Unless the&lt;br /&gt;marketing information system is well documented—another complex and&lt;br /&gt;expensive proposition—you will&lt;br /&gt;end up throwing more money into maintenance than you ever planned for.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your marketing information system should evolve and improve, too.&lt;br /&gt;Custom-built applications tend to be written once, and left alone until&lt;br /&gt;something breaks or an incompatibility develops.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Too Time Consuming&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Traditionally, in-house application development is characterized by long&lt;br /&gt;learning curves and slow deployment schedules. Time consuming&lt;br /&gt;custom development requires considerable due diligence to scope and plan&lt;br /&gt;the entire project. Don’t just think about the time spent by your&lt;br /&gt;development team; be sure to include the time spent by the marketing&lt;br /&gt;department in design meetings, planning meetings, application testing, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A typical software development project requires as much time spent on&lt;br /&gt;scoping, designing, planning and gathering needs as writing software. Don’t&lt;br /&gt;underestimate the amount of time members of the marketing&lt;br /&gt;department will spend in meetings to explain needs and requirements, to&lt;br /&gt;review specifications, and to test software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;No Real Process Improvements&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;One danger of in-house development lies in the tendency to fall back on&lt;br /&gt;tried-and-true methodologies. Unfortunately, following the old ways of&lt;br /&gt;doing things won’t necessarily yield the optimal solutions. Development&lt;br /&gt;methodologies are always changing. Unless your programmers are&lt;br /&gt;versed in the latest best practices, you risk ending up with something&lt;br /&gt;that’s less than what you hoped and planned for. Even if your&lt;br /&gt;organization’s business processes have evolved over time, they may still&lt;br /&gt;not be refined enough to reflect best practices.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Benefits of Buying a Package&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;In most cases, a packaged marketing information system can overcome the&lt;br /&gt;challenges presented by custom-built solutions. Packaged solutions leverage&lt;br /&gt;existing technology and offer the following compelling reasons&lt;br /&gt;to buy:&lt;br /&gt;• Low total cost of ownership (TCO)&lt;br /&gt;• Get up and running faster&lt;br /&gt;• Better ease of use; better training&lt;br /&gt;• Higher level of integration with third-party technology&lt;br /&gt;• Integrated, cross-functional processes&lt;br /&gt;• Optimization of development resources&lt;br /&gt;• High reliability through proven performance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Low Total Cost of Ownership (TCO)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;As stated in the previous section, high costs remain the primary drawback&lt;br /&gt;to developing in-house marketing information systems. Development and&lt;br /&gt;especially maintenance costs are often underestimated. Packaged software&lt;br /&gt;keep costs down through:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Fast implementation and deployment, which reduces the cost of the entire&lt;br /&gt;process, and gets benefits accruing faster.&lt;br /&gt;• Constant technological and marketing innovation.&lt;br /&gt;• Best practices.&lt;br /&gt;• Project scalability, which allows the organization to start with a small&lt;br /&gt;deployment before investing in the whole enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Up and Running Faster&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;The long development cycle of a custom-built solution isn’t an option if&lt;br /&gt;your organization needs to deploy a marketing information system quickly.&lt;br /&gt;Buying a package requires much less scoping, minimal design, and testing.&lt;br /&gt;Depending upon which package you choose you could be&lt;br /&gt;up and running in days or weeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ease of Use&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Packaged applications typically have better ease of use: if they aren’t no-&lt;br /&gt;one would buy them. As a result, packaged software developers invest&lt;br /&gt;heavily in usability testing, and talented graphical user interface&lt;br /&gt;designers. Software packages typically include comprehensive online help&lt;br /&gt;and written documentation, too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Easy to learn&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Packaged software is typically easier to use than custom applications.&lt;br /&gt;Considerable effort is devoted to making the software usable. Packaged&lt;br /&gt;software vendors typically offer training; their curricula are well&lt;br /&gt;designed and are time tested. Only a packaged software developer can offer&lt;br /&gt;training performed by expert staff whose sole responsibility is training&lt;br /&gt;users how to use the marketing information system. Users can immediately&lt;br /&gt;begin working on projects after a short training period.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Higher Level of Integration with Third-Party Technologies&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;When an organization sets out to develop a marketing information system in&lt;br /&gt;house, it may not consider additional requirements that may become&lt;br /&gt;desirable or needed after the fact. In effect, the new marketing&lt;br /&gt;information system may not end up offering enough in the way of&lt;br /&gt;functionality. In-house marketing information systems are often&lt;br /&gt;developed to meet the needs of the moment, without taking into account&lt;br /&gt;rising user demands and data volumes. Packages, on the other hand, are&lt;br /&gt;often designed to handle both small and large workgroups.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Optimization of Development Resources&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A custom marketing information system project pulls programmers away from&lt;br /&gt;an organization’s regular development work. After the fast&lt;br /&gt;deployment of a packaged application, on the other hand, you can focus&lt;br /&gt;development resources on your business’s core competencies.&lt;br /&gt;Developers can get to work on exciting new projects that will further&lt;br /&gt;organizational goals and add to the bottom line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;High Reliability Through Proven Performance&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Building a marketing information system in-house is only the beginning.&lt;br /&gt;Next comes a time-consuming iterative testing process, during which&lt;br /&gt;developers fine-tune the application and hope for the best in terms of&lt;br /&gt;reliability. In contrast, a good packaged integration solution offers high&lt;br /&gt;reliability by definition, right out of the box. The vendor and other users&lt;br /&gt;can attest to its proven performance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Conclusion: Buy Trumps Build&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;In today’s competitive marketing environment and complex IT&lt;br /&gt;landscape, custom built marketing information systems can’t stand up to&lt;br /&gt;available packaged software. Quick-hitting, cost-effective packaged&lt;br /&gt;solutions can meet your organization’s needs with nominal use of&lt;br /&gt;internal IT resources. Where custom-built solutions present expensive&lt;br /&gt;development and maintenance considerations, packaged options counter with&lt;br /&gt;proven lower total cost of ownership. Where in-house integration involves&lt;br /&gt;long deployment cycles, easy to-learn and easy-to-use software packages&lt;br /&gt;speed time to value. Where custom applications can get mired&lt;br /&gt;in old methodologies and lack scalability, available marketing information&lt;br /&gt;systems offers the flexibility of customization options and the scalability&lt;br /&gt;that meet your organization’s needs—now and into the future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even though a custom-built marketing information system may seem to offer&lt;br /&gt;control and flexibility, it will only lock your organization into a&lt;br /&gt;suboptimal solution. Is marketing best practices really your organization’s&lt;br /&gt;core competency? Can you spare the programming resources? Do you have&lt;br /&gt;several months to develop, test and fine-tune your application? If&lt;br /&gt;like most organizations you answered “no” to all of the above, buying a&lt;br /&gt;highly reliable and functional packaged marketing information system is&lt;br /&gt;your best option.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6843774057521488945?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6843774057521488945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6843774057521488945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/marketing-information-system-making.html' title='Marketing Information System: Making the Decision to Build or Buy'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-2012901413137438644</id><published>2007-05-25T16:13:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T09:40:47.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Biar foto yang bercerita.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlarvOn_ItI/AAAAAAAAAF0/43SUB1dl1hY/s1600-h/d.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068427258520085202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlarvOn_ItI/AAAAAAAAAF0/43SUB1dl1hY/s400/d.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlaqpOn_IsI/AAAAAAAAAFs/CHacGkzD8XQ/s1600-h/c.bmp"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Risking their lives to save another, Lt. Jeffrey Goodman and Lance Cpl. Jorge Sanchez of the 2nd Tank Battalion drag a wounded civilian to safety after he was aught in the midst of battle on the road to Baghdad. (Photo by Cheryl Diaz Meyer)&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068426055929242306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlaqpOn_IsI/AAAAAAAAAFs/CHacGkzD8XQ/s400/c.bmp" border="0" /&gt; Agim Shala, 2, is passed through a barbed wire fence as members of his family are reunited at a refugee camp in Kukes, Albania.Photo by Carol Guzy &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlap_un_IrI/AAAAAAAAAFk/3u4kOM6TJjg/s1600-h/b.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068425342964671154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlap_un_IrI/AAAAAAAAAFk/3u4kOM6TJjg/s400/b.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlapsun_IqI/AAAAAAAAAFc/aAp93ZW-XmQ/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068425016547156642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlapsun_IqI/AAAAAAAAAFc/aAp93ZW-XmQ/s400/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-2012901413137438644?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2012901413137438644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2012901413137438644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/biar-foto-yang-bercerita.html' title='Biar foto yang bercerita.....'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlarvOn_ItI/AAAAAAAAAF0/43SUB1dl1hY/s72-c/d.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-1774182532781592508</id><published>2007-05-24T15:58:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T15:55:27.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Portoku....'/><title type='text'>Sekedar tau...</title><content type='html'>Berikut adalah sebagian dari hasil utak-utik komputer....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068417526124192322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlai4un_IkI/AAAAAAAAAEs/ElHK_fYyD6c/s400/Logo+Sparkling.jpg" border="0" /&gt;Berikut adalah logo Sparkling Surabaya buat Ikon Kota kita tercinta...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Logo ini hasil kolaborasi aku dan Pak Ivan ( Ketua Dewan Kesenian Jatim), sekarang sepertinya logo ini lagi giat-giatnya dipasang menyabut Surabaya Big Sale..oh ya, kalo ada yang pernah ke Kantor Pemkot di Jl. Taman Surya ada dua logo gede Sparkling Surabaya di sana...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068418088764908114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlajZen_IlI/AAAAAAAAAE0/26iBMlZEv2Y/s400/stpb.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang ini asli bikinanku sendiri atas permintaan dari STPB directly.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068415941281260066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlahcen_IiI/AAAAAAAAAEc/1vHBpxeYUAI/s400/iklan+sparkling.jpg" border="0" /&gt;Ini adalah spot iklan untuk promosi Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) dimuat di majalah Jakarta Java Kini (lupa edisinya...)&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068416813159621170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlaiPOn_IjI/AAAAAAAAAEk/YlgEIRfenPA/s400/golf+%26+tourism.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Kalo yang ini promosi untuk lomba golf bekerja sama dengan Jawa Pos&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-1774182532781592508?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/1774182532781592508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=1774182532781592508&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1774182532781592508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/1774182532781592508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/sekedar-tau.html' title='Sekedar tau...'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlai4un_IkI/AAAAAAAAAEs/ElHK_fYyD6c/s72-c/Logo+Sparkling.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-8919241847813553257</id><published>2007-05-24T15:53:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T09:43:47.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Foto yang Indah?: Follow Your Passion</title><content type='html'>Oleh: &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/anggota/profil.php?id=137"&gt;Janu Dewandaru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan karya foto yang indah rasanya sudah menjadi suatu hasrat yang umum di kalangan pelaku seni fotografi. Bahkan seringkali menjadi suatu obsesi bagi sebagian mereka. Dalam upayanya, maka digelarlah puluhan lomba foto ini-itu dengan intensitas dan frekuensi yang sangat tinggi. Mulai dari lomba foto tingkat klub sampai lomba paling bergengsi a la Salon Foto Indonesia. Membajirlah ratusan bahkan ribuan foto-foto juara yang telah diapresiasi dan dinilai sebagai foto yang "bagus", "indah","eksotis", "unik", dan seribu penghargaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengamat sekaligus pelaku seni -yang awam dan sangat tidak dikenal- di luar dunia fotografi, sayapun terbawa ke dalam antusiasme untuk mencoba ikut menikmati foto-foto hasil hiruk-pikuk lomba melukis dengan cahaya ini. Pertanyaan yg paling awal muncul dlm diri sendiri "bagaimana membuat sebuah foto yang indah?…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebuah foto yg "indah" adalah sebuah foto dalam definisi keindahan yang sangat eksplisit (bentuk, warna, komposisi, gelap-terang, pola) semata? Semuanya cukup berhenti di sana? Bukankah keindahan adalah sesuatu yg sangat subyektif dan pribadi sifatnya?. Bagaimana mungkin seperangkat aturan yg standard dan general bisa menangkap seluruh dimensi perasaan banyak manusia lain? Saya tidak bicara soal kesempurnaan teori/format/teknis sebuah foto, karena semua foto yg dibilang bagus itu tentulah sudah dinilai "layak lomba" dan oleh karena itu secara teknis tentulah sudah dikatakan "layak jadi juara". Namun seperti yang juga saya pernah baca, bukankah foto yg indah tidak selalu foto yang benar secara teknis??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mulai banyak bertanya kepada diri sendiri. Beberapa pekan dalam keraguan dan kebimbangan. Berdialog dengan teman, sahabat, dan hati nurani……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan membutuhkan "rasa", esensi kesadaran paling mendalam dari si pelaku seni yang mengalir melalui hasrat dan panca inderanya dan akhirnya mewujud kedalam karya seninya. Sebuah lukisan adalah juga cermin jiwa si pelukis. "It's not a painting, it's me". Dan rasa sangatlah subyektif sifatnya, karena ia terbentuk pada tataran alam bahwa sadar oleh pengalaman-pengalaman pribadi individu dalam berinteraksi dengan orang-orang, kultur, dan alam di sekitarnya.&lt;br /&gt;Keindahan, jadinya sangatlah subyektif sifatnya. Indah menurut saya, belum tentu dibilang indah menurut orang lain. Dalam session penjurian foto misalnya, sesudah terpenuhinya aspek teknikal fotografi, seringkali sebuah foto dinilai 9 "istimewa" dan pada saat yang sama juga dinilai 1 "jelek sekali" oleh juri yang lain. Bukan karena masalah format/teknisnya, tapi lebih karena ternyata "rasa"-nya tidak selalu nyambung dengan "rasa" seluruh anggota jurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika karya foto hendak ditempatkan sebagai suatu "karya seni" dan ingin diapresiasi sebagai sebuah karya seni, maka seyogianya ia harus diperlakukan sebagaimana kita mengapresiasi karya seni lainnya seperti seni lukis, seni patung, seni batik, seni sastra/puisi, dan lain-lain. Rasanya hampir tidak pernah kita dengar ada lomba lukis kecuali untuk anak-anak. Hampir tidak ada lomba seni patung, kecuali untuk pembuatan monumen yang spesifikasi wujudnya sudah jelas. Hampir tidak ada lomba lukis batik kecuali dlm program mempromosikan museum yg semakin sepi. Pujangga-pujangga puisi saat ini justru mereka yg berani melepaskan diri dari format2 baku yg ada. Pada kenyataannya, para pelaku seni itu terus berkreasi dan terus berekspresi melalui medianya masing-masing, dengan gayanyanya masing-masing, untuk mengkspresikan "rasa" individu masing-masing. Everybody is unique. Mencoba menilai sederetan karya seni dengan suatu kriteria teoritis/format/teknis baku…sama artinya dgn melakukan standarisasi impresi. Suatu tindakan yg justru bertentangan dengan spirit berkesenian yang membebaskan! Membebaskan pelaku seni dari tuntutan untuk mengorbankan "rasa" demi mengikuti selera orang lain (mohon bedakan antara sebuah karya seni sebagai "seni" dengan sebuah karya seni sebagai "komoditi"). Membebaskan penikmat seni dari segala acuan formal tentang "bagaimana membaca dan mengapresiasi suatu karya seni" serta kriteria baku bagus-tidak bagusnya suatu karya seni. Bukankah tidak semua orang menyukai gaya melukisnya Affandi? Tapi siapa yang bilang kalau lukisannya Affandi "lebih jelek" dari lukisannya Basuki Abdullah?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-8919241847813553257?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/8919241847813553257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=8919241847813553257&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8919241847813553257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/8919241847813553257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/foto-yang-indah-follow-your-passion.html' title='Foto yang Indah?: Follow Your Passion'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6722988978749157636</id><published>2007-05-24T15:49:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T09:45:18.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Kapan ini dan kapan itu di Fotografi (Diperuntukkan bagi Pemula)</title><content type='html'>Oleh: &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/anggota/profil.php?id=2397"&gt;D. Z. Sjechlad, Penjahat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam memotret, selalu ada hal yg prioritas di benak kita. Kalau tidak ada namanya kamera pocket/ ha ha ha. Terutama setelah kita mengetahui efek dari masing masing kombinasi. Mayoritas digolongkan menjadi dua bagian besar yaitu; Aperture Priority, dimana dlm memotret kita menghendaki efek dari bukaan tertentu sebagai factor yg ditetapkan… yang lain variable.; Speed Priority dimana dlm memotret kita menghendaki speed tertentu dlm mengabadikan moment, yang lain variable. Memotret pemandangan yang semuanya akan ditonjolkan membutuhkan dept of field yang besar sehingga org dapat menset bukaan sekecil mungkin. Memotret model di mana dihendaki pengisolasian subject dari lingkungan membutuhkan dept of field yang sekecil mungkin. Kecepatan yang merupakan variable diset mengikuti takaran sesuai ISO yg dipilih. Kalau perlu pakai tripod atau monopod. Memotret pemandangan tanpa tripod orang akan mempertahankan kecepatan terendah yang dia bisa pertahankan, aperture akan mengikuti. Memotret sport dgn kecepatan tinggi orang akan menetapkan speed yang tinggi dan aperture mengikuti. Demikian pula memotret low exposure dan panning orang akan menetapkan speed yang akan diikuti aperture sesuai ISO yang dipakai. Komponen Variabel yang mensuport pilihan di atas juga harus dipilih untuk lebih memperkuat pilihan efek yang hendak dibuat. Memotret pemandangan orang cenderung memakai wide angle lens yang memiliki dept of field yg dalam dan distorsi cembung. Dlm memilih ISO juga cenderung memakai film ISO rendah yang memiliki butiran yang halus yang akan menunjang dept of field yang dalam tersebut. Memotret model orang cenderung memakai tele yang memiliki depth of field yg tipis dan distorsi cekung yang akan membuat muka org menjadi langsingan. Kalau perlu memakai fast lens yang memiliki bukaan 2,8 bahkan 1.8 Komponen penunjang lainnya seperti tripod di mana kecepatan yang dipilih lebih rendah dari yang mampu kita tahan. Netral Density Filter dimana kecepatan yang dihasilkan dari bukaan yang paling memungkinkan masih lebih cepat dari yang kita inginkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6722988978749157636?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/6722988978749157636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=6722988978749157636&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6722988978749157636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6722988978749157636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/kapan-ini-dan-kapan-itu-di-fotografi.html' title='Kapan ini dan kapan itu di Fotografi (Diperuntukkan bagi Pemula)'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-2703624958851129667</id><published>2007-05-24T13:09:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T09:46:45.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Karya-karya yang merupakan hasil olah digital, kolase foto, dan teknik-teknik digital lain</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlal7On_IpI/AAAAAAAAAFU/mw397fSJjkg/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;GOOD MORNING KIDS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlVNh-n_IgI/AAAAAAAAAEM/UcZKPt0Ycd0/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068042201817096706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlVNh-n_IgI/AAAAAAAAAEM/UcZKPt0Ycd0/s200/5.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Keterangan: saat liburan sekolah,pagi2 mereka sdh sibuk bermain mulai dr yg tua smp yg muda..lucu jg liat mereka main kereta api,saat memotret mereka saya ajak becanda,begitu natural ekspresinya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;MEMBERI MAKAN JERAPAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlVMh-n_IfI/AAAAAAAAAEE/TW5NGZiThYk/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068041102305468914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlVMh-n_IfI/AAAAAAAAAEE/TW5NGZiThYk/s200/4.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Painting Konsephasil main2 ke ragunan dengan sepupu2 yg masih kecil-kecil.. skalian aja dimanfaatkan.. hehe..semua view diambil di ragunan.. background di buat agak Clear dengan Konsep berkabut dan pagi.. Menggunakan PS Tool: brush, eraser, dan Bruning.. dengan memanfaatkan Channel selections..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;EKSPRESI SANG MODEL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlUtjOn_IeI/AAAAAAAAAD8/gc49c2OFqDc/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068007038919844322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlUtjOn_IeI/AAAAAAAAAD8/gc49c2OFqDc/s200/3.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;AFTER DUTY&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlUsYen_IdI/AAAAAAAAAD0/PdkGR8mi3vg/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068005754724622802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlUsYen_IdI/AAAAAAAAAD0/PdkGR8mi3vg/s200/2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Keterangan: ini salah satu fotografer di Indonesia Open Golf 2007 kemarin. sebagai fotografer majalah asing, tugasnya memang memotret laga para pemain golf, walaupun dia sendiri akhirnya harus berolahraga dengan beratnya 'gears' yang dipikul, i would like to call him The Champ ! thanks buat FNers yang sudah mampir, regards&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-2703624958851129667?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/2703624958851129667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=2703624958851129667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2703624958851129667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2703624958851129667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/foto.html' title='Karya-karya yang merupakan hasil olah digital, kolase foto, dan teknik-teknik digital lain'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlVNh-n_IgI/AAAAAAAAAEM/UcZKPt0Ycd0/s72-c/5.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-4509406751640164512</id><published>2007-05-23T15:17:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T15:23:45.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Sekilas Tentang Komposisi dalam Fotografi</title><content type='html'>Oleh: &lt;a href="http://www.fotografer.net/isi/anggota/profil.php?id=698"&gt;Jessica Helena Wuysang, Maya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara anda menata komposisi dalam jendela bidik akan diinterprestasikan kemudian setelah foto anda tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatumengejutkan, beda, eksentrik. Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi karena penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila dibutuhkan mungkin anda akan membutuhkan komposisi anda seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang anda buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah. Anda harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamis diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi karena adanya pengulangan berkali-kali sebuah objek yang berukuran kecil. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Garis &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Shape&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna. Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Form&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tekstur &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda. Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu. Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Patterns&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati. Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempelajari prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis yang dapat anda gunakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Rule of thirds&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Format : Horizon atau Vertikal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Keep it simple&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ‘ramai’ sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Picture scale&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Horizons &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Leading lines&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Umumnya garis-garis ini berbentuk : Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Be different&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Colour&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Framing &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Shooting position&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah meurbah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Number of subject&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang ‘berbeda’ diantara sekian banyak subyek tersebut. Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-4509406751640164512?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/4509406751640164512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=4509406751640164512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4509406751640164512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/4509406751640164512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/sekilas-tentang-komposisi-dalam.html' title='Sekilas Tentang Komposisi dalam Fotografi'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-3835345014125108299</id><published>2007-05-23T12:45:00.003+07:00</published><updated>2008-09-17T09:41:30.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluargaku'/><title type='text'>Yang paling aku cintai dan berharga dalam hidupku..</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Saya lahir di Surabaya, 15 Juni 1977. Anak terakhir dari 4 bersaudara. Menempuh pendidikan di Surabaya dari SD sampai S1. Sekarang sedang menepuh pendidikan S2 Manajemen Stratejik di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068419677902807650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlak1-n_ImI/AAAAAAAAAE8/9s-NtVe87Zs/s400/merit-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikah tanggal 23 Januari 2005 dengan Elizabeth Renny Yuniardini,ST,MMT. Saya dan mantan pacar (sekarang dah jadi istri maksudnya...) bertemu sewaktu sama -sama kuliah di ITS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068419896946139762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlalCun_InI/AAAAAAAAAFE/0A7q0eStrJU/s400/mario-ketawa.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya dan istri telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Mario Bimawan Setyo yang lahir pada tanggal 31 Agustus 2006. Inilah babak baru dalam kehidupanku...Thanks for YOUR Amazing Gift To Me, Jesus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068420094514635394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlalOOn_IoI/AAAAAAAAAFM/ejW34S1_fgU/s400/baptis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Foto diatas adalah Mario ketika dibaptis pada tanggal 4 Januari2007 dengan nama permandian Ignatius. Nama Ignatius dipilih agar kelak Mario dapat mengikuti jejak santo Ignatius menjadi rasul yang tangguh dan beriman kepada Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-3835345014125108299?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/3835345014125108299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=3835345014125108299&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3835345014125108299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/3835345014125108299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/yang-paling-aku-cintai-dan-berharga.html' title='Yang paling aku cintai dan berharga dalam hidupku..'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rlak1-n_ImI/AAAAAAAAAE8/9s-NtVe87Zs/s72-c/merit-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-2390399689993807337</id><published>2007-05-21T13:28:00.000+07:00</published><updated>2007-05-21T13:48:07.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Olah Digital Agar Foto Lebih Berdimensi</title><content type='html'>Aku hanya pengen sharing saja, beberapa langkah untuk dapetin sebuah foto yg terlihat berdimensi... mgk cara yang aku pilih ini terasa agak rumit, namun aku udah berusaha semaksimal mungkin untuk ngolah foto ini agar tidak terasa rumit.... semoga berkenan dan jika ada kesalahan dalam penyampaian artikel in, aku minta maaf sebelum nya... karena "Banyak Jalan Menuju SURGA"... *Untuk pertama nya ini Foto Asli nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066897339629641938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE8SOn_INI/AAAAAAAAABo/vYKhPk59tUQ/s200/prt_asli.jpg" border="0" /&gt;langkah 1 : buat layer masking Gradient Maps hitam putih...tekan OK dulu... trus ganti mode blending option nya ke "Multiply" dan kurangin opacity nya sampai sesuka hati... &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066897614507548898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE8iOn_IOI/AAAAAAAAABw/qVL0MIxints/s200/prt1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;ntar hasil nya seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066898022529442034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE85-n_IPI/AAAAAAAAAB4/QUN7P_h_Ek0/s200/prt2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;langkah 2 : buat layer Gradient Maps sekali lagi tapi mode blending nya biarkan NORMAL saja... hanya opacity nya dikurangin...sekitar sampai 72%...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066898297407348994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE9J-n_IQI/AAAAAAAAACA/mj3m_8cfQY0/s200/prt3.jpg" border="0" /&gt;langkah 3 : pada layer gradient maps pertama, gunakan tools brush warna hitam dan gosok kan pada bagian bagian yg dirasa terlalu gelap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066898653889634578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE9eun_IRI/AAAAAAAAACI/kA7r3i8GAfU/s200/prt4.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;langkah 4 : setelah itu duplicate layer foto asli paling bawah itu... baru di main kan tools Burn dan Dodge nya.... sehingga gelap terang nya jadi terangkat dengan enak... untuk lebih jelas berikut bagian bagian yg di burn dan dodge...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066898902997737762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE9tOn_ISI/AAAAAAAAACQ/EDbQ-UtxeiQ/s200/prt5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;langkah 5 : lalu pada layer gradient maps ke2, gunakan tool brush warna hitam juga dan gosok di bagian bagian tersebut.... &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066899220825317682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE9_un_ITI/AAAAAAAAACY/IIDwI-FKHns/s200/prt6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;langkah 6 : kemudian kalo sudah tekan CTRL+SHIFT+N ganti mode ke OVERLAY dan centang yg di bawah nya itu.... &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066899568717668674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE-T-n_IUI/AAAAAAAAACg/PyjEcExaBE0/s200/prt7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ntar penampakan nya di kolom layer seperti ini... &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066899804940869970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE-hun_IVI/AAAAAAAAACo/4FEsVyENObQ/s200/prt8.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;langkah 7 : layer ini sifat nya mirip dengan burn &amp; dodge, tapi hasil nya lain... pada layer overlay itu tadi, gunakan brush warna putih sampai 50% hitam untuk menerangkan bagian yg Anda rasa terlalu gelap... dan gunakan brush warna 50% hitam sampai ke hitam pekat untuk menggelapkan bagian yg Anda rasa terlalu terang.... disinilah inti olahan foto ini.... disinilah hati dan perasaan kita akan di uji...hihihi... dan disinilah kesan 3D nya bakalan enak kalo proses gelap terang nya tepat.... &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066900676819231074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE_Uen_IWI/AAAAAAAAACw/RXhr-BFNfy8/s200/prt9.jpg" border="0" /&gt;langkah 8 : baru buat layer Color Balance diatur seperti ini... yg langkah ini nih sebenernya suka suka hati kok.... kalo pengen kesan ber-toning biru yah sikat aja ke biru-biruan... kalo pengen kesan ber-toning merah yah sikat aja ke merah-merahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066900900157530482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE_hen_IXI/AAAAAAAAAC4/p5hqHeiFmdU/s200/prt10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;langkah 9 :baru untuk langkah terakhir Selective Color diatur seperti ini....&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066901209395175810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE_zen_IYI/AAAAAAAAADA/EiLDer4FtQw/s200/prt11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;jadi nya seperti ini nih hasil akhirnya... sebelum &amp; sesudahnya seperti ini... &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066901638891905426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlFAMen_IZI/AAAAAAAAADI/ips6WOhjayU/s200/hasil-akhir-nya.jpg" border="0" /&gt;nah sekian deh temen2 FN`ers semua.... kira-kira ada bayangan kan untuk membuat foto lebih berdimensi... kalo boleh aku simpulkan sih sebenernya inti nya terletak pada Langkah ke 7 diatas...   sekali lagi demikian artikel yg ingin aku sharing kepada temen2 semua.... harap dimaklumi kalo ada sedikit kesalahan ato apalah.... mungkin kalo temen2 sekalian masih ada pertanyaan bisa tanya via YM di &lt;a href="mailto:kpr3tz@yahoo.com"&gt;kpr3tz@yahoo.com&lt;/a&gt; dengan senang hati aku mgk bisa jelasin deh ih...   wes ngono ae lah yo.... "Terus berkarya dan bereksperimen..." salam...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;diambil dari : Fotografer.net&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-2390399689993807337?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/2390399689993807337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=2390399689993807337&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2390399689993807337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/2390399689993807337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/olah-digital-agar-foto-lebih-berdimensi.html' title='Olah Digital Agar Foto Lebih Berdimensi'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/RlE8SOn_INI/AAAAAAAAABo/vYKhPk59tUQ/s72-c/prt_asli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6577004958298617651</id><published>2007-05-19T15:00:00.000+07:00</published><updated>2007-05-19T16:32:47.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Digital'/><title type='text'>Membuat Terang Di Suatu Daerah Tertentu Menggunakan Photo Shop CS</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada FN yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk berkarya dan belajar fotografi di website tercinta ini. Juga terimakasih buat para senior yang selalu membantu saya dan telah membentuk saya di fotografi dengan saran-saran dan kritikannya yang membangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita mendapatkan gambar yang pada daerah tertentu kurang terang atau UE,&lt;br /&gt;Sedangkan kita sendiri menginginkan daerah yang UE agar menjadi terang dengan pencahayaan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh seperti gambar dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066199862710575234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rk7B7un_III/AAAAAAAAABA/cRltiCK6TX8/s200/Gambar-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;p align="center"&gt; Gambar I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian yang ditunjuk panah berwarna merah yang kita inginkan agar menjadi agak terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita coba trik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama, buka file gambar (Contoh seperti gambar I ).&lt;br /&gt;Lalu buatlah Duplicate layer, Klik menu layer – Duplicate Layer – OK ( Bacground Copy ).Kemudian kita akan menyeleksi daerah yang kurang terang menggunakan Polygonal Lasso Tool.&lt;br /&gt;Klik Polygonal Lasso maka akan muncul optional Feather.&lt;br /&gt;Kemudian set nilai Feather, disini saya memakai angka 5px.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066200408171421842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rk7Cben_IJI/AAAAAAAAABI/HNX7J7WtD_E/s200/Gambar-002.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar II &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu seleksi daerah yang UE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066200833373184162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rk7C0On_IKI/AAAAAAAAABQ/7CeZOFQ3F3U/s200/Gambar-003.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan daerah yang UE sudah terseleksi,&lt;br /&gt;Lalu Klik, Image – Adjustments – Levels, coba masukkan nilai pada input level, saya memakai angka,&lt;br /&gt;0 : 1,63 :216 &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066201627942133938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rk7Dien_ILI/AAAAAAAAABY/c7ag-ZYTzws/s200/Gambar-004.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar IV &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sudah merasa cukup terang daerah yang kita seleksi,&lt;br /&gt;Tekan tombol Ctrl + D, untuk menghilangkan seleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya, kita harus melakukan setting Brightness dan Contrast-nya, Agar daerah yang kita ubah menjadi terang menyatu warnanya dengan warna fotto yang aslinya.Untuk setting Brightness &amp; Contrast saya memakai nilai +25 untuk Brightness dan +18 untuk Contrast&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066202121863372994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rk7D_On_IMI/AAAAAAAAABg/YcdVg59oPKI/s200/Gambar-005.jpg" border="0" /&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar V &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah sesuai dengan apa yang kita rasa cukup seimbang warnanya, klik OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini daerah yang tadinya UE sudah terlihat terang dengan pencahayaan yang dapat kita atur dengan PhotoShop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6577004958298617651?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/6577004958298617651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=6577004958298617651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6577004958298617651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6577004958298617651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/blog-post_19.html' title='Membuat Terang Di Suatu Daerah Tertentu Menggunakan Photo Shop CS'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d762F28Bl-0/Rk7B7un_III/AAAAAAAAABA/cRltiCK6TX8/s72-c/Gambar-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-456598784666888905.post-6103936082463211285</id><published>2007-05-19T13:46:00.000+07:00</published><updated>2007-05-19T16:34:51.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Informasi Manajemen'/><title type='text'>Sistem Informasi Manajemen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sistem Informasi Manajemen merupakan &lt;/span&gt;&lt;a title="Sistem informasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sistem informasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu &lt;/span&gt;&lt;a title="Manajemen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;manajemen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Tujuan_Umum"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Umum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dan tujuan lain yang diinginkan manajemen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa &lt;/span&gt;&lt;a title="Manajer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manajer"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;manajer&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi &lt;/span&gt;&lt;a title="Akuntansi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;akuntansi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Proses_Manajemen"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Proses Manajemen&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perencanaan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen tang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan &lt;/span&gt;&lt;a title="Identifikasi" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Identifikasi&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;identifikasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; metode untuk mencapai tujuan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengendalian,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. &lt;/span&gt;&lt;a title="Aktivitas" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktivitas&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aktivitas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan &lt;/span&gt;&lt;a title="Korektif" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Korektif&amp;action=edit"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;korektif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengambilan Keputusan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, proses pemilihan diantara berbagai &lt;/span&gt;&lt;a title="Alternative" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alternative&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;alternative&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="Bagian"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bagian &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a title="Sistem informasi akuntansi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi akuntansi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; (accounting information systems), menyediakan informasi dan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;transaksi keuangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi pemasaran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (marketing information systems), menyediakan informasi untuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;penjualan, promosi penjualan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi manajemen persediaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (inventory management information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi personalia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (personnel information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sistem informasi distribusi (&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;distribution information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi pembelian&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (purchasing information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sistem informasi kekayaan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (treasury information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi analisis kredit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (credit analysis information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi penelitian dan pengembangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (research and development information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sistem informasi teknik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (engineering information systems). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Diperoleh dari "&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Manajemen"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Manajemen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;" &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/456598784666888905-6103936082463211285?l=firananta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firananta.blogspot.com/feeds/6103936082463211285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=456598784666888905&amp;postID=6103936082463211285&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6103936082463211285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/456598784666888905/posts/default/6103936082463211285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firananta.blogspot.com/2007/05/blog-post_5821.html' title='Sistem Informasi Manajemen'/><author><name>Yohanes Firananta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15966608442844824685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d762F28Bl-0/Rlu31-n_IwI/AAAAAAAAAGQ/5QN2DtYLFr8/s200/edit-0264.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
